IPI Iran Meriahkan Acara Lomba Peringatan Kemerdekaan di Mellat Park Tehran

IPI Iran Meriahkan Acara Lomba Peringatan Kemerdekaan di Mellat Park Tehran

Bertempat di Mellat Park, sebuah taman kota di Tehran utara, KBRI Tehran bersama dengan pelajar dan diaspora Indonesia menggelar acara perlombaan dalam rangka memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-74, Kamis (8/8). Duta Besar Indonesia untuk Iran Octavino Alimuddin dalam sambutannya mengawali rangkaian lomba mengatakan, momentum peringatan kemerdekaan RI adalah momen yang sangat spesial untuk dijadikan ajang buat memperat persaudaraan dan semangat kebangsaan. Ia berkata, “Dengan tersebarnya kita di banyak titik di Iran serta kesibukan dengan aktivitas masing-masing membuat kita tidak selalu bisa berkumpul bersama. Momen memperingati hari kemerdekaan ini, adalah momen yang sangat kita nanti untuk kita bisa bersilaturahmi dan berbagi keceriaan bersama.”

“Rangkaian lomba yang akan kita adakan ini juga adalah dalam rangka kesyukuran kita kepada Allah swt atas nikmat kemerdekaan yang kita rasakan dan sangat perlu kita jaga dengan mengawalinya dengan menjaga persatuan kita sebagai anak bangsa. Karenanya terimakasih kepada semua yang hadir, yang datang dari berbagai kota meski jaraknya tidak dekat untuk ikut memeriahkan acara yang kita adakan hari ini.” Tambahnya dihadapan puluhan orang yang hadir.

Seusai menyampaikan sambutan, Dubes Octavino secara resmi melepas peserta jalan sehat sebagai agenda pertama dari rangkaian lomba yang diadakan yang berjalan mengelilingi taman yang berada di kaki pegunungan Alborz tersebut. Senam dan jalan sehat berjalan lancar dibawah komando Atase Pertahanan KBRI Tehran, Kol. Harwin Dicky Wijanarko. Seusai sarapan, acara lomba yang terdiri dari kategori, dewasa dan anak-anak dimulai pukul 9.00. Diantara jenis lomba kategori anak-anak yang dipandu oleh Biogen Akbar adalah lomba memasukkan pensil ke dalam botol, lomba lari memasukkan bendera, music mat, memindahkan bola pingpong dan memindahkan karet dengan sedotan. Sementara jenis lomba kategori dewasa yang dipandu Ridwan Satriawan adalah balap karung, lomba bakiak, kereta balon dan lomba memindahkan pingpong. 

Teriakan penonton memberi semangat kepada peserta lomba termasuk tawa atas aksi lucu atau peserta yang melakukan kesalahan membuat acara lomba penuh keceriaan, termasuk ketika terjadi insiden celana melorot salah seorang peserta lomba lari karung. Dubes Octavino bersama dengan pejabat KBRI lainnya tidak terkecuali untuk ikut juga sebagai peserta lomba dan mengundang gelak tawa ketika melakukan kesalahan dalam lomba. 

Acara yang berlangsung 4 jam dan  berakhir pukul 13.00 siang tersebut ditutup makan siang bersama dengan menu ketoprak dan nasi campur. Rangkaian lomba masih terus berlanjut di hari Jumat (9/8) dan pada tanggal 17 Agustus 2019 seusai upacara peringatan kemerdekaan. Jenis lomba yang akan diperlombakan diantara lain tenis meja dan tarik tambang untuk kategori dewasa, lomba lari kelereng dan lomba makan krupuk untuk kategori anak-anak. 

Acara lomba dihadiri kurang lebih seratus orang yang datang dari berbagai kota, diantaranya dari Syiraz, Kish, Masyhad, Kerman, Qom, Ghorghan dan Tehran sendiri. Sejumlah pengurus dan anggota IPI Iran juga turut meramaikan acara yang diadakan KBRI Tehran tersebut. 

