Delegasi Indonesia Harumkan Indonesia di MTQ Internasional Iran

Delegasi Indonesia Harumkan Indonesia di MTQ Internasional Iran

Berlangsung selama 6 hari sejak dibuka Senin (8/4) sampai ditutup Minggu (14/4) Musabaqah Tilawatil Quran Internasional XXXIV di kota Tehran ibukota Republik Islam Iran diikuti oleh 5 delegasi Indonesia untuk berbagai kategori. MTQ yang berlangsung di Mushallah Imam Khomeini Tehran tersebut telah menjadi agenda rutin Pemerintah Republik Islam Iran yang dibawahi oleh Darul Quran Republik Islam Iran.

Adapun Indonesia diwakili oleh Ummu Habibabh Rochim (28) dari Provinsi Jawa Timur, Salman Amrillah (31) dari provinsi Jawa Barat, Muhammad Rifqi Hawari (13) dari Kepulauan Riau, Muhammad Khaerrurozzaq (17) dari Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Sidiq Mulyana dari Provinsi Jawa Barat. Dalam wawancarannya dengan media Iran setempat yang diterjemahkan oleh Firmansyah al-Jibran, Muhammad Rifqi Hawari menuturkan rasa bangganya telah menjadi delegasi Indonesia dalam MTQ Internasional tersebut. “Meskipun ini pengalaman pertama kali saya mengikuti MTQ Internasional tapi saya pribadi percaya diri mampu berkompetisi dengan qari dari berbagai negara. Saya juga merasa nyaman dengan kompetisi ini karena penyelenggaranya sangat ramah dan menyambut kami dengan senang, yang mereka sebut peserta dari negara muslim terbesar di dunia.” Ungkap pelajar asal Kepulauan Riau tersebut.

Sementara Muhammad Khaerrurozzaq  menuturkan pandangannya dengan mengatakan, “MTQ ini bagi saya sangat istimewa karena diselenggarakan di Republik Isla m Iran yang pandangan awal saya merupakan negara misterius karena tertutup dari dunia luar. Awalnya saya bahkan khawatir dan bingung ketika diutus untuk berangkat ke Iran. Namun karena rasa penasaran, membuatku menguatkan diri. Ternyata, melihat langsung Iran dan bukan hanya mengenalnya dari pemberitaan membuatku takjub dengan nuansa Islami Iran. Ternyata Iran tidak sebagaimana yang diisukan selama ini.”

Muhammad Rifqi Hawari dan Muhammad Khaerrurozzaq diantara delegasi Indonesia yang masuk putaran final pada kategori hafizh dan tilawah cabang remaja. Dua anak emas asuhan Ustad Mahadi Rahman yang telah banyak menamatkan qari dan qariah di Kepulauan Riau tersebut, sebelumnya telah meraih berbagai penghargaan MTQ baik ditingkat regional maupun nasional. Pada pengumuman hasil pemenang, pada acara penutupan Minggu (14/4), setelah bersaing dengan hafiz dan qari dari Suriah, Kenya, Iran dan Chad, Muhammad Rifqi Hawari diumumkan berhasil meraih juara 3 kategori tilawah tingkat pelajar.

Pada kategori Fahmil Qur’an tingkat santri, Sidiq Mulyana asal Jawa Barat juga meraih juara 3. Sementara prestasi lebih membanggakan lainnya dipersembahkan Salman Amrillah dengan meraih juara I pada kategori tilawah tingkat dewasa mengalahkan pesaing dari Iran, Irak, Mesir dan Malaysia di putaran final.  Ratusan Qari dan Qariah, Hafiz dan Hafizah dari 83 negara dunia disebutkan berpartisipasi dalam MTQ Internasional ini. Pada acara penutupan turut hadir mantan Menteri Agama RI Prof. Dr. Said Agil Husin Al Munawar yang turut memberi selamat dan penghargaan pada Salman Amrillah yang telah berhasil mengharumkan nama bangsa di dunia internasional. (JF)

