Belajar dari Kasus Iran, IPI Iran Imbau Warga Patuhi Pemerintah

Belajar dari Kasus Iran, IPI Iran Imbau Warga Patuhi Pemerintah

Sejak kasus pertama COVID 19 ditemukan pemerintah Iran di kota Qom pada 19 Februari 2020 selama sebulan peningkatan kasus melonjak sedemikian cepat dan saat ini (pertanggal 21 Maret 2020) Kementerian Kesehatan Iran menyebutkan ada total 20.610 kasus, 1.556 meninggal dunia dan 7.635 yang berhasil dipulihkan. Dengan data ini, Iran tercatat sebagai salah satu negara dengan kasus kematian tertinggi di luar Tiongkok.

Faktor yang menyebabkan kasus terinfeksi COVID 19 di Iran begitu tinggi, diantaranya penyelenggaraan Pemilihan Umum dua hari setelah kasus pertama COVID 19 diumumkan, kebijakan pemerintah yang menolak melakukan lockdown sebagaimana di negara lain yang berhasil menekan laju penyebaran wabah, mobilitas warga yang tetap tinggi dengan tetap beraktivitas di luar rumah dan perayaan tahun baru Persia yang membuat warga tetap cenderung melakukan kerumunan. 

Dalam melakukan pencegahan, pemerintah Iran tidak mengambil kebijakan lockdown dengan alasan ekonomi. Dengan diberlakukannya embargo dan sanksi ekonomi dari Amerika Serikat, perekonomian Iran menjadi bergantung pada pergerakan ekonomi warganya. Pemberlakuan lockdown menurut pemerintah Iran akan menimbulkan efek baru yang jauh lebih parah, karena itu pemerintah berharap pada ketaatan warganya untuk menerapkan program social distancing dan isolasi secara mandiri. Pemerintah Iran meliburkan sekolah dan mengurangi jam kerja, untuk menghindarkan masyarakat banyak melakukan aktivitas di luar rumah. 

Untuk melakukan pencegahan, Iran juga memproduksi masker dan hand sanitizer secara massal dan membagikannya secara gratis. Dengan pelibatan militer dan kepolisian, penyemprotan cairan disinfektan rutin dilakukan setiap hari di tempat-tempat publik yang tetap aktif. Pemerintah juga aktif melakukan pengontrolan dan pemeriksaan kesehatan termasuk melakukan test corona sampai 12 ribu setiap harinya. Sementara untuk penanganan, pemerintah Iran membangun dan membuka rumah sakit darurat khusus penanganan penderita Corona. Melakukan isolasi kepada warga yang tersuspect Corona dan memproduksi obat yang disebut mampu menyembuhkan pasien terinfeksi Corona. Disebutkan obat tersebut telah menjalani proses ujicoba dan telah digunakan kepada sejumlah pasien. Pasien terinfeksi disebutkan mengalami peningkatan kondisi kesehatan dalam 2-3 hari setelah sebelumnya mengalami kondisi kritis. Bahkan disebutkan, salah seorang warga Iran, seorang nenek tua yang berusia 104 tahun dinyatakan sembuh total setelah mengkonsumsi obat tersebut dan bisa kembali ke rumah.

Dengan penanganan yang serius, Iran berhasil menyembuhkan 7.635 pasien dengan tingkat keberhasilan penyembuhan mencapai lebih dari 30%, tertinggi bahkan dari negara yang jauh lebih maju seperti Italia dan Amerika Serikat. 

Hanya saja, patut disayangkan, setiap harinya dengan kasus baru hampir selalu mencapai 1000 kasus, lebih dari 100 warga setiap 24 jam yang tidak bisa diselamatkan nyawanya. Penyebabnya adalah kekurangan layanan kesehatan seperti peralatan medis dan obat-obatan dikarenakan Iran tidak mampu melakukan belanja peralatan medis dan obat-obatan di luar negeri karena sanksi berat yang diterapkan Amerika Serikat atas Iran. Keterbatasan yang dimiliki membuat Iran tidak mampu memberikan pelayanan maksimal pada ribuan pasien yang terinfeksi Corona secara bersamaan. Karena itu, yang diharap oleh pemerintah Iran untuk menahan laju penyebaran wabah adalah ketaatan warga terhadap imbauan pemerintah, untuk tetap berdiam di rumah atau menerapkan social discanting secara ketat dan menggunakan pelindung kesehatan ketika harus ke luar rumah. Sehingga penularan lebih parah bisa dicegah. 

Belajar dari kondisi dan situasi berat yang dihadapi Iran, IPI Iran mengimbau kepada masyarakat Indonesia di tanah air untuk mengikuti arahan dan imbauan pemerintah dan otoritas kesehatan sepenuhnya. Berdiam di rumah atau menerapkan sosial distancing secara ketat ketika harus keluar rumah adalah cara terbaik untuk menghindarkan diri tertular wabah Corona dan menjadi medium tertularnya virus kepada orang lain.

