World Poetry Day – Merangkai Kata dalam Puisi

World Poetry Day – Merangkai Kata dalam Puisi

Banyak hal yang berseliweran dalam pikiran kita namun tidak cukup hanya diungkapkan secara lisan. Sedangkan pikiran atau pun rasa tersebut terasa ganjil apabila hanya dengan berbicara. Masih banyak hal yang belum dapat terungkap karena beragam ihwal. Keberanian yang lenyap seketika sebelum kita sempat mengutarakannya dan ada kemungkinan apa yang kita sampaikan tidak dapat dijangkau dalam waktu, jarak atau pun rasa.

Ada metode lain yang bisa kita gunakan dalam mengungkapkan hal yang tak dapat terungkap yakni melalui tulisan, merangkai kata-kata dalam bait yang terikat oleh irama dan rima menjadi sebuah puisi indah dan penuh makna. Tutur kata dalam puisi mampu mencakup banyak makna, suara hati sarat semantis. Banyak pujangga dunia maupun negeri yang telah menorehkan banyak karya dan puisi mereka yang tetap dinikmati hingga saat ini.

Taman

Chairil Anwar, Maret 1943

Taman punya kita berdua

tak lebar luas, kecil saja

satu tak kehilangan lain dalamnya.

Bagi kau dan aku cukuplah

Taman kembangnya tak berpuluh warna

Padang rumputnya tak berbanding permadani

halus lembut dipijak kaki.

Bagi kita bukan halangan.

Karena

dalam taman punya berdua

Kau kembang, aku kumbang

aku kumbang, kau kembang.

Kecil, penuh surya taman kita

tempat merenggut dari dunia dan ‘nusia

Kita Adalah Pemilik Sah Republik Ini

Taufik Ismail, 1966

Tidak ada pilihan lain

Kita harus

Berjalan terus

Karena berhenti atau mundur

Berarti hancur

Apakah akan kita jual keyakinan kita

Dalam pengabdian tanpa harga

Akan maukah kita duduk satu meja

Dengan para pembunuh tahun yang lalu

Dalam setiap kalimat yang berakhiran

Duli Tuanku ?

Tidak ada lagi pilihan lain

Kita harus

Berjalan terus

Kita adalah manusia bermata sayu, yang di tepi jalan

Mengacungkan tangan untuk oplet dan bus yang penuh

Kita adalah berpuluh juta yang bertahun hidup sengsara

Dipukul banjir, gunung api, kutuk dan hama

Dan bertanya-tanya inikah yang namanya merdeka

Kita yang tidak punya kepentingan dengan seribu slogan

Dan seribu pengeras suara yang hampa suara

Tidak ada lagi pilihan lain

Kita harus

Berjalan terus.

Oh Maula-Ku

karya : Yusuf Ali Agustin 

Tak ada gelap…

Tak sekelam jauh darimu

Tak ada terang

Tak secemerlang kasihmu…

Tak ada riang, di relung sukma ku…

Ketika santiranmu, mulai memudar

nan lenyap…

Kau buatku rindu, seraya

Mengobral kesemrungahan ini…

Ku berharap,

Kau tetap menjadi senja…

yang menenggelamkan semua,

termasuk nafas ini…

Kini… yang tersisa…

hanya aroma do’a tawa…

dan semerbak harum air mata… 

Ku mencari suaramu… 

Dalam keterenyuhan, penuh sanjungan…

lalu ku mencari wujudmu… 

Tetapi bukan sekedar celoteh ‘wujud’ yang mereka rundungkan… 

dan amat terus ku mencarimu… 

sehingga kuasa,merangkul

keabadian bersamamu

Oh Maula-Ku

Puisi untuk Dare

karya : sz

Serpihan lara

Inilah ketika cinta tak berpenghujung

Menggurat luka dalam sekeping hati yg kemarin sempat berangan

Membuat langkah lunglai tak bertenaga  

Membuat udara tak lagi terasa dan tatapan hambar tak bertujuan

Haruskah aku teriak merobek malam

Haruskah ku bangunkan setan-setan yg malas menggangu selembar iman

Namamu tak lagi jadi puisi dalam roman ku

Sebaliknya telah menjadi ilalang tajam yang membelah keinginan

Menunggumu rasanya membuang umur yang tersisa

Tapi jauh meninggalkan mu rasanya membuang cerita indah yang telah ada

Inilah dilema cinta yang kini jadi teman setia

Wahai malam, temanilah aku bernyanyi

Wahai udara

Koyaklah hatiku yg telah lantak

Biar sakitku semakin kentara

Matipun sambil memeluk lara

Silaturahim

karya: haidareljihad

Aku Indonesia

Kamu pun Indonesia

Begitu juga mereka, Indonesia

Kita tidak saling mengenal

Namun, di kala itu kita saling

berbagi dan memahami

Tawa-tiwi telah tergambarkan

Sedih patah hati telah terukir di hati

Saat itu, di Amman

Silaturahim itu terjadi saat itu

Silaturahim terikat kuat kala itu

Silaturahim itu menjadikan keluarga yang satu

Dan di Amman-lah

Sekeping hatiku tertinggal

Siapa Kamu

karya : haidareljihad

Tersadar langit begitu biru

Berasa dalam hati ada kamu

Tersentuh angin hari biru

Ternyata hari ini pun ada kamu

Tersedu malu aku merasakanmu

Gundahku hilang, ada kamu

Tidurku tenang, ada kamu

Setiap langkah aku pergi, ada kamu

Susah nikmatku, selalu ada kamu

Ada kamu, aku malu

Tiada kamu, aku rindu

Kamu… Akankah kita bertemu??

