“From moment then to moment
Their sedire
Gained strength,and wisdom
Fled before love’s fire
Passion engulfed them,and
These lovers lay
Entwined together till the
Break of day”

Kutipan diatas diambil dari salah satu buku sastra terbaik karya ferdowsi, yang berjudul Shahnameh (the persian book of kings). Buku ini juga dianggap sebagai puisi epik terpanjang didunia yang ditulis oleh seorang penyair tunggal.Penyair yang memiliki nama lengkap Abulqasim Ferdowsi ini,adalah seorang tokoh penyair legenda dari iran. Ia lahir pada tahun 940 M disebuah desa kecil didekat kota tus diprovinsi khurasan razavi. Ferdowsi disebut sebagai tokoh paling berpengaruh dalam sastra persia. Ia disebut “penguasa firman” dan “juru selamat persia”. Pada saat invasi arab, Ia hanya menggunakan frasa persia dalam bukunya, dan karena jasanya itu orang iran sampai saat ini masih kuat menggunakan bahasa persia dalam kehidupan sehari harinya. Bagian-bagian selanjutnya dari Shahnameh memiliki bagian-bagian yang mengungkapkan suasana hati Ferdowsi yang berubah ubah. di beberapa baitnya dia mengeluh tentang usia tua, kemiskinan, penyakit dan kematian putranya. Namun,ia tampak lebih bahagia. Menurut legenda,seorang sultan pernah menawarkan ferdowsi sepotong emas untuk setiap bait shahnameh yang ditulisnya. Ia pun bersedia menerima hadiah itu,apabila karyanya sudah selesai. Setelah 30 tahun menulis,akhirnya ferdowsi menyelesaikan karyanya. Sultan siap memberinya 60.000 keping emas,satu untuk setiap bait,sebagaimana disetujui. Namun, punggawa yang dipercayakan sultan berbohong. Ia mengganti hadiah koin emas itu dengan perak. Ferdowsi sedang berada dikamar mandi saat itu. Ketika ia sadar yang ia terima dari sultan ternyata perak bukan emas, ia langsung memberikan uang itu kepada petugas pemandian,penjual minuman, dan para budak. Saat punggawa menceritakan kelakuan ferdowsi ke Sultan,ia sangat marah karena merasa diremehkan dan mengancam akan mengeksekusi ferdowsi. Mendengar itu, ferdowsi pun lari dari khurasan dan menghabiskan masa hidupnya dipengasingan. Ketika ferdowsi sudah lanjut usia,ia kembali ke tus dan meninggal disana.
Untuk mengenang jasa dan pengorbanan sang penyair, setiap tahunnya,masyarakat iran memberikan penghargaan kepada penyair besarnya ini pada hari nasional ferdowsi yang ditandai pada 15 mei.