Berlangsung secara virtual melalui aplikasi Zoom, Departemen Kajian Keilmuan dan Intelektual Ikatan Pelajar Indonesia (IPI) Iran menggelar Webinar Kebangsaan dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-75, pada Jumat (7/8). Dengan menghadirkan tiga pembicara yang terdiri dari Kuasa Usaha Ad Interim RI – Tehran Priadji Soleiman, Atase Pertahanan RI – Tehran Kol. Mar. Harwin Dicky Wijanarko dan Dosen Filsafat Islam STFI Sadra Jakarta DR. Muhsin Labib, webinar yang mengangkat tema “Membangun Nasionalisme Memperkuat Keutuhan Bangsa menuju Indonesia Maju” dihadiri puluhan peserta. 

Ismail Amin selaku Presiden IPI Iran 2019-2020 dalam sambutannya menyebutkan, “Memang dalam kitab-kitab utama Islam, ucapan yang masyhur cinta tanah air adalah sebagian dari iman tidak kita temukan, namun ucapan ini diterima sebab cinta tanah air tidak bertentangan dengan keimanan. Bahkan dalam Alquran terdapat tidak sedikit ayat yang menganjurkan kita melakukan pembelaan pada tanah air.”

“Karenanya, kita tidak sepakat dengan kelompok, yang selama ini membentur-benturkan cinta kepada agama dengan cinta tanah air, bahwa nasionalisme itu tidak ada dalilnya, atau bertentangan dengan agama.” Tegasnya.

“Sebagai orang Indonesia, kecintaan kepada tanah air memiliki landasan yang sangat kuat. Diantaranya, Indonesia adalah negara muslim terbesar.” Tambahnya lagi. 

Pada salah satu bagian pemaparan materinya, Priadji Soelaiman menyampaikan peran generasi muda khususnya pelajar mahasiswa di luar negeri sangatlah besar. “Meski secara resmi bukan diplomat, namun adik-adik pelajar dan mahasiswa di luar negeri setidaknya telah menjalankan dua peran yaitu representasi dan promosi.” Ungkapnya. 

“Dengan keberhasilan studi, pelajar Indonesia di luar negeri telah memberikan peran representasinya dan dalam banyak hal juga telah sekaligus memperkenalkan budaya dan karakter bangsa Indonesia seperti toleransi dan bhineka tunggal ika pada masyarakat internasional.” Tambah alumnus Magister Hubungan Internasional Universitas Indonesia ini. 

Sementara pembicara kedua, Kol. Mar. Harwin Dicky Wijanarko mengawali penyampaiannya, dengan mengingatkan hadirin pada perjuangan para pahlawan terdahulu dalam memerdekakan Indonesia. Ia memesankan agar semangat nasionalisme harus terus dipupuk dan dibangun, sebab menjadi pondasi dasar dari bangunan besar Indonesia yang harus dijaga keutuhannya.

“Nasionalisme adalah suatu sikap menempatkan kepentingan bersama diatas kepentingan pribadi. Dalam menjaga semangat kebangsaan, kita harus bisa menghilangkan ego pribadi. Sebab menjadi naluriah semua manusia, untuk hidup bersama. Karena itu untuk menjaga, semangat kebangsaan ini, dengan negara yang memiliki banyak suku, agama, ras, budaya dan kelompok yang beragam, toleransi dan keinginan untuk saling memahami harus dikedepankan.” Jelas Atase Pertahanan RI untuk Iran ini. 

DR. Muhsin Labib, ketika menyinggung semangat cinta tanah air, ia menyebut, mencintai tanah air mendahului teks agama. Sebab menurutnya, cinta tanah air telah menjadi bagian inhern dalam diri setiap manusia. “Karena menjadi bagian dari diri naluriah manusia, maka tidak seharusnya ada ada upaya mengharmonikan antara agama dengan nasionalisme, sebab jika ada upaya demikian, itu berarti dua hal ini adalah sesuatu yang berbeda.” Ungkap dosen Filsafat Islam ini. 

“Orang yang memiliki kesadaran spritual yang tinggi, otomatis ketika hendak menunjukkan sikap keberagamaanya adalah menjaga apa-apa yang Tuhan anugerahkan padanya, tanpa perlu ada teks hadis terlebih dahulu. Dan tanah air adalah properti kolektif yang harus kita jaga keamanan dan keberadaannya.” Tambahnya. 

Pada sesi kedua dari webinar  yang dimoderatori oleh Ali Asghar Muhammadi ini, ketiga panelis yang terdiri dari Presiden KKMI Libya Jogi Pangabean, Pengurus IPI Iran Kamaruddin, MA dan Ketua Umum PPMI Pakistan Firdaus Alfin Hudaya menyampaikan masing-masing tanggapan dan mengajukan pertanyaan kepada para pembicara. 

Webinar yang berlangsung selama 2 jam 30 menit tersebut mendapat respon positif dari netizen yang mengikuti dari awal hingga akhir acara. Peserta webinar tidak hanya dari kalangan mahasiswa, namun juga dari kalangan WNI baik diaspora maupun yang berada di Indonesia. Pejabat Fungsi Penerangan KBRI Tehran, Tety Mudrika Hayati juga termasuk diantara peserta yang hadir. Di akhir acara, Kadep Kajian Keilmuan dan Intelektual IPI Iran Salsabilah Kemangi Urrachman menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah menyukseskan webinar kebangsaan IPI Iran, termasuk kepada KKMI Libya dan PPMI Pakistan yang juga telah berkolaborasi dalam acara ini.