Indonesia,Cerdikiawan

Karya : Hamba Allah

Banyak ragam terbilang

Semua bersatu padu katanya

Indonesia memang kuat

Kuat dilawan bangsa sendiri

Bisakah kita tetap mengasihi walau membiru?

Sempatkan tuk pulang ke beranda

Kabarkan kepada siapa saja yang berkuasa

Di tanah air ini

Sebarkan tafsir pluralisme yang hakiki

Indonesia, Cerdikiawan

Menggarungi Jalan Menyatakan Mimpi

Karya : salsa

Kabut yang pekat membungkus suasana

Menutupi jalan menuju mimpi

Aku menengok kebelakang

Sadar bahwa aku telah melangkah sejauh ini

Jalanan penuh bebatuan tajam

Tanjakan terjal

Ditemani hujan es, badai, angin dan kekhawatiran

Setimbun rasa ingin tahu ku mencapai puncak impian

Membuatku lupa rasa sakit diotot ku

Lupa rasa sakit setelah ku tengok sepatu kesayangan hasil tabunganku telah berlubang hingga bisa kulihat ibu jari kaki ku berdarah

Mungkin perjalanan ini butuh istirahat

Ku telaah kehidupan bersama jujurnya kopi yang pahit

Embun itu mereda dan kulihat jalan

Hanya ada satu jalan

Hanya ada satu pilihan

Tetap ku garungi jalan itu menuju nyata nya mimpi

Kamu

Karya : unknown

Sinaran surya, hangat dirimu

Malam yang indah, langit yang megah

Mata yang binar, dihiasi bintang-bintang

Angin yang syahdu, menerbangkanku

Mengantarkan ku padamu puan

Semesta raya, merayakan dirimu

Bersemarak dekat dan penuh

Semoga riuhnya bergemuru di udara

Bertanya-tanyalah kau curiga

Dari mana asal suara

Dari sini, dari aku

Hanya itu

Karya : salsa

Ketika senja mulai menyemburatkan warnanya

Jiwa-jiwa tertunduk merenung atas apa yang sudah ia lakukan

Memikirkan hal apa yang harus mereka berikan untuk sebuah pertanggung jawaban

Langit mulai menyerap pandangan-pandangan

Dan perasaan campur aduk

Yang tak sanggup di ucap oleh bibir

Para makhluk bertekuk lutut

Tersungkur

Terbata-bata mengingat perih

Pada akhirnya, tidak ada yang tersisa

Pada akhirnya, hanya Tuhan lah itu sendiri, dengan kemurnian

Hanya itu untuk mengimani-MU yang tersimpan dalam kalbu

Puisi adalah karya sastra sarat semantik, kamu bisa membacanya berulang-ulang untuk memahami maknanya, bisa jadi ketika pertama kali kamu memembacanya dengan yang kedua kali memiliki arti berbeda. Puisi bisa dimaknai dengan berbeda tergantung ilmu pengetahuan, pengalaman ataupun pola pikir.

SELAMAT HARI PUISI INTERNASIONAL, SELAMAT BERPUISI.

Strategi Iran Berperang Melawan Corona

Strategi Iran Berperang Melawan Corona

Selasa 18 Februari 2020 Iran resmi mengkonfirmasi kasus infeksi Corona pertama di Iran yang diidap dua pasien lanjut usia di rumah sakit Kamkar Arabnia Qom, sekitar 120 km dari Tehran. Sehari kemudian dua pasien tersebut meninggal dunia. Berita kematian dua penderita Corona begitu cepat menyebar. Dikarenakan hanya berselang satu hari dari pelaksanaan Pemilu anggota parlemen yang ke-11, banyak yang percaya bahwa kematian dua pasien tersebut dengan sebab terinfeksi Corona adalah hoax untuk mengerus partisipasi publik di bilik-bilik pemungutan suara.

Kehadiran jutaan pemilih di tempat-tempat pemungutan suara, diklaim menjadi penyebab jumlah penderita infeksi Corona di Iran meningkat secara cepat. Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Sayid Ali Khamanei mengapresiasi parsipasi rakyat Iran dalam pemilu yang tidak menjadikan ketakutan terinfeksi Corona menjadi alasan tidak menggunakan hak pilih. Ia juga  meminta kepada pemerintah agar segera mengatasi penyebaran dan efek virus Corona agar tidak dimanfaatkan musuh-musuh politik Iran. 

Atas perintah tersebut, pemerintah Iran bergerak cepat. Dengan mengkampanyekan tagar “Corona akan kita kalahkan!”, pemerintah Iran membangun rasa optimis dan menjamin akan mengatasi masalah nasional oleh Corona dengan segera. Presiden Rouhani menunjuk Wakil Menkes Iran Iraj Harirchi mengepalai satuan tugas khusus mengatasi Corona, yang kemudian dikarenakan aktivitas padat, kenekatan terjun langsung ke lapangan dan disibukkan oleh agenda rapat yang tiada henti, Iraj Harirchi sendiri terpapar Corona dan harus diistrahatkan di rumah. 

Berikut langkah-langkah yang diambil pemerintah Iran dalam proyek bersama mengatasi penyebaran dan efek virus Corona:

Pertama, meliburkan sekolah-sekolah, hauzah ilmiah (pusat pendidikan keagamaan) dan kampus-kampus universitas. Mengurangi jam kerja kantor-kantor pelayanan publik. Kedua, menyediakan rumah sakit dan ambulance khusus untuk penanganan warga yang terjangkiti Corona. Di Tehran saja ditetapkan 18 rumah sakit khusus menangani pasien Corona dan 50 ambulance. 