Berikut diantara foto-foto acara lomba dalam rangka memperingati kemerdekaan RI ke-74 yang penuh keseruan dan kegembiraan:

Credit photo by Tety Mudrika Hayati
Credit photo by Tety Mudrika Hayati
Credit photo by Tety Mudrika Hayati
Credit photo by Tety Mudrika Hayati
Credit photo by Tety Mudrika Hayati
Lomba Artikel Kemerdekaan RI 74 IPI Iran 2019

Lomba Artikel Kemerdekaan RI 74 IPI Iran 2019

Assalamualaikum mantemaann IPI Iran, Dalam rangka memperingati Hari Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang ke – 74  Departemen Kajian dan Intelektual IPI Iran menyelenggarakan kegiatan lomba menulis artikel nihh….!!! dengan tema :

“PERAN PEMUDA DALAM MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN MENUJU INDONESIA UNGGUL”

caranyaa :

  1. Follow akun Instagram IPI Iran (@ipiiran) dan KBRI Tehran (@kbritehran)
  2. Repost postingan “ Lomba artikel kemerdekaan RI 74 IPI Iran 2019” di akun Instagram peserta dan tag 5 teman kamu
  3. Gunakan hashtag #artikeliipiiran#lombaartikelkemerdekaan
  4. Share poster dan deskripsi lomba ke minimal 5 group Whatsapp peserta, deskripsi lomba bisa didownload di https://ipiran.org/panduanlombartikel/

Semua pelajar Indonesia di Republik Islam Iran bisaa banget nih berpartisipasi dalam kegiatan lomba menulis artikel kali ini. Deskripsi lomba bisa di download di https://ipiiran.org/panduanlombartikel/

Ayyooo salurkaan bakat terpendam mu yang diam-diam bisa di kagumi itu di lomba inii!!!

IPI Iran turut Salurkan Bantuan pada Aksi Kemanusiaan bagi Pengungsi Palestina

IPI Iran turut Salurkan Bantuan pada Aksi Kemanusiaan bagi Pengungsi Palestina

Masih dalam rangkaian kegiatan Simposium Amman 2019, PPI Timur Tengah dan Afrika melakukan aksi kemanusiaan dengan menyalurkan bantuan langsung kesalah satu lembaga pendidikan tingkat dasar di kamp pengungsian warga Palestina di Jerash, Yordania, pada hari ketiga Simposium Sabtu, (23/6).

Disambut antusias murid-murid sekolah yang menampilkan tarian, nyanyian dan puisi, para peserta Simposium Amman 2019 termasuk dari delegasi IPI Iran turut merasakan keperihan anak-anak Palestina tersebut dibalik keceriaan dan senyum  mereka yang tersungging. Laila Rahmah, salah seorang dari delegasi IPI Iran tidak bisa menahan airmatanya saat salah seorang bocah perempuan  Palestina membacakan puisi yang mendambakan adanya perdamaian dan harmoni terwujud di Palestina, sehingga ia bisa turut merasakan kebahagiaan di masa kecil, sebagaimana anak-anak lainnya.

Setelah penyampaian sambutan oleh salah satu pengurus HPMI Yordania, pengajar sekolah dan salah seorang penyantun, selanjutnya diserahkan bantuan langsung berupa satu paket peralatan sekolah ke setiap murid. Delegasi IPI Iran turut menyerahkan bantuan langsung tersebut.

Agenda selanjutnya, sekitar pukul 11.00, para peserta dan panitia dengan mengendarai bis menuju Camp Gaza, salah satu kamp pengungsian ratusan ribu warga Palestina di Yordania.

Dinamakan Camp Gaza karena mayoritas warganya berasal dari Gaza. Di Camp Gaza, para peserta melihat langsung rumah-rumah sederhana para pengungsi dengan fasilitas yang sangat minim, bahkan memasuki dan melihat langsung kondisi dan fasilitas ala kadarnya yang tersedia dalam rumah. Anak-anak pengungsi menyambut antusias kedatangan para delegasi dari beberapa PPI Negara di kawasan Timur Tengah dan Afrika.

Disebutkan, PPI Timur Tengah dan Afrika menggelar Simposium Kawasan 2019 dengan tema, “Dari Indonesia, untuk Palestina menuju Perdamaian Dunia” dari tanggal 21-23 Juni 2019. Hadir sejumlah delegasi dari PPI-PPI negara di kawasan seperti dari PPI Tunisia, PPMI Mesir, PPMI Arab Saudi, PPI Sudan, PPI Lebanon dan IPI Iran.

