Yuk Kenal Menu Sarapan Pagi Orang Iran!

Yuk Kenal Menu Sarapan Pagi Orang Iran!

Artikel singkat ini akan membahas tentang menu sarapan orang Iran dan juga akan ada tips buat kalian yang ingin sarapan seperti layaknya orang Iran! penasaran apa aja menunya? Yuk kita bahas!

Siapa bilang menu sarapan itu harus ribet? Ngga ko! Misalnya nih salah satu menu favorit yaitu Persian Cheese and Herb Platter. Menu ini tediri dari roti sanggak (roti yang dipanggang di atas batu dan berbentuk persegi panjang), selai keju dan berbagai macam sayuran. menu sarapan yang simple dan segar ini disukai orang Iran karena tidak membuat ngantuk dan cukup untuk memberi energi di pagi hari. Selain itu, teh hangat (Chai) juga selalu menjadi teman favorit untuk menemani sarapan. Pemanis tehnya bisa dari gula batu, kurma, dan bisa juga dengan kismis.

Menu sarapan kedua yang ngga kalah simple yaitu Persian Tomato Omelette. Omelette ini sangat mirip dengan shakshuka, hidangan popular Timur Tengah yang berasal dari Afrika Utara, tapi tidak pedas dan tidak ada sayurannya. Resep sarapan ini sederhana dan berbeda dari jenis omelett lainnya. Sangat lezat dan akan sempurna jika disajikan dengan roti Lavash ( roti yang tipis dan lembut). Di Iran, kamu dapat menemukan menu sarapan ini hampir di setiap restoran, kafe, dan bahkan di kedai teh!

Nah sekarang mari kita simak tips-tips untuk sarapan simple dan sehat ala orang Iran!

Roti
Yes! Ini dia tips pertamanya. Pokok utama sarapan orang Iran adalah roti. Ada beberapa macam roti yang menjadi favorit waktu sarapan yaitu Barbari, Sanggak dan Lavash. Selain rasanya yang enak dan teksturnya yang lembut, roti dapat menahan rasa laparmu sampai siang hari datang.

Pendamping Roti
Selain 2 menu diatas, orang Iran juga suka mencampur roti dengan bahan lainnya seperti mentega, selai (terutama ceri asam, wortel, atau quince), clotted cream, madu, dan juga makanan gurih seperti keju feta, mentimun iris dan tomat, dan kacang kenari.

Teh
Teh adalah minuman wajib orang Iran saat sarapan. mereka minum teh sepanjang hari, dimulai saat sarapan pagi hari. Sama seperti orang Italia minum c

appuccino di pagi hari, orang Iran memiliki chai shirin, teh dengan gula pasir saat sarapan. Teh dapat membuatmu merasa hangat dan menjadi lebih segar di pagi hari.

Sofreh
Sofreh adalah taplak meja tradisional yang tersedia dalam berbagai bahan dan pola. Di Iran, semua anggota keluarga berkumpul di sekitar Sofreh baik di atas meja atau di lantai saat makan. Ada cerita rakyat dalam bahasa Persia di mana sofreh disebut-sebut sebagai unsur yang sehat dan sopan.

Nah setelah membaca artikel ini, mari kita mulai hari dengan lebih bersemangat!

Nikmatnya Kebab Kubide dari Iran

Nikmatnya Kebab Kubide dari Iran

Hai pembaca setia serba-serbi IPI selamat ber hari Senin dan mengawali aktifitas. Di tulisan-tulisan sebelumnya kita sudah lumayan banyak membahas tentang beberapa tempat sejarah dan wisata yang ada di Iran. Di segmen selanjutnya, kami akan membuat perut teman-teman keroncongan dan kelaparan. Sudah tahu kan apa yang mau kami bahas? Yap betul sekali, kuliner Iran. Sudah lapar? Ayo langsung kita makan! Eh, baca tulisan maksudnya. Hihihi…

Teman-teman pasti sudah tidak asing dengan kebab. Sajian daging panggang, bawang bombay, sayur mayur, serta saus khas yang dibungkus dengan roti tortilla. Makanan ini sudah sangat mudah ditemukan di Indonesia.