Ketiga, Presiden Rouhani menandatangani dana khusus ‘perang melawan Corona’ sebanyak 2 Trilyun riyal. Keempat, dalam hitungan hari membangun pabrik yang mampu memproduksi 100.000 botol larutan dan 35.000 gel disinfektan pada setiap kerja. Melibatkan tentara dalam memproduksi masker dan Iran tercatat mampu memproduksi 300 ribu masker dalam setiap shift kerja. Yang kesemuanya (masker dan cairan disinfektan) dibagikan gratis ke masyarakat. Pemerintah juga mampu mengendalikan harga masker di pasaran, sehingga tidak terjadi lonjakan harga yang irasional untuk sebuah masker. 

Kelima, melibatkan tentara, polisi, dan sukarelawan dalam melakukan penyemprotan cairan disinfektan di tempat-tempat publik setiap harinya. Di stasiun, dalam kendaraan publik (bis, metro, kereta api), masjid, sekolah-sekolah, stadion olahraga dan jalan-jalan umum. 

Keenam, melakukan pemeriksaan kesehatan rutin di tempat-tempat publik dengan pelibatan santri dan mahasiswa dengan menggunakan alat khusus pendeteksi pengidap virus Corona. Ketujuh, aktif melakukan kampanye menjaga kebersihan dan kesehatan diri kepada masyarakat, melakui iklan layanan masyarakat, poster, himbauan dimedia cetak dan elektronik serta menyampaikan langsung ke masyarakat. 

Kedelapan, membuka diri menerima bantuan dan tawaran kerjasama dari negara lain dalam proyek nasional perang melawan Corona. Iran telah menerima kedatangan tim medis dari China beserta paket bantuan untuk turut menangani penyebaran dan efek mematikan virus Corona di Iran.

Kesembilan, pemerintah Iran sangat transparan terkait kasus virus Corona disaat beberapa negara lain memilih menutupi kasus dengan mengorbankan kesehatan warganya untuk keuntungan ekonomi dan tujuan politik. Penyelenggaraan Pemilu yang sisa dua hari bahkan tidak menghalangi pemerintah untuk mempublish kasus kematian pertama akibat Corona di Iran. Keterbukaan dan transparansi yang dilakukan Iran demi menjaga kesehatan warganya dimanfaatkan negara-negara luar dengan membesar-besarkan kasus Corona dengan maksud merusak perekonomian dan meningkatkan represi politik kepada Iran. Tidak terhitung berita hoax terkait virus Corona di Iran yang menjadi konsumsi publik internasional melalui  media-media mainstream dunia. 

Kesepuluh, ketersediaan informasi yang benar terkait efek virus Corona adalah kebutuhan penting masyarakat. Karena itu pemerintah Iran bertindak tegas terhadap penyebar hoax dan pihak-pihak yang sengaja menciptakan kekacauan dengan maksud mengerus kepercayaan publik kepada pemerintah. Puluhan penyebar hoax telah dijebloskan ke penjara, dan hukuman berat telah menanti. Diantara media-media anti Iran seperti BBC-Persia dan Iran International kerap memplintir dan mendistorsi berita untuk menggambarkan bahwa kondisi di Iran lebih parah dari Wuhan. Amerika Serikat sendiri memanfaatkan kasus Corona untuk lebih menghantam Iran. 

Kesebelas, pemerintah meluncurkan tiga proyek baru untuk menciptakan vaksin dan obat ampuh Corona. Para peneliti, dokter dan ilmuan Iran telah berkali-kali mendulang kesuksesan dalam memproduksi sejumlah vaksin penyakit mematikan, termasuk influenza dan penangkal virus HIV-AIDS, karenanya Iran percaya dalam waktu yang tidak lama, vaksin dan obat ampuh penangkal Corona segera ditemukan dan diproduksi besar-besaran.

Iran memang setidaknya tercatat sebagai negara dengan angka kematian akibat virus COVID-19 tertinggi di luar Tiongkok, ini karena transparansi Iran mengenai jumlah warga yang terpapar Corona dan aktifnya tim medis melakukan pengecekan kesehatan bahkan sampai rumah ke rumah, namun tetap harus dicatat bahwa pasien pengidap Corona diluar Tiongkok yang berhasil disembuhkan tertinggi juga terdapat di Iran. Dengan berhasil memulihkan lebih dari 200 penderita, tingkat keberhasilan Iran 20% masih lebih tinggi dari Korea Selatan dan Italia yang tingkat pemulihan pasien hanya di angka 0,8% dan 4,4 % dari total kasus yang ada. Belajar dari Iran, penyebaran Corona tidak semestinya disikapi secara reaktif dan pharanoid namun juga memang jangan sampai meremehkan. Virus COVID-19 tetap virus mematikan dan berbahaya, namun bukan berarti tidak bisa diatasi. 

Aktivitas masyarakat Iran masih berjalan sebagaimana mestinya. Tidak ada kota yang di karantina. Mobilitas warga tetap tinggi. Tidak ada kepanikan warga sampai harus memborong bahan makanan seolah-olah negara menghadapi musim paceklik. Media-media asing yang berkepentingan merusak ekonomi dan mencitrakan Iran negatiflah yang sibuk menyebarkan informasi hoax bahwa terjadi kekacauan di Iran bahkan Iran sudah seperti kota mati. Kehidupan masih berjalan normal di Iran, karena rakyat percaya kepada pemerintah yang benar-benar bekerja dalam memerangi Corona. Pemerintah yang tidak hanya meminta rakyatnya mengencangkan doa, namun juga mengencangkan ikhtiar untuk bersama-sama memerangi keganasan Corona. 