Mahasiswa Indonesia di Timur Tengah dan Afrika Keluarkan Deklarasi Amman 2019

Mahasiswa Indonesia di Timur Tengah dan Afrika Keluarkan Deklarasi Amman 2019

Pada hari kedua pelaksanaan Simposium Kawasan PPI Timur Tengah dan Afrika 2019 Jumat (22/6), dengan tema “Dari Indonesia untuk Palestina, menuju Perdamaian Dunia”, digelar diskusi panel secara khusus membahas isu terorisme dan radikalisme. Bertempat di Aula Gedung Pusat Bahasa Universitas Jordan di kota Amman Yordania, hadir sebagai panelis Fungsi Politik KBRI Amman Muhammad Zarkasih dan Direktur Yayasan Lingkar Perdamaian Ali Fauzi Manzi.

Dalam pemaparan materinya, Muhammad Zarkasih menjelaskan mengenai defenisi terorisme, radikalisme dan ekstrimisme dan dampak buruknya bagi kemanusiaan. Lebih lanjut, ia menyampaikan rentetan peristiwa teror yang pernah terjadi di tanah air, yang disebutnya bermula dari awal-awal masa kemerdekaan oleh pihak-pihak yang mengubah Pancasila sebagai ideologi negara. Ia juga menjelaskan rangkaian proses yang dialami seseorang sampai memutuskan diri sebagai teroris. “Diantara penyebabnya adalah, adanya pemahaman yang keliru mengenai penafsiran atas ayat-ayat jihad, yang diyakini sebagai perintah untuk membunuh, padahal tidak lantas demikian.” Terangnya.

DIbagian akhir penjelasannya, pejabat KBRI Amman tersebut menyampaikan upaya-upaya dan langkah-langkah taktis yang telah dilakukan pemerintah dalam upaya penanggulangan terorisme dan radikalisme.

Sebagai pembicara kedua, Ali Fauzi Manzi yang mantan kombatan membagikan pengalaman hidupnya yang telah terpapar pemahaman radikalisme sejak usia 18 tahun. Adik kandung terpidana seumur hidup Ali Imron dan terpidana mati Muklas alias Ali Gufron dan Amrozi dalam kasus bom Bali I tersebut menyampaikan pertaubatannya bahwa apa yang dia pahami sebagai Islam yang menjadikannya sebagai teroris adalah sesuatu yang keliru. Sebagai bentuk penyelasan dan memperbaiki kesalahan masa silam, Ali Fauzi Manzi mendirikan yayasan yang secara khusus berupaya merangkul dan mengajak para mantan narapidana terorisme (Napiter) untuk kembali ke pangkuan NKRI.

“Akar terorisme tidak tunggal dan bahkan saling berkaitan, oleh karenanya penanganannya tidak boleh tunggal, harus banyak aspek, perspektif dan metodologi.” Jelas Ali Fauzi Manzi. “Diantaranya adalah secara konsisten melakukan penjaringan dan konsolidasi dengan teroris.” Tambahnya.

Usai penyampaian materi oleh kedua panelis, dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Diantara pertanyaan yang muncul dari peserta, adalah apa upaya pemerintah khususnya kementerian pendidikan menyikapi fenomena tersusupinya pemahaman-pemahaman radikal di lembaga-lembaga pendidikan tinggi, sehingga tidak sedikit yang terpapar paham radikalisme justru mahasiswa dan dosen. Pertanyaan yang lain, bagaimana meredam isu adanya bisnis senjata dibalik bermunculannya kelompok-kelompok yang berpaham ekstrim dan menjadi bagian dari jaringan teroris.

Usai diskusi panel sesi ketiga, mewakili Kepala Duta Besar Indonesia untuk Yordania merangkap Palestina, Nico Adam menyampaikan sambutannya dan secara resmi menutup rangkaian Simposium Kawasan PPI Timur Tengah dan Afrika yang berlangsung selama dua hari, dari 20-21 Juni 2019.

