Iran Siap Kolaborasi Berbagi Pengalaman Wisata Religi dengan Indonesia

December 11, 2020

}

21:50

Republik Islam Iran siap melakukan kolaborasi berbagi pengalaman di Bidang Wisata Religi dengan Indonesia. Hal tersebut terungkap dalam acara webinar Nasional yang di gelar Jumat, (4/12/2020), dari UIN SGD Bandung, kantor Konsulat Pendidikan Kebudayaan Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Jakarta, serta dari Teheran.

Acara webinar nasional terselenggara berkat kerjasama Iran Corner Fakultas Ushuluddin, UIN SDG Bandung dengan Konsulat Pendidikan Kebudayaan Kedutaan  Besar Republik Islam Iran serta Ikatan Pelajar Indonesia (IPI) Iran.

Tampil sebagai Keynote Speaker serta menyampaikan pengantar webinar adalah Dr. Mehrdad RakshandehYazdi, Ph.D.

Sedangkan pembicaraa menghadirkan Wakil Dekan II Fakultas Ushuluddin, Dr. Ali Masrur, M.Ag., kemudian Afifah Ahmad sebagai seorang traveler penulis buku Road to Persia, sekaligus aktivis Gusdurian Teheran, juga Dodo Widarda, M.Hum, sebagai Direktur Iranian Corner Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati. Moderatornya adalah Salsabila Kemangi Ur-Rahman Kepala Departemen Kajian Keilmuan dan Intelektual  IPI Iran 2019-2021.

Dalam pengantarnya, Mehrdad Rakshandeh Yazdi, Ph.D. mengatakan bahwa acara webinar tersebut memiliki makna strategis dalam rangka memperingati 70 tahun hubungan diplomatik Iran-Indonesia yang jatuh pada tahun 2020 sekarang.

“Hubungan diplomatik formal telah memasuki usia 70 tahun. Sedangkan hubungan kebudayaan Indonesia-Iran telah berlangsung lebih dari 1000 tahun,” ungkapnya.

Peradaban Iran berusia 7000 tahun serta telah memberi pengaruh terhadap pembentukan peradaban Indonesia. Dalam situasi sekarang, pengalaman sebagai peradaban tua membuat Iran siap melakukan pertukaran pengalaman dengan Indonesia untuk mengejar kemajuan bersama-sama.

“Iran memiliki 9000 tempat wisata religius.5700 diantaranya adalah makam Imam Zadeh, yakni para ulama yang memiliki ikatan darah dengan Rasulullah,” ujarnya.

Lebih jauh Rakshandeh menyampaikan bahwa Iran memiliki potensi wisata menarik, bahkan termasuk 10 terbaik di dunia.

Sementara Dr. Ali Masrur, M.Ag, menyampaikan bahwa Iran adalah tempat kelahiran ulama-ulama ternama seperti Imam Ghazali serta Fakhruddin ar-Razi. Bahkan di Iran, ada kota-kota yang terkenal sebagai kota pendidikan seperti seperti Masyhad serta kota suci Qom. Di Kota suci Qom bahkan terkenal dengan makam Sayyidah Maksumah yang menurut Dr. Ali adalah seorang waliyah atau wali perempuan yang selalu dikunjungi orang setiap saat.

Dr. Ali juga menambahkan bahwa ketertarikan dia terhadap Iran, karena masyarakat Iran sangat menghargai ilmu pengetahuan.

“Saya mengunjungi perpustakaan di Isfahan dengan koleksi buku sangat banyak, dan pada satu bagian dari tempat itu disediakan untuk peserta sort course yang datang dari berbagai negara  serta membuat mereka sangat nyaman ketika berada di Iran,” papar Ali Masrur bercerita pengalaman ketika melakukan kunjungan dua kali ke Iran untuk Islamic Studies serta Persian Civilization Studies tahun 2012.

Sedangkan Afifah Ahmad, penulis buku Road to Persia serta aktivis Gusdurian di Teheran, yang sangat banyak mengungkapkan sisi-sisi menarik Iran dari sisi pariwisata. Ibu seorang anak yang telah mengelilingi lebih dari setengah wilayah Iran, menyampaikan tingginya karkter orang Iran dalam menghargai ilmu dan juga kesusastraan.

“Di makam ilmuwan seperti Ibnu Sina, atau penyair seperti Hafez, pasti ada pusat risetnya. Di tempat riset kompleks Ibnu Sina, ada alat-alat medis yang dipergunakan dokter itu pada masanya. Bahkan ada herbal-herbal yang disebut attar, yang berkhasiat mengobati berbagai macam penyakit,” ungkapnya.

Ditambahkan Afifah, orang Iran juga terkenal sangat menghormati para penyair. Makam-makam mereka juga dikunjungi orang setiap tahunnya.

Sementara Dodo Widarda, direktur Iranian Corner sebagai pembicara terakhir menyampaikan sumbangan besar dari ilmuwan Iran pada masa Islam klasik seperti Jabir bin Hayyan, IbnuSina, al-Biruni, dan lain-lain.

“Bagi dunia ilmiah, mereka telah mengembangkan metode eksperimen yang di dunia Barat kemudian berkembang menjadi metode empirisme-positvisme, yang sebelumnya, belum ada pada tradisi Yunani,” ungkap Dodo.

Selain itu, lanjut Dodo Widarda, menyampaikan arti penting Iran bagi dunia Sunni, karena sejumlah ulama besar Sunni, seperti Imam Ghazali serta Syeikh Abdul Qodir al-Jailani, berasal dari Iran.

Acara yang dipandu Salsabila Kemangi Urrachman, gadis Indramayu Jawa Barat yang sekarang kuliah kedokteran di Universitas Islamic Azad Medical Science di Teheran, telah berjalan sukses dari jam 13.00-16.00 WIB. Acara ini dihadiri 179 peserta. Bagi peserta yang tidak masuk zoom meeting, bisa menyaksikan acara ini via kanal YouTube Iran Corner. (jakarta.icro.ir)

[

Artikel Lainnya

Komentar

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Penulis

IPI IRAN

Profil penulis: Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Etiam at nisi ligula. Donec dapibus, nisl sed sollicitudin accumsan, eros sapien venenatis eros, nec ornare leo risus eu ex.

Share artikel ini

Follow Instagram IPI IRAN

Baca Juga