Berikut imbauan IPI Iran 2019-2021 secara lengkap terkait kasus pandemi COVID 19. 

World Poetry Day – Merangkai Kata dalam Puisi

World Poetry Day – Merangkai Kata dalam Puisi

Banyak hal yang berseliweran dalam pikiran kita namun tidak cukup hanya diungkapkan secara lisan. Sedangkan pikiran atau pun rasa tersebut terasa ganjil apabila hanya dengan berbicara. Masih banyak hal yang belum dapat terungkap karena beragam ihwal. Keberanian yang lenyap seketika sebelum kita sempat mengutarakannya dan ada kemungkinan apa yang kita sampaikan tidak dapat dijangkau dalam waktu, jarak atau pun rasa.

Ada metode lain yang bisa kita gunakan dalam mengungkapkan hal yang tak dapat terungkap yakni melalui tulisan, merangkai kata-kata dalam bait yang terikat oleh irama dan rima menjadi sebuah puisi indah dan penuh makna. Tutur kata dalam puisi mampu mencakup banyak makna, suara hati sarat semantis. Banyak pujangga dunia maupun negeri yang telah menorehkan banyak karya dan puisi mereka yang tetap dinikmati hingga saat ini.

Taman

Chairil Anwar, Maret 1943

Taman punya kita berdua

tak lebar luas, kecil saja

satu tak kehilangan lain dalamnya.

Bagi kau dan aku cukuplah

Taman kembangnya tak berpuluh warna

Padang rumputnya tak berbanding permadani

halus lembut dipijak kaki.

Bagi kita bukan halangan.

Karena

dalam taman punya berdua

Kau kembang, aku kumbang

aku kumbang, kau kembang.

Kecil, penuh surya taman kita

tempat merenggut dari dunia dan ‘nusia

Kita Adalah Pemilik Sah Republik Ini

Taufik Ismail, 1966

Tidak ada pilihan lain

Kita harus

Berjalan terus

Karena berhenti atau mundur

Berarti hancur

Apakah akan kita jual keyakinan kita

Dalam pengabdian tanpa harga

Akan maukah kita duduk satu meja

Dengan para pembunuh tahun yang lalu

Dalam setiap kalimat yang berakhiran

Duli Tuanku ?

Tidak ada lagi pilihan lain

Kita harus

Berjalan terus

Kita adalah manusia bermata sayu, yang di tepi jalan

Mengacungkan tangan untuk oplet dan bus yang penuh

Kita adalah berpuluh juta yang bertahun hidup sengsara

Dipukul banjir, gunung api, kutuk dan hama

Dan bertanya-tanya inikah yang namanya merdeka

Kita yang tidak punya kepentingan dengan seribu slogan

Dan seribu pengeras suara yang hampa suara

Tidak ada lagi pilihan lain

Kita harus

Berjalan terus.