Disebutkan, pada hari pertama Simposium Kawasan PPI Timur Tengah dan Afrika 2019 yang diselenggarakan oleh HPMI Yordania tersebut membahas isu Palestina dan Kemanusiaan dengan menghadirkan pembicara internasional dan nasional. Simposium yang dibuka oleh Kepala Duta Besar Indonesia untuk Yordania merangkap Palestina, Andy Rachmianto dihadiri seratusan lebih mahasiswa yang terdiri dari mahasiswa Indonesia di Yordania, delegasi dari sejumlah PPI Negara di kawasan seperti dari IPI Iran, PPI Tunisia, PPI Lebanon, PPI Sudan, PPMI Mesir dan PPMI Arab Saudi, serta delegasi dari perhimpunan mahasiswa Asia Tenggara.

Dibagian akhir Simposium dilkeluarkan Deklarasi Amman 2019 dengan poin-poin sebagai berikut:

1) Menegaskan kembali bahwa Baitul Maqdis (Al-Quds atau Yerusalem) adalah ibu kota abadi Palestina dan setiap langkah untuk mengubah status ini sama sekali tidak dapat diterima.

2) Kami Mahasiswa Indonesia berdiri dalam solidaritas dengan Palestina dan perjuangan mereka, yang menjadi garda terdepan dalam perjuangan membebasan Al Aqsa, Al-Quds dan rakyat Palestina dari belenggu penjajahan sebagai kewajiban kolektif umat Islam di seluruh dunia yang digariskan oleh Allah Subhanahu wataala.

3) Menegaskan bahwa masjid adalah pusat pergerakan pemuda dan mihrab sebagai titik awal kebangkitan sehingga mengutuk pelanggaran terus-menerus oleh pasukan polisi Israel yang secara teratur mengganggu status quo dan mengizinkan pengunjung Yahudi untuk memasuki Masjidil Aqsa di bawah penjagaan bersenjata, sementara membatasi akses bagi warga Palestina.

4) Menyesali kelambanan organisasi-organisasi internasional atas agresi berkelanjutan di Gaza dan aksi penangkapan di Yerusalem dan Tepi Barat oleh pasukan pendudukan Israel yang melanggar hukum internasional dalam the holy Noble Sanctuary dan Perjanjian Oslo.

5) Kami menyeru untuk membentuk kerjasama internasional pemuda Muslim internasional di bawah OKI sebagai wadah gerakan pemuda untuk membebaskan Al Quds dan Palestina, yang secara aktif membangun komunikasi dan kerjasama antara pemuda Muslim secara individu atau organisasi dan menghimpun berbagai potensi kepemudaan sebagai kekuatan utama untuk menghapuskan penjajahan di dunia.

6) Mendukung dan mengapresiasi sikap tegas Pemerintah Indonesia yang menolak Yahudisasi di Palestina melalui jalur DK-PBB, dan mendesak pemerintah Indonesia untuk menolak normalisasi hubungan apapun dengan Israel dan menolak perjanjian Abad ini (The Deal Of Century).

7) Menyerukan kepada seluruh elemen umat dan bangsa Indonesia untuk mengesampingkan perbedaan demi menunaikan kewajiban persatuan dalam membantu Rakyat Palestina melalui Lembaga-lembaga resmi Dunia dan Negara.

Prof. Aqil Al Munawar: Walaupun Kita Berbeda Pola Pikir, pada Dasarnya Kita Satu

Prof. Aqil Al Munawar: Walaupun Kita Berbeda Pola Pikir, pada Dasarnya Kita Satu

Bertempat di Plaza Wisma Duta, Amman Yordania, KBRI Amman menggelar Gala Dinner dengan mengundang para panelis dan peserta Simposium Kawasan PPI Timur Tengah dan Afrika 2019 untuk menyantap makan malam bersama, malam Jumat (20/6). Dalam sambutannya, Kepala Duta Besar Indonesia untuk Yordania merangkap Palestina, Andy Rachmianto menyampaikan rasa bangganya pada mahasiswa-mahasiswa Indonesia di luar negeri khususnya yang berada di negara-negara kawasan.