Semaraknya Peringatan Hari Alam di Iran bersama KBRI Tehran

Semaraknya Peringatan Hari Alam di Iran bersama KBRI Tehran

Iran dengan sejarah besar peradabannya dikenal memiliki banyak fitur budaya dan tradisi yang telah terjaga ribuan tahun dan tetap mereka rawat sampai hari ini. Diantara perayaan tradisi nasional dari masyarakat Iran yang sampai hari ini masih lestari adalah perayaan 13 Farvardin, yang oleh warga setempat disebut Sizdah Bedar.

Tradisi “Sizdah Bedar” ini telah berlangsung turun temurun selama ribuan tahun dan oleh Pemerintah Iran diadopsi menjadi hari nasional dengan sebutan Hari Alam. Pada hari tersebut, masyarakat Iran meninggalkan rumah dan melakukan piknik dan rekreasi di alam terbuka sampai menjelang sore.

Sizdah Bedar sendiri berasal dari bahasa Persia. Sizdah sendiri berarti tiga belas, dan Bedar artinya ke pintu atau rumah. Maksudnya, pada tanggal 13 Farvardin (Farvardin adalah bulan pertama dari Kalender Persia) orang-orang akan meninggalkan rumah menuju alam terbuka.

Menurut para sejarawan Iran, tanggal 13 dipilih sebagai penutup dan penyempurna dari dua belas hari pertama di awal tahun baru untuk mengawali hari-hari berikutnya. 13 Farvardin adalah penutup dari rangkaian peringatan Novrouz (tahun baru) yang kedua belas hari itu merupakan hari-hari libur di Iran.

Turut ikut menyemarakkan perayaan Hari Alam, KBRI Tehran mengundang masyarakat Indonesia di Iran untuk turut menikmati alam terbuka. Bertempat di Parvaz Park (Fly Land) di pinggiran kota Tehran yang berbatasan dengan pegunungan Alborz pada Selasa (2/4). Seratusan lebih WNI yang didominasi pelajar dan mahasiswa bersama dengan pejabat dan staff KBRI Tehran telah berkumpul di taman sejak pukul 9 pagi. Mereka berdatangan dari beberapa kota di Iran seperti dari Qom, Masyhad, Ghurghan, Kish dan Tehran sendiri.

Diawali dengan sambutan Kepala Duta Besar Indonesia untuk Iran Bapak Octavino Alimuddin. Dalam sambutannya, bapak Octavino memuji tradisi masyarakat Iran tersebut yang menurutnya bisa kita adopsi untuk juga turut mencintai dan menghargai alam. 

Rangkaian acara selanjutnya, doa yang dipimpin Syarif Hidayatullah (Presiden IPI Iran tahun 2016-2017), sarapan, senam yang dikomandoi Atase Pertahanan KBRI Tehran Kolonel Marinir Harwin Dicky Wijanarko serta jalan kaki bersama mengitari taman. Sepanjang taman, terlihat aktivitas orang-orang Iran yang menyiapkan peralatan masak dan bahan bakunya untuk dimasak di alam terbuka dan disantap bersama.

Setelah kurang lebih dua jam berjalan kaki mengitari dan menikmati keindahan kota Tehran dari ketinggian, pukul 12 siang dilanjutkan dengan makan siang bersama. Foto bersama menutup rangkaian acara KBRI Tehran bersama masyarakat Indonesia di Iran tersebut. Sementara masyakarat Iran sendiri masih tetap berada di taman sampai malam menjelang.

Mengutip dari Kantor Berita Parstoday, Peringatan Hari Alam di Iran adalah bagian dari penyadaran ekologis yang berpijak dari khazanah kebudayaan yang telah berusia ribuan tahun. Dan masyarakat Indonesia di Iran, juga turut efouria merasakan kesemarakannya.