Oh Maula-Ku

karya : Yusuf Ali Agustin 

Tak ada gelap…

Tak sekelam jauh darimu

Tak ada terang

Tak secemerlang kasihmu…

Tak ada riang, di relung sukma ku…

Ketika santiranmu, mulai memudar

nan lenyap…

Kau buatku rindu, seraya

Mengobral kesemrungahan ini…

Ku berharap,

Kau tetap menjadi senja…

yang menenggelamkan semua,

termasuk nafas ini…

Kini… yang tersisa…

hanya aroma do’a tawa…

dan semerbak harum air mata… 

Ku mencari suaramu… 

Dalam keterenyuhan, penuh sanjungan…

lalu ku mencari wujudmu… 

Tetapi bukan sekedar celoteh ‘wujud’ yang mereka rundungkan… 

dan amat terus ku mencarimu… 

sehingga kuasa,merangkul

keabadian bersamamu

Oh Maula-Ku

Puisi untuk Dare

karya : sz

Serpihan lara

Inilah ketika cinta tak berpenghujung

Menggurat luka dalam sekeping hati yg kemarin sempat berangan

Membuat langkah lunglai tak bertenaga  

Membuat udara tak lagi terasa dan tatapan hambar tak bertujuan

Haruskah aku teriak merobek malam

Haruskah ku bangunkan setan-setan yg malas menggangu selembar iman

Namamu tak lagi jadi puisi dalam roman ku

Sebaliknya telah menjadi ilalang tajam yang membelah keinginan

Menunggumu rasanya membuang umur yang tersisa

Tapi jauh meninggalkan mu rasanya membuang cerita indah yang telah ada

Inilah dilema cinta yang kini jadi teman setia

Wahai malam, temanilah aku bernyanyi

Wahai udara

Koyaklah hatiku yg telah lantak

Biar sakitku semakin kentara

Matipun sambil memeluk lara

Silaturahim

karya: haidareljihad

Aku Indonesia

Kamu pun Indonesia

Begitu juga mereka, Indonesia

Kita tidak saling mengenal

Namun, di kala itu kita saling

berbagi dan memahami

Tawa-tiwi telah tergambarkan

Sedih patah hati telah terukir di hati

Saat itu, di Amman

Silaturahim itu terjadi saat itu

Silaturahim terikat kuat kala itu

Silaturahim itu menjadikan keluarga yang satu

Dan di Amman-lah

Sekeping hatiku tertinggal

Siapa Kamu

karya : haidareljihad

Tersadar langit begitu biru

Berasa dalam hati ada kamu

Tersentuh angin hari biru

Ternyata hari ini pun ada kamu

Tersedu malu aku merasakanmu

Gundahku hilang, ada kamu

Tidurku tenang, ada kamu

Setiap langkah aku pergi, ada kamu

Susah nikmatku, selalu ada kamu

Ada kamu, aku malu

Tiada kamu, aku rindu

Kamu… Akankah kita bertemu??

Indonesia,Cerdikiawan

Karya : Hamba Allah

Banyak ragam terbilang

Semua bersatu padu katanya

Indonesia memang kuat

Kuat dilawan bangsa sendiri

Bisakah kita tetap mengasihi walau membiru?

Sempatkan tuk pulang ke beranda

Kabarkan kepada siapa saja yang berkuasa

Di tanah air ini

Sebarkan tafsir pluralisme yang hakiki

Indonesia, Cerdikiawan

Menggarungi Jalan Menyatakan Mimpi

Karya : salsa

Kabut yang pekat membungkus suasana

Menutupi jalan menuju mimpi

Aku menengok kebelakang

Sadar bahwa aku telah melangkah sejauh ini

Jalanan penuh bebatuan tajam

Tanjakan terjal

Ditemani hujan es, badai, angin dan kekhawatiran

Setimbun rasa ingin tahu ku mencapai puncak impian

Membuatku lupa rasa sakit diotot ku

Lupa rasa sakit setelah ku tengok sepatu kesayangan hasil tabunganku telah berlubang hingga bisa kulihat ibu jari kaki ku berdarah

Mungkin perjalanan ini butuh istirahat

Ku telaah kehidupan bersama jujurnya kopi yang pahit

Embun itu mereda dan kulihat jalan

Hanya ada satu jalan

Hanya ada satu pilihan

Tetap ku garungi jalan itu menuju nyata nya mimpi

Kamu

Karya : unknown

Sinaran surya, hangat dirimu

Malam yang indah, langit yang megah

Mata yang binar, dihiasi bintang-bintang

Angin yang syahdu, menerbangkanku

Mengantarkan ku padamu puan

Semesta raya, merayakan dirimu

Bersemarak dekat dan penuh

Semoga riuhnya bergemuru di udara

Bertanya-tanyalah kau curiga

Dari mana asal suara

Dari sini, dari aku

Hanya itu

Karya : salsa

Ketika senja mulai menyemburatkan warnanya

Jiwa-jiwa tertunduk merenung atas apa yang sudah ia lakukan

Memikirkan hal apa yang harus mereka berikan untuk sebuah pertanggung jawaban

Langit mulai menyerap pandangan-pandangan

Dan perasaan campur aduk

Yang tak sanggup di ucap oleh bibir

Para makhluk bertekuk lutut

Tersungkur

Terbata-bata mengingat perih

Pada akhirnya, tidak ada yang tersisa

Pada akhirnya, hanya Tuhan lah itu sendiri, dengan kemurnian

Hanya itu untuk mengimani-MU yang tersimpan dalam kalbu

Puisi adalah karya sastra sarat semantik, kamu bisa membacanya berulang-ulang untuk memahami maknanya, bisa jadi ketika pertama kali kamu memembacanya dengan yang kedua kali memiliki arti berbeda. Puisi bisa dimaknai dengan berbeda tergantung ilmu pengetahuan, pengalaman ataupun pola pikir.

SELAMAT HARI PUISI INTERNASIONAL, SELAMAT BERPUISI.

Strategi Iran Berperang Melawan Corona

Strategi Iran Berperang Melawan Corona

Selasa 18 Februari 2020 Iran resmi mengkonfirmasi kasus infeksi Corona pertama di Iran yang diidap dua pasien lanjut usia di rumah sakit Kamkar Arabnia Qom, sekitar 120 km dari Tehran. Sehari kemudian dua pasien tersebut meninggal dunia. Berita kematian dua penderita Corona begitu cepat menyebar. Dikarenakan hanya berselang satu hari dari pelaksanaan Pemilu anggota parlemen yang ke-11, banyak yang percaya bahwa kematian dua pasien tersebut dengan sebab terinfeksi Corona adalah hoax untuk mengerus partisipasi publik di bilik-bilik pemungutan suara.