Iran juga punya kuliner satu ini. namanya Kebab Kubide. Sama-sama terbuat dari daging domba atau sapi, tapi Kebab Kubide menggunakan daging giling yang dicampur dengan bawang bombay dan bawang putih cincang serta daun peterseli. Di adonan daging juga ditambahkan telur untuk merekatkan semua komposisi kebab. Tidak lupa garam dan lada hitam sebagai penyedapnya. Sebelum dipanggang, Kebab Kubide disimpan di lemari pendingin selama kurang lebih 4 jam. Fungsinya agar bumbu meresap ke daging dengan sempurna.
Kebab Kubide dibentuk memanjang di tusukan yang umumnya terbuat dari besi. Setelah itu dipanggang diatas batubara panas. Saat dipanggang, aromanya akan menari-nari di hidung dan memancing nafsu makan.

Kebab Kubide biasa disajikan dengan nasi hangat yang sudah ditaburi dengan Zeresh (buah barberry kering, rasanya masam) dan saffron atau roti Sanggak (roti yang dipanggang di atas batu kerikil panas). Tidak lupa tomat panggang, potongan kecil mentega, Sabzi (lalapan versi Iran), dan bawang bombay mentah yang sudah dimarinate dengan air lemon.

Jika teman-teman traveling ke Iran, kalian wajib mencicipi menu spesial khas Persia ini. Konon menu ini sudah ada sejak zaman kekuasaan Safavi. Alias 500 tahun lalu!

The Shrine of Imam Ridho (a.s)

The Shrine of Imam Ridho (a.s)

Haram Imam Ridha

Kemilau dan megah kubah emas menarik hati para peziarahnya. Ketenangan yang disuguhkan sungguh bukan main mampu membuat hati senantiasa merindu. Siapapun kamu, pintu gerbang tempat ini terbuka luas untuk masuk. Beribadah, berbagi rahasia dengan Tuhan, atau semata-mata ingin menenangkan jiwa dan pikiran yang lelah, tidak diragukan, Holy Shrine Imam Ridha ini adalah salah satu tempat yang tepat.

Pada tahun 2017, kota Mashhad terpilih sebagai Ibukota Kebudayaan Islam untuk region Asia oleh ISESCO. Mengingat di kota ini terdapat Haram Suci Imam Ridha, yang merupakan cucu Nabi Allah terakhir Muhammad saw, yang tidak pernah sepi dari peziarah seluruh dunia. Angka peziarah pun kian bertambah. Setiap tahunnya jumlah peziarah yang datang, mencapai 27 juta orang. Sampai sekarang terhitung ada 9 halaman (sahn), yang jika digabungkan luasnya mencapai 225.223 m2. Begitu juga ada beranda (ravaq) yang merupakan aula tertutup. Jumlahnya ada 26, yang juga menjadi tempat-tempat terselenggaranya kegiatan-kegiatan kebudayaan dan pendidikan, baik untuk umum, ataupun khusus wanita.

Haram ini tidak pernah kosong dari acara dan kegiatan spiritual, budaya, dan pendidikan Islami.

Di dalam wilayah Haram Suci ini juga terbangun masjid yang megah dan bersejarah yang sudah dibangun sejak awal abad ke 9 tahun hijriyah. Namanya Masjid Goharshad Pembangunan masjid ini memakan waktu selama 12 tahun. Halaman masjid berbentuk persegi yang dikelilingi 4 beranda yang luas. Diantara 4 beranda tersebut, ada 7 tempat tinggal berupa aula tertutup (shabestan) yang biasa digunakan untuk melaksanakan ibadah I’tikaf dan kegiatan-kegiatan keagamaan lainnya.

Di Haram ini, bisa dikatakan memiliki fasilitas yang melimpah. Terdiri dari Rumah Sakit Subspesialis Razavi, yang berdiri di atas tanah seluas 4.000.000 m2, dengan 5 tingkat dan 320 kamar. Selain itu, untuk menyokong pendidikan para pemuda, Haram Imam Ridha pun membangun Universitas Imam Ridha yang sudah bertaraf internasional. Begitu pula tempat suci ini juga mempunyai Dewan Tinggi Kebudayaan yang memperkuat pondasi kegiatan budaya dan dakwah.

Perpustakaan Razavi yang merupakan bagian dari lembaga pendidikan Haram Suci ini, memiliki jutaan buku dan ratusan ribu anggota. Dinobatkan sebagai salah satu perpustakaan dan pusat dokumen Iran serta dunia yang terkaya dan terbesar.

Tidak berhenti sampai disitu saja, Haram Imam Ridha juga memiliki 3 museum yang selalu ramai oleh pengunjung. Terdiri dari museum Al-Quran, karpet, dan museum pusat Astan Qods Razavi (Mashhad) yang siap menyuguhkan kita dengan barang-barang bersejarah dan bernilai.