Berikut foto-foto selengkapnya: 

 

 

IPI Iran Sukses Gelar MUBES IPI Iran VIII

IPI Iran Sukses Gelar MUBES IPI Iran VIII

Perhelatan akbar Ikatan Pelajar Indonesia (IPI) Iran MUBES VIII telah berakhir, berjalan lancar dan sukses, Dibuka oleh Kepala Duta Besar Republik Indonesia untuk Iran bapak Octavino Alimuddin Rabu (20/3) pukul 10.00 seusai memberi sambutan. Turut memberikan sambutan sebelumnya Atase Pertahanan KBRI Tehran Kolonel Marinir Harwin Dicky Wijanarko, Presiden IPI Iran 2018-2019 Muhammad Ghiffari dan Ketua Panitia MUBES Aqilah Zainab. Hadir sekitar 35 peserta MUBES yang berasal dari berbagai wiliyah di Iran seperti dari Tehran, Masyhad, Esfahan, Qom, Larestan, Syiraz dan Kish.

Seusai dibuka oleh DUBES, sarapan dan foto bersama, agenda pertama MUBES yang berlangsung di aula serba guna kantor KBRI Tehran tersebut langsung dimulai dan diawali dengan agenda pembahasan Tata Tertib MUBES IPI Iran VIII yang dipimpin oleh kordinator Stering Commite Kamaruddin Pati. Berlansung alot, pembahasan Tata Tertib menghabiskan waktu dua jam sehingga harus di skorsing untuk istrahat, salat dan makan siang. Usai pembahasan Tata Tertib, kelanjutan MUBES dipimpin oleh Presidium Sidang yang dipilih oleh peserta, Laode Abdul Janat mahasiswa Universitas Ahlulbait Tehran dan Laila Rahma, mahasiswi kedokteran Tehran University of Medical Science.

Agenda berikutnya adalah evaluasi laporan kerja Badan Pengurus Harian IPI Iran periode 2018-2019. Tampil kurang lebih sejam secara bergiliran Presiden IPI Iran Muhammad Ghiffari, Sekretaris Salsabilla Kemangi Ur Rachman, Bendahara M. Alhusaini Ba’bud, Kepala Departemen Kajian Strategis dan Intelektual Ismail Amin, Kepala Departemen HUMAS dan Media Dzikri al-Jihad, Departeman SDM dan Kelembagaan yang diwakili oleh Zainab az-Zahra. Sementara Wapres Behesty Zahra dan Kepala Departemen Pendidikan, Sosial dan Budaya Andi Ahmad Kasyfi yang sedang berada di tanah air hadir secara online via Skype pada agenda ini. Dengan realisasi program kerja mencapai 75%, peserta MUBES menyatakan LPJ Kepengurusan IPI Iran 2018-2019 dinyatakan diterima, setelah sebelumnya sejumlah peserta MUBES menyampaikan saran dan kritikannya.

Agenda-agenda sidang berikutnya tidak kalah alotnya, pembahasan AD/ART, GBHO dan rekomendasi berlangsung sampai pukul 19.00. Ada beberapa pasal yang mengalami amandemen dan perbaikan, diantaranya disepakati MUBES akan dilaksanakan setiap dua tahun sekali. Agenda sidang selanjutnya dilanjutkan di rumah dinas Atase Pertahanan KBRI Tehran bapak Kolonel Harwin Dicky Wijanarko yang mengundang seluruh peserta MUBES untuk makan malam bersama.