Badai Corona, pasti berlalu….

Ismail Amin

Presiden Ikatan Pelajar Indonesia (IPI) Iran 2019-2021

Kemenangan Revolusi Islam Iran dan Proxy AS

Kemenangan Revolusi Islam Iran dan Proxy AS

Iran pada Selasa 11 Februari kemarin memperingati hari kemenangan revolusinya yang ke-41. 11 Februari 1979 silam adalah hari dimana rakyat Iran dibawah komando seorang ulama Ayatullah Sayid Ruhullah Khomenei, menjatuhkan penguasa depostik yg berusia 2500 tahun. Hari itu dunia menjadi saksi, kekuatan rakyat jelata ketika bersatu, mampu merontokkan pengaruh dan cecokan asing dinegara mereka. Hari itu oleh Imam Khomeini disebut sebagai hari kemenangan revolusi Islam Iran dan menjadi awal terbentuknya Republik Islam Iran. Semboyan mereka, kebebasan, kemerdekaan dan Republik Islam.

Setiap memperingati hari kemenangan revolusi Islam Iran, pemimpin-pemimpin Iran baik oleh Presiden maupun pemimpin terbesarnya, akan memamerkan keberhasilan dan pencapaian-pencapaian Iran pasca menjadi Republik Islam. Mereka juga dengan bangga menunjukkan ketidak berdayaan Amerika Serikat dan negara-negara digdaya lainnya dalam menghadapi kekeras kepalaan mereka. Iran saat ini tercatat, sebagai salah satu negara paling mandiri di dunia, dari segi politik, ekonomi dan pertahanan keamanan. 

Pasca revolusi Islam di Iran, Islam menjadi lebih dikenal sebagai agama perlawanan dan perjuangan. Islam menjadi ancaman bagi penguasa yang otoriter dan zalim. Islam membawa pesan kematian bagi kerakusan dan kesewenang-wenangan. Oleh karena itu, AS dan Zionis berkepentingan besar untuk menghentikan itu. Rentetan gerakan Islam Phobia dimulai dari berhasilnya revolusi Islam di Iran. Penguasa-penguasa zalim menjadi phobia terhadap Islam sejak saat itu, sehingga gerakan-gerakan Islam diwaspadai, diberangus dan dilawan. 

Hakikatnya, Iran tdk pernah mendakwahkan Syiah sebagai mazhab mayoritas penduduk di Iran. Yang mereka usung adalah bendera Islam. Republik yang mereka bentuk diberi label Islam, bukan label mazhab, agar yang dikenal di dunia adalah Islam, apapun kemudian mazhabnya. Kalau ideologi kapitalis, sosialis, komunis, Kristen bahkan zionis bisa mendirikan Negara, maka dunia mengenal lewat Iran sebagai sebuah Negara demokrasi yang maju, Islam juga bisa melalukannya.

Kalau AS, China, Rusia dan Korut bisa mengembangkan tekhnologi nuklir, maka dunia mengetahui lewat Iran, ilmuan- ilmuan Islam juga bisa melakukan hal yang sama. Kalau ditingkat Asia, Jepang, Korsel dan China merajai panggung olahraga, maka dunia jadi paham lewat Iran, atlit-atlit muslim juga bisa meraih prestasi yang membanggakan. Kalau perempuan- perempuan Barat bersaing dalam menemukan karya-karya dan prestasi yang mengagumkan, dunia melihat melalui Iran, muslimah-muslimah juga mampu mempersembahkan hal serupa.

Kalau AS dan Eropa memiliki segudang negarawan dan politikus yang disegani di kancah percaturan politik internasional, dunia juga mengenal melalui Iran, Islam juga mampu mencetak negarawan- negarawan dan politikus yang mampu melakukan diplomasi tingkat tinggi. Kalau AS dan Negara-negara Barat memiliki kekuatan militer yang ditakuti, dunia mengenal melalui Iran, bahwa Islam juga bisa melakukan lebih dari itu.

Inilah tujuan Imam Khomeini membentuk Republik Islam Iran, inilah sasarannya menonjolkan pelabelan Islam pada nama Negara yang didirikannya. Membangkitkan kembali izzah Islam, sejak keruntuhan kekhalifahan Turki Utsmani. Inilah yang kemudian membuat musuh-musuh Islam menjadi panik. Kebangkitan Islam dengan kemenangan revolusi Islam Iran sudah di depan mata, jika tidak dihentikan akan menjadi air bah yang akan menenggelamkan mereka.

Melalui media-media mainstream internasional dimulailah strategi pembusukan terhadap Iran. Iran dicitrakan sebagai negara teroris, radikal dan mengancam perdamaian dunia. Syiah melalui fatwa-fatwa ulama atas suruhan raja Arab Saudi -yang merupakan kaki tangan AS- disebut sesat, kafir dan bukan Islam. Fatwa-fatwa ulama klasik yang sudah terkubur lama, diangkat kembali meskipun tidak ada kaitannya dengan Syiah yang diyakini rakyat Iran. Fatwa Imam Syafi’i misalnya, yang dikecam adalah Rafidhi, namun teks fatwanya dipelintir untuk mengecam Syiah.