Menurutnya, pendidikan tidak hanya cukup yang didapatkan di universitas dan di bangku kuliah, namun juga mahasiswa harus memiliki kemampuan berorganisasi yang baik dan kepedulian pada isu-isu sosial dan kemanusiaan. “Keintelektualan yang matang tidak pernah cukup hanya dengan berpuas diri pada apa yang didapat di bangku perkuliahan formal namun harus diasah dengan kemampuan-kemampuan manajemen yang bisa didapatkan dalam aktivitas-aktivitas keorganisasian. Karena itu, saya mendorong mahasiswa Indonesia di Yordania untuk bisa aktif di organisasi diluar aktivitas perkuliahan. Alhamdulillah HPMI Yordania, bisa mengadakan Simposium Kawasan yang saya kira bakal memberi banyak manfaat, terutama terjalinnya hubungan yang lebih erat antar mahasiswa-mahasiswa Indonesia dari berbagai negara yang berbeda sekaligus menunjukkan peran mahasiswa yang turut menyikapi isu internasional.” Ungkapnya.

Sejalan dengan yang disampaikan Dubes Andy, Prof. Dr. Haji Said Agil Husin Al Munawar, MA yang turut hadir sebagai tamu istimewa dalam sambutannya, mengingatkan peran besar PPI dalam membentuk pola pikir mahasiswa yang lebih moderat dan lebih bisa menerima perbedaan. Mantan Menteri Agama RI tahun 2001-2004 tersebut berbagi pengalaman ketika menjabat sebagai ketua umum PPI Arab Saudi.

“Kondisi dulu ketika saya menjadi mahasiswa dan sekarang, mungkin tidak jauh berbeda. Di Saudi kita temukan teman-teman yang keras cara berpikirnya, selalu melawan dan seterusnya. Maka PPI membina mereka, kita adakan dialog, kita adakan diskusi supaya kita menyadari, bahwa walaupun kita berbeda dalam pola pikir, pada dasarnya kita satu. Karena itu kita ikat dalam wadah organisasi. Secara rutin kita kumpul, seminar, tukar pikiran dengan berbagai topik untuk menyikapi berbagai permasalahan kebangsaan yang kita hadapi.” Ungkapnya.

Alumni Doktoral Fakultas Syari’ah Unversitas Ummu AI Quro Makkah Saudi Arabia tahun 1987 tersebut lebih lanjut berkata, “Indonesia ini unik, bentangannya sangat luas, jika kita naik pesawat dari ujung Sumatera menuju ujung Papua, maka lamanya sama dengan kita naik pesawat ke Jeddah. Dan dari 18 ribu pulau yang ada itu didiami ribuan etnis dan suku dengan beragam budaya dan bahasa. Semua ini adalah kekayaan. Dan dengan keragaman itu, pasti terjadi perbedaan, dan itu sudah menjadi sunnahtullah. Di dalam Alquran sudah menyebutkan sendiri, bahwa kita berbeda dan beragam tapi sebetulnya kita satu.”

“Jangan karena perbedaan pilihan politik misalnya, antara suami dan istri ribut. Antara anak dan orangtuanya tidak akur. Dan keributan yang timbul karena persolan perbedaan itu, hanya akan merugikan kita semuanya, dan tidak akan ada selesainya, terus kapan kita akan membangun negara?”. Tambahnya.

“Kita juga berangkat dari Indonesia berbeda latar belakangnya. Ada yang dari pondok pesantren, ada yang dari sekolah umum dan seterusnya. Dan setiba disini kita juga berbeda pilihan fakultas, berbeda keilmuan, namun semua itu, meski berangkat dari yang berbeda bukan berarti kita harus berbeda seterusnya, tidak. Kita satu, kita adalah pemuda hari ini, dan pemimpin di masa depan, yang akan kembali membangun tanah air kita tercinta.” Pesannya.