Sebelum menyantap makan malam, Kolonel Harwin sempat berbagi pengalaman saat bertugas di Sudan dan Liberia. Bertugas dikemilteran TNI angkatan laut, ia menceritakan suka duka saat harus menjalankan tugas negara di luar negeri, jauh dari keluarga dan menemukan banyak kebiasaan yang berbeda dengan kehidupan keseharian di tanah air. Pukul 22.00 agenda pembahasan tata tertib dan mekanisme pemilihan Presiden IPI Iran dimulai. Dikarenakan, tidak ada yang mencalonkan diri sebagai calon presiden, maka peserta MUBES mengajukan calonnya masing-masing. Terjaring sejumlah nama diantaranya: Muhammad Ghiffari, Ismail Amin, Laode Abdul Janat, Kamaruddin Pati, Aqilah Zainab, Laila Rahma, Muhammad Jawad, Jodi Firmansyah dan Muhammad Mehdi. Dari kesejumlah nama tersebut, setelah melalui penyeleksian sesuai persyaratan dan menanyakan kesediaan untuk dicalonkan, tersisa dua nama Ismail Amin dan Laode Abdul Janat.

Sebelum dilakukan proses pemilihan, Ismail Amin sempat menyatakan pengunduran diri untuk tidak mengikuti proses pemilihan namun dikarenakan pengunduran dirinya ditolak maka berlangsunglah proses pemilihan Presiden melalui voting. Dari 33 suara, Ismail Amin meraup 21 suara, Abdul Janat 11 suara, dan satu suara tidak sah. Unggul dari Abdul Janat, Ismail Amin dinyatakan menjadi Presiden IPI Iran 2019-2021. Setelah konsideran penetapan MUBES IPI Iran VIII mengenai pengangkatan Presiden IPI Iran dibacakan Laila Rahma, Ismail Amin pun menyampaikan orasi pertamanya. Dalam orasinya, mahasiswa Universitas al-Mustafa Qom tersebut menyatakan melalui kerjasama dan kolaborasi seluruh anggota IPI Iran, ia optimis IPI Iran akan bisa memberi kontribusi lebih baik buat pelajar Indonesia di Iran khususnya, dan masyarakat Indonesia umumnya.

Tepat pukul 1.30 dini hari MUBES IPI Iran VIII dinyatakan selesai dan dilakukan foto bersama yang menutup perhelatan akbar IPI Iran tersebut. Salam kolaborasi 🙂

IPI Iran Bahas Identitas Sejati Perempuan di Era Kontemporer

IPI Iran Bahas Identitas Sejati Perempuan di Era Kontemporer

Bertempat di Gedung Kebudayaan Haram Imam Ali Ridha as kota Masyhad Republik Islam Iran, Departemen Sosial Budaya Ikatan Pelajar Indonesia Iran (IPI) Iran periode 2018-2019 menggelar Seminar Internasional “The True Identity of Woman in Contemporary Era”. Acara yang berlangsung selama dua hari 7-8 Maret 2019 tersebut dibuka oleh Kepala Duta Besar Indonesia untuk Iran Octavino Alimuddin.

Dalam sambutannya, Dubes Indonesia tersebut menegaskan pentingnya perempuan untuk juga terlibat dalam urusan publik tidak hanya dalam lingkup domestik rumah tangga. “Kita bisa belajar banyak dari kaum perempuan di Iran. Banyak peneliti di Iran dari kaum perempuan, menunjukkan mereka tidak hanya menghabiskan waktu di pusat-pusat perbelenjaan, namun juga aktif dalam bidang pendidikan dan penelitian. Diluar itu mereka tetap tidak melalaikan tanggungjawabnya dalam kehidupan rumah tangga mereka.” Ungkap Octavino.

Lebih lanjut Octavino menyambut baik penyelenggaraan seminar tersebut. Menurutnya seminar tersebut tidak hanya memberikan pencerahan namun juga memperat hubungan antar bangsa dengan adanya interaksi ilmiah dan diskusi bersama.

Usai menyampaikan sambutannya, didampingi Presiden IPI Iran 2018-2019 Muhammad Ghiffari, Kedubes Indonesia Iran Octavino Alimuddin menggunting pita sebagai simbol seminar internesional perempuan tersebut resmi dibuka.

Turut memberi sambutan, Kepala Departemen Kebudayaan dan Hubungan Internasional  Astan Quds DR. Hasyemi Nejad dan Kepala Maktab Nargis Universitas Internasional al-Mustafa DR. Shateshtekhooi.