Iran dan Syiah difitnah sedemikian rupa melalui berita-berita hoax dan tuduhan-tuduhan tendensius untuk menghasut umat Islam terutama di Indonesia untuk memusuhi Iran. Jenderal Qassem Soleimani Komandan Korps Brigade Alquds yang mendapat perintah khusus dari pemimpin tertinggi Iran untuk membuka jalan demi pembebasan Alquds tidak dikenal di dunia Islam karena pengaruh AS yang mencitrakan sang Jenderal sebagai teroris nomor satu. Padahal Pemimpin HAMAS, Ismail Haniyah menggelarinya, Syahidul Alquds, yang syahid dalam membela Alquds, karena merasakan dari dekat peran perwira militer Iran tersebut dalam kemenangan-kemenangan yang dicapai HAMAS. 

Sejak keruntuhan Uni Soviet, AS merasa satu-satunya negara super power dan merasa bisa mendikte bahkan degan leluasa melanggar kedaulatan negara-negara lain. Namun ternyata tidak dengan Iran. Karena itu AS melakukan konspirasi dan ajakan untuk memusuhi Iran. Meski menderita berat dengan embargo ekonomi dan pengucilan politik, ternyata Iran masih tetap bisa survive. Kekuatan militer Iran bahkan menunjukkan tajinya dengan mampu meluluhlantakkan Ainul Assad, pangkalan militer terbesar AS di Irak, dan membuat Trump ngeri dan melunak dengan tidak ingin berkonrontasi langsung dengan Iran.

Intinya, Iran dengan Republik Islamnya bisa menunjukkan, Islam bisa menjadi kekuatan yang diperhitungkan.  Ulama-ulama Islam di Iran berhasil meyakinkan rakyatnya, bahwa Islam yang mereka usung adalah Islam yang memberi kekuatan pendorong untuk maju, bukan Islam yang sibuk dengan urusan iktilaf dan perbedaan yang akhirnya malah mengarahkan negara ke jurang kehancuran. 

Dirgahayu kemenangan revolusi Islam Iran ke-41, selamat untuk bangsa Iran.

Ismail Amin

Presiden IPI Iran 2019-2021

Perginya Jenderal Iran Pembela Alquds

Perginya Jenderal Iran Pembela Alquds

Jumat 3 Januari 2020, masyarakat dunia dihebohkan dengan meninggalnya seorang perwira senior Iran akibat serangan drone di dekat Bandara Internasional Baghdad Irak. Pentagon mengkonfirmasi serangan tersebut atas arahan langsung Presiden AS, Donald Trump. Usai terkonfirmasi Mayor Jendral Qasim Sulaemani yang menjadi target AS itu benar-benar termasuk korban jiwa dari insiden penyerangan tersebut yang dikenali dari cincin yang dikenakannya, Donald Trump mentweet foto bendera AS di akun twitternya, sebagai tanda kemenangan.

Berbeda dengan Chris Murpy, salah seorang Senator AS. Ia menilai menyerang Jenderal dari kesatuan militer resmi negara yang berdaulat adalah kesalahan fatal dan menjadi tanda ajakan untuk perang terbuka. Ia menulis di Twitternya, balasan Iran harus menjadi kekhawatiran utama AS sejak mulai hari itu. Jutaan warga AS memviralkan tagar #dearIran dengan memberi pesan kepada Iran agar wilayahnya tidak mendapat serangan balasan karena mereka tidak memilih Trump dalam Pilpres AS.

Siapa Qasim Sulaemani yang kematiannya membuat heboh warga dunia khususnya warga AS?. Qasim Sulaemani adalah perwira senior Iran yang ditunjuk langsung Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Sayid Ali Khamanei untuk mempimpin Korps Brigade Alquds, divisi khusus berisi pasukan elit yang bertanggung jawab untuk operasi ekstrateritorial dari Iran. Ia terlibat langsung di berbagai medan konflik di Timur Tengah, khususnya di Irak dan Suriah. Sesuai namanya, Brigade yang dipimpinnya bertugas menjaga Alquds termasuk situs-situs Islam di Suriah dan Irak dari ancaman penghancuran kelompok teroris. Ia membantu Hizbullah di Lebanon dalam mengatasi serangan Israil dan juga membantu HAMAS di Palestina baik bantuan militer maupun bantuan strategi untuk memenangkan pertempuran.

Ia lahir di Kerman tahun 1957 dari keluarga petani miskin. Mengawali karir kemiliterannya dengan mendaftarkan diri menjadi anggota Korps Pengawal Revolusi Islam yang di media-media Barat disebut  Islamic Revolutionary Guards Corps (IRGC) seusai kemenangan revolusi Islam Iran tahun 1979. Karena berperan penting dalam penanganan pemberontakan separatis Kurdi di Provinsi Azerbaijan Barat, ia naik pangkat secara cepat. Pada Perang Iran-Irak tahun 1980-1988, ia memimpin kompi militer dan karena kelihaiannya dalam meracik strategi, disetiap operasi yang dikomandoinya, ia berhasil merebut kembali wilayah yang diduduki Irak, dimana pada saat itu ia masih berusia 25 tahun. Oleh AS ia dipercaya terlibat dalam gagalnya ISIS di Syam dan Irak. Sulaemani diakui memberi bantuan strategi kepada Presiden Suriah Bashar Assad dalam melawan pasukan pemberontak dan merebut kembali kota yang sempat berada dalam cengkraman pemberontak. Dengan kelihaiannya dalam merancang strategi perang dan berhasil meloloskan diri dalam berbagai upaya pembunuhan dalam dua dekade terakhir, Pentagon menjulukinya, “shadow commander”.