Pada bagian akhir penyampaiannya, Guru Besar UIN Syarif Hidayullah tersebut memesankan, “Saya pesan, jangan merasa cukup dengan keilmuan yang didapat di kampus, cari sampai dimana saja. Alquran dan Hadis adalah sumber dari ilmu agama. Berapa banyak ilmu Alquran, berapa banyak ilmu hadis, seberapa besar luasnya, jangan batasi dan persempit dengan pikiran dan kelakuan kita yang berhenti belajar. Jika kita habiskan umur kita, kita meninggal dunia dulu, satu cabang ilmupun belum bisa kita tuntaskan. Maka jika ada yang berkata, saya baru menyelesaikan pelajaran ulumul Quran, maka itu adalah pembohong besar. Sebab tidak akan pernah selesai dipelajari. Karenanya jangan berhenti belajar.”

Turut memberikan sambutan M. Haikal Mahdi sebagai perwakilan dari panitia Simposium Kawasan 2019 yang mengucapkan terimakasih atas dukungan KBRI Amman dan semua pihak yang telah membantu terselenggaranya Simposium PPI Timur Tengah dan Afrika.

Dipenghujung gala dinner, dipersembahkan hiburan dalam bentuk pembacaan puisi, musikal drama dan live musik, diiringi rangkaian sesi foto bersama. Gala dinner bersama KBRI Amman adalah rangkaian dari acara Simposium Kawasan PPI TImur Tengah dan Afrika 2019 yang terselenggara dari 20-24 Juni di Universitas Jordan, Amman Yordania oleh HPMI Yordania sebagai tuan rumah dan penyelenggara. Hadir delegasi dari IPI Iran, PPI Tunisia, PPI Lebanon, PPMI Mesir, PPMI Arab Saudi dan PPI Sudan dalam Simposium yang menjadi agenda tahunan PPI Timur Tengah dan Afrika tersebut.

PPI Timur Tengah dan Afrika Gelar Simposium Kawasan Bahas Isu Palestina

PPI Timur Tengah dan Afrika Gelar Simposium Kawasan Bahas Isu Palestina

Bertempat di Aula Gedung Pusat Bahasa Universitas Jordan di kota Amman Yordania Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Timur Tengah dan Afrika menggelar Simposium Kawasan dengan tema “Dari Indonesia untuk Palestina menuju Perdamaian Dunia”, Kamis (20/6). Dibuka oleh Kepala Duta Besar Indonesia untuk Yordania merangkap Palestina, Andy Rachmianto yang sebelumnya memberikan sambutan dengan mengatakan digelarnya simposium tersebut memang telah semestinya dan pada waktu yang tepat. Menurutnya kepedulian dan pembelaan pada Palestina bukan sesuatu yang bisa ditawar oleh bangsa Indonesia sebab telah menjadi amanat UUD 1945.

“Indonesia selalu berada di garda terdepan jika terjadi krisis di Palestina dan terus bersuara keras menentang pendudukan Israel. Dukungan Indonesia kepada Palestina merupakan panggilan dan mandat konstitusi.” Tegasnya.

Andy Rachmianto selanjutnya menjelaskan dukungan yang telah diberikan dan akan terus diberikan mencakup politik, ekonomi, kemanusiaan dan penguatan kapasitas. “Secara ekonomi, Indonesia telah mengeluarkan kebijakan bebas tarif bagi dua produk asal Palestina yaitu minyak zaitun dan kurma, dan akan menyusul produk-produk lainnya. Kebijakan ini diharapkan dapat mendorong peningkatan ekspor Palestina ke Indonesia yang akan berdampak pada perekonomian Palestina.” Jelasnya.

Di bagian lain sambutannya, Duta Besar Andy memberikan apresiasi tinggi kepada HPMI Yordania atas penyelenggaraan simposium yang tidak secara khusus membicarakan Palestina saja namun juga membahas mengenai radikalisme yang telah menjadi ancaman laten bagi keutuhan NKRI. Ia berkata, “Radikalisme, terorisme dan ekstrimisme telah menjadi masalah bagi semua negara. Keterlibatan pelajar dan mahasiswa dalam upaya mencegah berkembangnya paham ini sangat kami apresiasi dan dukung sepenuhnya.”