Pada hari pertama, hadir sebagai pembicara utama, DR. Allamal Huda peneliti di Islamic Research Foundation Masyhad dan DR. Mujdeghan Sukhooi pengajar di Universitas Islam Azad Iran. Seminar berlangsung dari pukul 8.00 sampai 14.00 waktu setempat. Pada seminar ini juga terdapat sesi diskusi terbuka yang semua peserta dibagi beberapa kellompok kemudian membahas problematika wanita modern dari berbagai penjuru dunia. Hasil diskusi pada hari pertama akan dipresentasekan pada hari berikutnya.

Ketua panitia seminar, Suroyya Salehah dalam penyampaiannya mengatakan pentingnya tema “Identitas Sejati Perempuan di Era Kontemporer” diangkat dan diskusikan dikarenakan banyak fenomena sosial yang terjadi pada era modern dikarenakan terjadinya krisis identitas pada kaum perempuan.

Mahasiswi jurusan filsafat-teologi Maktab Nargis Universitas Internasional al-Mustafa Masyhad tersebut lebih lanjut menyebut penyelenggaraan seminar tersebut diharapkan akan menjadi sarana yang mampu merumuskan solusi secara kongkret atas persoalan-persoalan yang kerap dihadapi wanita serta menjelaskan kembali tentang kesetaraan gender antara pria dan wanita.

Disebutkan seminar tersebut tidak hanya dihadiri mahasiswa Indonesia di Masyhad namun juga dari mahasiswa asing lainnya, seperti mahasiswa India, Pakistan, Afghanistan, Azerbaijan, Turki, Aljazair, Thailand, Afrika, Arab Saudi, Lebanon dan Cina.

IPI Iran akan Gelar Seminar Internasional di Mashhad

IPI Iran akan Gelar Seminar Internasional di Mashhad

Departemen Sosial Budaya Ikatan Pelajar Indonesia (IPI) Iran priode 2018-2019 akan menyelenggarakan Seminar International “The True Identity of Woman in Contemporary Era” di Mashhad, timur laut Republik Islam Iran.

Seminar yang akan mengupas secara mendalam mengenai identitas asli wanita dari berbagai aspek khususnya Islam dan sosiologi ini akan digelar selama dua hari, Kamis-Jumat, 7-8 Maret 2019 di Gedung Kebudayaan Imam Ali Ridha as.

“The True Identity of Woman in Contemporary Era” akan diisi oleh para pakar dan peneliti terkemuka dalam rangka menemukan solusi atas beragam problem yang dihadapi kaum hawa seperti penerapan stigma buruk terhadap wanita, pelecehan fisik dan verbal, misogini, perilaku ketidakadilan terhadap wanita, kekerasan dan berbagai persoalan serupa lainnya.

Menurut Humas Panitia Seminar Zainab Zahra, Duta Besar Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Republik Islam Iran Octavino Alimudin akan memberikan sambutan dalam senimar yang bertujuan membangkitkan kesadaran peran wanita terhadap nilai budaya, masyarakat dan kemajuan bangsa ini.

Seminar yang mengupas “Identitas Sejati Perempuan di Era Kontemporer” tersebut juga diharapkan akan menjadi sarana yang mampu merumuskan solusi secara kongkret atas persoalan-persoalan yang kerap dihadapi wanita serta menjelaskan kembali tentang kesetaraan gender antara pria dan wanita.

Selain itu, melalui seminar yang akan dihadiri oleh mahasiswa Indonesia, India, Pakistan, Afghanistan, Azerbaijan, Turki, Aljazair, Thailand, Afrika, Arab Saudi, Lebanon dan Cina ini, wanita diharapkan akan lebih mengenal kembali keistimewaan dirinya, menerapkan peran dan tugasnya sesuai dengan kodrat wanita dan menyebarluaskan nilai positif sebagai seorang wanita.