Terus, mengapa Sulaemani dibunuh AS? Dennis Etler, seorang analis politik Amerika dalam wawancaranya dengan Press TV menjelaskan bahwa pembunuhan sang Jenderal merupakan langkah putus asa AS setelah gagal dalam semua upaya untuk mengisolasi Iran. Disebutnya, AS telah gagal berkali-kali dalam mengintimidasi Iran, mulai dari mengisolasi dengan memberlakukan embargo politik dan ekonomi, sampai pada upaya mengacaukan Iran secara internal.

Trump sudah diujung tanduk. Ia sedang berusaha mencari simpatik warga AS ditengah ancaman pemakzulan dirinya. Ia mengira dengan membunuh Jenderal Iran yang banyak menggagalkan misi AS di Timur Tengah ia menjadi disegani dan diakui. Yang dilakukan Trump justru telah meningkatkan ketegangan di Timur Tengah ke tingkat yang lebih parah. Ia telah mengambil keputusan fatal dengan memerintahkan membunuh orang berpengaruh kedua di Iran setelah Ayatullah Ali Khamanei. Para pengamat menganalisa, perang dunia ketiga bisa saja terjadi, jika para pemimpin negara-negara besar tidak hati-hati bertindak.

Satu hal penting lainnya, kematian Mayor Jenderal Qasim Sulaemani atas perintah Trump membuka mata dunia. Bahwa kebencian dan permusuhan AS terhadap Iran bukan main-main, bukan sandiwara apalagi settingan sebagaimana sering dikampanyekan sebagian orang. Mungkin di dunia Islam namanya kurang dikenal, karena selain ia bekerja dalam senyap, juga karena kerja-kerja Amerika dan Israel berhasil merusak citra Iran melalui penguasaan media. Namun bagi rakyat Palestina, Irak dan Syam, dia adalah ksatria, dia adalah pembela dan pahlawan mereka. Kematiannya menggerakkan jutaan rakyat Irak menyerbu Kedutaan Besar AS di Baghdad. Gedung Putih segera memerintahkan warga AS untuk keluar dari Irak.

Sebagaimana jabatan yang diberikan Pemimpin Besar Iran padanya, sebagai Komandan Brigade Al Quds, Sulaemani telah menjaga Al Quds seperti menjaga nyawanya. Petinggi-petinggi HAMAS Palestina setiap mengelu-elukan dan berterimakasih pada Sulaemani, ia berkata, “Berterimakasihlah pada Sayid Ali Khamanei yang telah memberi tugas mulia ini padaku”. Tidak jarang, petinggi HAMAS ke Iran hanya untuk menyampaikan terimakasih langsung pada Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamanei. Tidak banyak yang tahu ini, karena konsumsi beritanya hanyalah kantor-kantor berita yang berafiliasi pada kepentingan AS dan Zionis. Yang memang bertanggungjawab merusak citra Iran di dunia Islam.

Selamat jalan Jenderal Besar. Darahmu yang tertumpah akan membunyikan lonceng kematian bagi kepongahan Amerika Serikat.

Ismail Amin

Presiden Ikatan Pelajar Indonesia (IPI) Iran 2019-2021

Bagaimana Iran Memperingati Maulid Nabi Muhammad saw?

Bagaimana Iran Memperingati Maulid Nabi Muhammad saw?

Iran dengan nama lengkap Republik Islam Iran jelas sangat mengagungkan Nabi Muhammad saw. Sebagai pembawa Islam dan penghulu para Nabi, Nabi Muhammad saw di mata orang-orang Iran begitu sangat istimewa. Muhammad adalah diantara nama yang sangat populer di Iran.

Bagi yang pernah ke Iran, akan dengan mudah melihat tulisan dan kaligrafi bertuliskan Muhammad dan tulisan salawat atasnya. Bukan hanya tertera di ornamen masjid, tapi juga di hotel, diperkantoran, dinding-dinding sekolah bahkan di halte bis maupun di tembok-tembok di jalan umum. Lantunan salawat dapat dengan mudah terdengar dari lisan orang-orang Iran. Supir yang membawa kendaraan umum sesaat sebelum berangkat akan meminta para penumpangnya bersalawat terlebih dahulu. Pembaca berita di tv dan radio-radio Iran mengawali berita yang dibacanya dengan bersalawat terlebih dulu. Murid-murid sekolah sebelum memulai pelajaran mengawalinya dengan salawat serentak, bahkan diarena olahraga sekalipun, pertandingan diawali dengan salawat lebih dulu. 

Kecintaan dan kerinduan pada Nabipun diekspresikan bangsa Iran dengan telah membuat film kolosal yang menceritakan biografi Nabi Muhammad saw di masa kecil. Produksi yang menghabiskan anggaran yang memecahkan rekor negaranya dan disutradarai oleh Majid Majidi, sutradara terbaik Iran dan nomine piala Oscar, film Mohammad, Messenger of God memecahkan rekor box office domestik. Belum ada film yang begitu sangat populer di Iran dan bertengger lama di box office domestik selama berbulan-bulan, kecuali film yang mengisahkan masa kecil Nabi Muhammad saw tersebut. 

Terus, bagaimana Iran memperingati Maulid Nabi Muhammad saw?. Berbeda dengan negara Islam lainnya, yang secara resmi memperingati Maulid Nabi hanya di hari 12 Rabiul Awal sebagaimana keyakinan mayoritas umat Islam, Nabi Muhammad saw lahir di tanggal tersebut, Iran memperingati maulid Nabi secara resmi selama sepekan. Peringatan Maulid dimulai dari 12 Rabiul Awal sampai 17 Rabiul Awal. Dalam keyakinan umat Islam Syiah -mazhab yang mayoritas di Iran- Nabi Muhammad saw lahir pada 17 Rabiul Awal. Sehingga dengan memberikan penghargaan pada dua pendapat ini, Pemerintah Iran secara resmi memperingati keduanya dan menamakan hari-hari peringatan maulid tersebut dengan nama Pekan Persatuan Islam, dalam bahasa setempat disebut Hafteh Wahdat

Selama sepekan tersebut jalan-jalan dan ruang-ruang publik terisi oleh kaligrafi bertuliskan Muhammad dan pesan-pesan persatuan Islam. Peringatan Maulid Nabi dijadikan bangsa Iran sebagai momentum menyerukan kampanye persatuan Islam. Bahwa semua umat Islam apapun mazhabnya, porosnya ada pada kecintaan kepada Nabiullah Muhammad saw.