Turut memberikan sambutan, Direktur Mesjid Al-Aqsa Kementerian Wakaf Yordania, Dr. Abdullah Abbady yang menceritakan mengenai sejarah Masjid Al-Aqsa dan kewajiban untuk menjaganya. Opening ceremony juga diwarnai aksi teatrikal dari anak-anak Palestina yang mengibarkan bendera Indonesia Yordania dan Palestina, serta  persembahan tarian Aceh dari mahasiswa Indonesia di Yordania.  

Hadir sebagai pembicara pada diskusi panel pertama yang secara khusus membahas isu mengenai Palestina dengan tema “Palestina dan Perdamaian Dunia”, Sekretaris Jenderal Kementerian Wakaf dan Situs-situs Suci Kerajaan Yordania, Dr. Abdul Sattar al-Qudah. Dalam pemaparan materinya, secara umum al-Qudah menyampaikan berbagai langkah kongkret  yang telah dilakukan Kerajaan dan Pemerintah Yordania di tengah situasi yang semakin tidak berpihak untuk Palestina, yang diperparah oleh keputusan-keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang membuat Palestina semakin terpojok. Pembicara berikutnya, Aktivis dan pejuang Palestina Mrs. Abeer Zayad yang membagikan pengalamannya telah keluar masuk penjara bersama suaminya sebab terus menyuarakan pembelaan pada Palestina dan tidak berhenti menentang kesewenang-wenangan Rezim Zionis. Pembicara ketiga, Kepala Duta Besar Indonesia untuk Yordania merangkap Palestina, Andy Rachmianto yang secara khusus menyampaikan langkah-langkah konkrit Pemerintah RI dalam upaya mewujudkan perdamaian dan kemerdekaan di Palestina.

Pada diskusi panel kedua, dengan tema “Dukungan kemanusiaan untuk Palestina dan Yerusalem”, pembicara yang hadir dari kalangan pemerintah, LSM dan organisasi internasional. Direktur Program Pendidikan UNRWA Yordania, Dr. Oroba Labadi; Perwakilan LSM Kemanusiaan Indonesia Aksi Cepat Tanggap, Syuhelmaidi Syukur dan Direktur Pelaksana Nusantara Palestina Centre (NPC) Ihsan Zainuddin, serta dari pihak KBRI Amman Nico Adam mewakili pemerintah RI yang masing-masing mempresentasekan kegiatan-kegiatan yang telah dan yang akan dilakukan untuk membantu menyelesaikan persoalan kemanusiaan di Palestina.

Simposium yang akan berlangsung selama dua hari tersebut dihadiri lebih dari 100 mahasiswa Indonesia yang terdiri dari mahasiswa Indonesia di Yordania, delegasi sejumlah PPI Negara di kawasan seperti PPI Tunisia, IPI Iran, PPMI Arab Saudi, PPMI Mesir, PPI Lebanon dan PPI Sudan, serta diikuti perwakilan mahasiswa dari negara-negara ASEAN. Pada hari ketiga, para peserta Simposium Kawasan berencana melakukan kunjungan ke penampungan pengungsi untuk memberikan secara langsung bantuan kemanusiaan yang dilakukan melalui Jordan Hashimite Charity Organization (JHCO), sebagai otoritas resmi penyaluran bantuan kemanusiaan yang ditunjuk Kerajaan Yordania.

Sebagaimana Simposium Kawasan sebelumnya yang terselenggara di Pakistan tahun 2018, pada Simposium 2019 ini, atas dukungan penuh dari KBRI Tehran, IPI Iran kembali mengirimkan delegasi. Ismail Amin, Laila Rahmah dan Dzikry al-Jihad hadir pada Simposium Kawasan di Amman Yordania ini sebagai delegasi IPI Iran. Pada hari kedua, Jumat (21/6) akan dilanjutkan diskusi panel ketiga yang membahas mengenai isu radikalisme yang dilanjutkan oleh rapat internal PPI Timur Tengah dan Afrika yang meminta laporan pertanggungjawaban pengurus PPI Timur Tengah dan Afrika tahun 2018-2019 sekaligus mengangkat kordinator PPI Timur Tengah dan Afrika untuk periode kepengurusan 2019-2020. Perwakilan dari PPI Tunisia dan PPI Lebanon disebut sebagai kandidat koordinator yang baru.