Jadi, yakin tidak mau ke Iran dan rasakan sejuknya hawa maknawi di Haram Suci ini?

Tochal Mountain : Surganya Para Pendaki dan Penggemar Ski Gunung

Tochal Mountain : Surganya Para Pendaki dan Penggemar Ski Gunung

Iran bukan hanya dipenuhi dengan situs-situs bersejarah dan tempat-tempat wisata

yang memukau. Tetapi, Iran juga punya keindahan alam yang gak kalah mempesona dan

memanjakan siapa saja yang datang. Salah satunya adalah Tochal Mountai ini. Mari,

sama-sama kita nikmati putih dan indahnya hamparan salju!

 

Puncak Gunung Tochal adalah puncak gunung tertinggi di Tehran, Iran. terletak di

sebelah selatan Tehran dengan ketinggian 3363 meter. Gunung ini merupakan bagian

dari pegunungan terkenal itu, Alborz. Gunung Tochal adalah surganya pendaki gunung

dan penikmat ski. Tidak heran jika gunung yang bergaunkan salju ini adalah tujuan

utama bagi mereka yang suka menikmati pemandangan langit. Dari atas sana, kita juga

bisa menghibur pemandangan dengan menikmati kota Tehran dari atas. Hiruk pikuknya

di siang hari dan kemilaunya di waktu malam.

Suasan tenang dan hening dari tempat ini, terutama ketika hari-hari biasa, benar-benar

menjadi penawar dan obat bagi jiwa-jiwa yang lelah akan kesibukan ibukota. Udara yang

bersih serta hawa yang menyegarkan seakan menghidupkanmu kembali.

Jangan khawatir. Buat kalian yang tidak ingin mendaki dan bermain ski, tersedia juga

tempat-tempat wisata dan hiburan. Bukanlah pilihan yang buruk bagi mereka yang

hanya ingin berjalan di sekitar pegunungan Tochal. Berjalan kaki menuju pemberhentian

pertama Telecabin sambil menikmati pesona alam yang disuguhkan. Disana juga

tersedia club memanah, wahana bermain ZipLine yang akan membawa kita terbang dan

memacu adrenalin, bioskop lima dimensi, Escape Room, dan tentu saja fasilitas

Telecabin. Telecabin di pegunungan Tochal merupakan telecabin dengan jarak tali

terpanjang di dunia loh!. Secara keseluruhan panjang talinya mencapai 7500 meter.

Setiap jamnya Telecabin ini mampu menampung 600 penumpang. Wow!

 

Di pemberhentian telecabin yang ketujuh alias yang paling atas, Hotel Tochal yang

bernuansa kayu seakan menjemput kita. Kita pun bisa menikmati hamparan salju putih,

pemandangan indah dari atas gunung, bermain ski, naik Car Snow, pokoknya seru-

seruan deh!

 

Kalau mau berkunjung kesini, jangan lupa baju hangat dan perlengkapan untuk musim

salju. Waktu yang tepat untuk berwisata kesini adalah har-hari biasa. Jadi bisa lebih

tenang dan puas menikmati.

 

Jadi, berhenti pikir-pikir buat traveling ke Iran! Biyo berim Iran!

Naqsh-e Jahan One of the Most Beautiful UNESCO Heritage Sites

Naqsh-e Jahan One of the Most Beautiful UNESCO Heritage Sites

Siapa sih yang gak tau Candi Borobudur dan Candi Prambanan? Ya, kedua tempat itu masuk dalam situs warisan dunia UNESCO di Indonesia. Nah, Negara Iran pun juga memiliki beberapa situs warisan dunia tersebut, kali ini kita akan membahas Naqsh-e Jahan yang merupakan salah satu situs warisan budaya UNESCO yang paling indah. Penasaran? Yuk simak ulasan singkatnya!

Pada tahun 1598, ketika Shah Abbas 1 (Raja Iran) memutuskan untuk memindahkan ibu kota kekaisarannya dari kota Qazvin ke pusat kota Isfahan, dia memulai apa yang akan menjadi salah satu program terbesar dalam sejarah Persia yaitu renovasi lengkap kota. Alun-alun ini dibatasi oleh gedung-gedung bertingkat dua dan berlabuh di setiap sisi oleh empat bangunan megah: ke timur, Masjid Sheikh Lotfallah; ke barat, paviliun Ali Qapu; ke utara, the portico of Qeyssariyeh; dan ke selatan, The Royal Mosque. Tempat ini dibangun dengan luas 160 meter, lebar 560 meter,  dan panjangnya seluas 89.600 meter. Ini adalah salah satu alun-alun kota terbesar di dunia dan contoh luar biasa arsitektur Iran dan Islam.