Diantara agenda besar di Pekan Persatuan Islam, adalah diadakannya Konferensi Internasional Persatuan Islam. Konferensi yang mengundang ratusan ulama, tokoh politik, cendekiawan dan akademisi dari 90 negara dunia tersebut digelar setiap tahunnya di Iran, dan pada tahun ini telah terselenggara untuk yang ke-33 kalinya. Sepanjang penyelenggaraannya, Indonesia tiap tahunnya rutin mengirimkan delegasi. Konferensi Persatuan Islam tahun ini yang mengusung tema   “Persatuan Umat Islam untuk Membela Masjid Al-Aqsa” kembali dibuka oleh Presiden Republik Islam Iran pada Kamis, (14/11). Dalam pidato sambutannya Presiden Rouhani menyebut Palestina dan al-Quds sebagai prioritas utama dunia Muslim. Dia mengatakan, musuh-musuh dunia Islam ingin agar umat Islam  melupakan masalah Palestina.

Di sela-sela konferensi, diselenggarakan salat wajib berjamaah, yang bergantian, kadang ulama Sunni yang menjadi imam, kadang dari ulama Syiah.

Para peserta konferensi juga diagendakan untuk mengunjungi makam Imam Khomeini, untuk memberi penghormatan kepada pendiri Republik Islam Iran dan inspirator diadakannya Konferensi Internasional Persatuan Islam pada Pekan Persatuan Islam dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad saw.

Melihat ulama-ulama Sunni dari berbagai negara Islam memberi penghormatan kepada makam Imam Khomeini yang merupakan ulama Syiah, menunjukkan hakekatnya Sunni dan Syiah saling menghargai. Konspirasi dan provokasi pihak musuhlah yang mencitrakan Sunni dan Syiah itu bermusuhan dan harus dibuatkan konflik antar keduanya.

Terlebih lagi pada puncak acara dari Konferensi Persatuan Islam, yaitu saat bertemunya tamu konferensi dengan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Sayid Ali Khamanei, kerap kali diwarnai suasana yang jauh lebih mengharukan, yaitu saling berangkulannya antara ulama Sunni dan ulama Syiah. Habib Ali Zainal Abidin al Jufri, ulama kharismatik kelahiran Jeddah Arab Saudi pernah berkata, “Musuh kalian yang sebenarnya adalah mereka yang meyakinkan kalian Sunni dan Syiah bermusuhan.”

Beginilah suasana memperingati Maulid Nabi di Iran, yang memberi kesejukan dan mengirimkan pesan kepenjuru dunia, bahwa kekuatan Islam sebenarnya terletak pada persatuan umatnya. Umat yang disatukan oleh kecintaan kepada Baginda Nabi Muhammad saw.

Selamat memperingati hari lahirnya manusia agung, Nabi Besar Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa ‘ala Aaali Muhammad. 

Belajar Nasionalisme dari Iran

Belajar Nasionalisme dari Iran

Imam Khomeini aslinya adalah seorang ulama Islam, namun melalui Republik Islam Iran yang didirikannya, ia bukan hanya membangun rasa cinta rakyat Iran pada Islam namun juga menumbuhkan semangat nasionalisme pada bangsanya. Republik Islam Iran berdiri lebih muda 34 tahun dari Republik Indonesia, namun laju percepatannya baik dari segi pembangunan infrastruktur maupun ketangguhan ekonomi dan tekhnologinya bisa dikatakan menyaingi Indonesia, belum lagi Iran sempat mengalami krisis dahsyat akibat perang 8 tahun menghadapi arogansi Irak dibawah Saddam Husain. 


Di bidang politik, di 40 tahun usianya Iran telah mengalami kematangan yang mencengangkan. Iran diakui kawan maupun lawan, memiliki pengaruh besar di Timur Tengah. Iran bahkan duduk sejajar dengan negara-negara besar Eropa maupun dengan Amerika Serikat dalam penentuan kebijakan-kebijakan internasional. Melalui langkah-langkah diplomasi yang elegan, Iran melenggang di panggung internasional sebagai salah satu kekuatan dunia yang diperhitungkan. 


Kesemua keberhasilan itu, bermula dari kepiawaian Imam Khomeini beserta murid-muridnya meramu Islam sebagai kekuatan pendobrak yang menghancurkan arogansi asing yang mendiktekan kemauannya pada bangsa Iran. Dan menjadi jauh lebih dasyhat setelah dicampurkan dengan semangat nasionalisme yang tinggi. Iran sejak ribuan tahun silam telah dikenal sebagai bangsa yang besar. Diantara bangsa yang memiliki peradaban yang mempengaruhi banyak bangsa-bangsa. Meski telah berubah menjadi negara bersistem Republik Islam dan meninggalkan sistem kekaisaran, nasionalisme bangsa Iran malah semakin menjadi-jadi. Tampak ada kecenderungan yang berbeda dengan yang diyakini sebagian aktivis Islam di Indonesia. Mereka mengkampanyekan Islam dan nasionalisme berada pada kutub yang berbeda sehingga sulit untuk disatukan. 