Dikenal sebagai Naqsh-e Jahan(Gambar Dunia), tempat ini ramai dikunjungi turis. Disana mereka bisa melihat indahnya Arsitektur masjid Iran, megahnya Kerajaan Persia zaman dahulu, atau hanya sekedar duduk-duduk di taman. Berada di tempat ini rasanya seperti menjadi anggota Kerajaan Persia yang sedang berlibur di hari Jumat. Suasana yang damai tentram ditemani suara air mancur di tengah Alun-alun.

Ada tips nih buat kalian yang ingin berkunjung ke tempat ini. Musim semi adalah musim yang paling pas untuk jalan-jalan kesini,kenapa? Ya selain cuacanya yang hangat, pemandangan di taman pun semakin indah karena bunga-bunga mulai tumbuh cantik.

Nah terus kalo mau beli oleh-oleh dimana? Tenang aja, silahkan berkunjung ke Bazaar Isfahan. Tempat ini adalah pasar sejarah dan salah satu pasar tertua dan terbesar di Timur Tengah. Meskipun struktur masa kini berasal dari era Safawi, sebagian darinya berusia lebih dari seribu tahun!

 

 

 

 

Jadi tunggu apalagi? siapin kameramu dan saatnya berkunjung ke Iran!

Keindahan Masjid Pink di Iran

Keindahan Masjid Pink di Iran

Teman-teman pernah dengar tentang Masjid Pink? Pasti kebanyakan dari kalian masih ada yang belum tahu tentang apa, bagaimana dan dimana itu Masjid Pink. Yuk simak ulasan singkatnya!

Masjid Nasir al-Molk, merupakan salah satu masjid tua di kota Shiraz, Iran. Masjid yang juga terkenal dengan Masjid Pink ini terletak di suatu wilayah kuno bernama Goud-e Araban. Tepatnya di jalan Lotf Ali Khan. Kalau mau kesana, cukup tanyakan pada orang-orang sekitar, mereka akan auto menunjukkannya padamu.

Mari terbang ke Iran di 142 tahun yang lalu. Pada 1255 Syamsi (sama dengan tahun 1876 Masehi), Mirza Hasan Ali Khan yang juga bergelar Nasir al-Molk ingin membangun sebuah masjid agar terkenang. Maka dari itu, ia memerintahkan orang-orangnya untuk membangun masjid Nasir al-Molk. Design masjid ini diemban oleh dua orang arsitek tersohor di zamannya, Haj Muhammad Hasan Me’mar dan Mirza Reza Kashi Gar. Uniknya, biaya pembangunan masjid ini sepenuhnya tersalur dari khumus dan zakat masyarakat. Bayangin deh, betapa masjid ini penuh berkah dan dekat dengan hati penduduknya.

Bisa tebak berapa lama jangka waktu pembangunan masjid ini? 12 tahun!. 1304 Syamsi, Masjid Pink ini pun selesai dibangun. Namun, saat itu belum ada kabar tentang kaca warna-warni yang sekarang mempercantik masjid ini. Hingga pada akhirnya, tahun 1347 Syamsi, Ostad Haj Mirza Ayat menyulap masjid ini menjadi masjid indah, yang kental dengan keapikan arsitektur, seni, dan nuansa Islami. Sampai menjadi bangunan yang dilirik turis-turis dunia.

Ada tips nih buat kalian yang mau berkunjung ke Masjid Pink ini. Untuk para pemburu foto dan penikmat kemegahan bangunan yang ‘wah’ ini, sebaiknya datang ketika matahari bersinar ke arah kaca-kaca berwarna pada bangunan masjid. Dari luar memang nampak seperti masjid biasa, tapi saat kalian memasukinya, VOILA! Mata kita bagai disihir oleh indahnya warna-warni yang tercipta dari sinar matahari yang menembus kaca warna-warni. Warna pink yang mendominasi pun makin menambah keindahan dan cantiknya Masjid Nasir al-Molk. Bikin gak mau pulang pokoknya!.

Jadi, tunggu apalagi? Ayo ke Iran!