Iran membuktikan diri, semangat nasionalisme senafas dengan pesan dan prinsip Islam. Kita bisa banyak belajar dari Iran, khususnya metode menumbuhkan semangat patriotisme dan nasionalisme yang sedikit banyak belakangan ini tampak mulai memudar dikalangan generasi muda bangsa. 


Kepatuhan pada Pemimpin


Hal yang menakjubkan dari Iran dan diakui oleh dunia internasional, adalah kepatuhan rakyat pada pemimpinnya. Sejak berdirinya sampai saat ini, musuh-musuh Republik Islam Iran baik dari dalam maupun dari luar telah menjalankan banyak agenda dan melakukan berbagai bentuk propaganda untuk menimbulkan kebencian dan kejenuhan rakyat Iran pada pemimpinnya. Namun kesemua langkah yang telah ditempuh tidak ada yang berhasil. Rakyat Iran bukan hanya patuh, namun benar-benar mencintai bahkan mengidolakan pemimpinnya. Gambar dan foto Ayatullah Ali Khamanei sebagai pemimpin tertinggi di Iran saat ini bukan hanya terpasang di kantor-kantor, sekolah dan instansi-instansi pemerintahan namun juga di rumah-rumah warga. Bahkan dengan sangat mudah didapati poster besar Imam Khomeini yang disandingkan dengan Ayatullah Ali Khamanei di dinding-dinding kota, di tembok-tembok, di halte-halte bis dan diruang publik lainnya. Sebaliknya di Indonesia, telah berlalu sejumlah presiden, dan kesemuanya tidak luput dari hujatan publik. 


Semangat Bela Negara yang Tinggi


Nasionalisme dan semangat bela negara telah dibuktikan rakyat Iran saat perang Irak-Iran yang berlangsung selama 8 tahun. Dengan kekuatan senjata seadanya, rakyat Iran berhasil mempertahankan wilayahnya dari ekspansi rezim Saddam Husein. Tidak sedikit warga sipil yang turut membela negara gugur di medan perang. Iran menerapkan wajib militer bagi warganya selama 2 tahun. Saat pendidikan militer, peserta didik tidak hanya diajari tangkas dan militan, tetapi juga diberi wawasan kebangsaan secara komprehensif. Hal itu memberi pengaruh besar pada mindset setiap generasinya. Berbeda dengan di Indonesia, bendera merah putih terkadang baru bisa kita temui ramai berkibar hanya pada momentum Agustus, di Iran bendera nasionalnya hampir disetiap titik keramaian selalu ditemui berkibar. 


Mencintai dan Menghargai Jasa Pahlawan


Para pahlawan di Iran (khususnya yang gugur dalam perang Irak-Iran) memiliki tempat yang sangat istimewa, bagi yang masih hidup mendapat banyak peristimewaan dan kekhususan yang didapatkan. Bagi yang telah meninggal dunia, apalagi yang gugur di medan tempur, maka keluarganya yang mendapatkan keistimewaan itu. Anak-anak dari pahlawan yang gugur, dijamin pendidikannya oleh pemerintah dengan mendapat beasiswa sepenuhnya sampai jenjang pendidikan di perguruan tinggi. Mereka juga akan mudah mendapatkan akses pekerjaan dipemerintahan. Keluarga yang ditinggalkan, akan mendapat jaminan pemerintah untuk tetap mendapatkan kehidupan yang layak. Gambar-gambar pahlawan Iran sangat mudah ditemui terpajang di titik-titik keramaian. Karenanya, tidak mengherankan, setiap anak-anak di Iran di tanya mengenai cita-citanya, mereka akan menjawab, bercita-cita menjadi pahlawan. 


Kemandirian Ekonomi 


Hal lain yang bisa dicontoh adalah cinta pada produk dalam negeri. Kesepakatan sejumlah negara besar menetapkan embargo ekonomi pada Iran sedikit banyaknya membawa keberuntungan. Iran dipaksa membuat produk dalam negeri sendiri. Hanya dalam kurun waktu 3 dasawarsa, perekonomian Iran bangkit dan menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Saat ini bukan hanya mampu memproduksi kendaraan sendiri, Iran bahkan telah memiliki satelit yang pengoperasiannya dilakukan secara mandiri, tanpa bantuan negara lain. 


Cinta Tanah Air


Cinta tanah air bagi rakyat Iran, bukan hanya diwujudkan dengan kesiapan untuk membela dan memperjuangkan kedaulatan tanah air dari ronrongan negara lain, namun juga bagaimana membuat prestasi yang dapat mengharumkan nama bangsa di dunia internasional. Prestasi Iran didunia internasional telah mulai diukir mulai dari tingkat remaja, bukan hanya berprestasi ditingkat penemuan-penemuan ilmiah, namun juga di cabang olahraga. Laki-laki dan perempuan Iran haus akan prestasi. Mereka saling berlomba-lomba menjadi yang terbaik dan memberikan kebanggaan pada negaranya. 


Meski demikian, sebaik-baiknya Iran dengan semua hal positif yang dimilikinya, Indonesia tetaplah negara dan tempat yang terbaik bagi kita sebagai warga negara Indonesia. Semua hal baik yang ada pada negara lain, bisa kita pelajari dan amalkan untuk juga menjadikan negara kita diperhitungkan posisinya. Tidak ada kata terlambat, mari tetap mencintai dan bangga sebagai bangsa Indonesia.


Ismail Amin 

Presiden IPI Iran 2019-2021