Kehadiran jutaan pemilih di tempat-tempat pemungutan suara, diklaim menjadi penyebab jumlah penderita infeksi Corona di Iran meningkat secara cepat. Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Sayid Ali Khamanei mengapresiasi parsipasi rakyat Iran dalam pemilu yang tidak menjadikan ketakutan terinfeksi Corona menjadi alasan tidak menggunakan hak pilih. Ia juga  meminta kepada pemerintah agar segera mengatasi penyebaran dan efek virus Corona agar tidak dimanfaatkan musuh-musuh politik Iran. 

Atas perintah tersebut, pemerintah Iran bergerak cepat. Dengan mengkampanyekan tagar “Corona akan kita kalahkan!”, pemerintah Iran membangun rasa optimis dan menjamin akan mengatasi masalah nasional oleh Corona dengan segera. Presiden Rouhani menunjuk Wakil Menkes Iran Iraj Harirchi mengepalai satuan tugas khusus mengatasi Corona, yang kemudian dikarenakan aktivitas padat, kenekatan terjun langsung ke lapangan dan disibukkan oleh agenda rapat yang tiada henti, Iraj Harirchi sendiri terpapar Corona dan harus diistrahatkan di rumah. 

Berikut langkah-langkah yang diambil pemerintah Iran dalam proyek bersama mengatasi penyebaran dan efek virus Corona:

Pertama, meliburkan sekolah-sekolah, hauzah ilmiah (pusat pendidikan keagamaan) dan kampus-kampus universitas. Mengurangi jam kerja kantor-kantor pelayanan publik. Kedua, menyediakan rumah sakit dan ambulance khusus untuk penanganan warga yang terjangkiti Corona. Di Tehran saja ditetapkan 18 rumah sakit khusus menangani pasien Corona dan 50 ambulance. 

Ketiga, Presiden Rouhani menandatangani dana khusus ‘perang melawan Corona’ sebanyak 2 Trilyun riyal. Keempat, dalam hitungan hari membangun pabrik yang mampu memproduksi 100.000 botol larutan dan 35.000 gel disinfektan pada setiap kerja. Melibatkan tentara dalam memproduksi masker dan Iran tercatat mampu memproduksi 300 ribu masker dalam setiap shift kerja. Yang kesemuanya (masker dan cairan disinfektan) dibagikan gratis ke masyarakat. Pemerintah juga mampu mengendalikan harga masker di pasaran, sehingga tidak terjadi lonjakan harga yang irasional untuk sebuah masker. 

Kelima, melibatkan tentara, polisi, dan sukarelawan dalam melakukan penyemprotan cairan disinfektan di tempat-tempat publik setiap harinya. Di stasiun, dalam kendaraan publik (bis, metro, kereta api), masjid, sekolah-sekolah, stadion olahraga dan jalan-jalan umum. 

Keenam, melakukan pemeriksaan kesehatan rutin di tempat-tempat publik dengan pelibatan santri dan mahasiswa dengan menggunakan alat khusus pendeteksi pengidap virus Corona. Ketujuh, aktif melakukan kampanye menjaga kebersihan dan kesehatan diri kepada masyarakat, melakui iklan layanan masyarakat, poster, himbauan dimedia cetak dan elektronik serta menyampaikan langsung ke masyarakat. 

Kedelapan, membuka diri menerima bantuan dan tawaran kerjasama dari negara lain dalam proyek nasional perang melawan Corona. Iran telah menerima kedatangan tim medis dari China beserta paket bantuan untuk turut menangani penyebaran dan efek mematikan virus Corona di Iran.

Kesembilan, pemerintah Iran sangat transparan terkait kasus virus Corona disaat beberapa negara lain memilih menutupi kasus dengan mengorbankan kesehatan warganya untuk keuntungan ekonomi dan tujuan politik. Penyelenggaraan Pemilu yang sisa dua hari bahkan tidak menghalangi pemerintah untuk mempublish kasus kematian pertama akibat Corona di Iran. Keterbukaan dan transparansi yang dilakukan Iran demi menjaga kesehatan warganya dimanfaatkan negara-negara luar dengan membesar-besarkan kasus Corona dengan maksud merusak perekonomian dan meningkatkan represi politik kepada Iran. Tidak terhitung berita hoax terkait virus Corona di Iran yang menjadi konsumsi publik internasional melalui  media-media mainstream dunia. 

Kesepuluh, ketersediaan informasi yang benar terkait efek virus Corona adalah kebutuhan penting masyarakat. Karena itu pemerintah Iran bertindak tegas terhadap penyebar hoax dan pihak-pihak yang sengaja menciptakan kekacauan dengan maksud mengerus kepercayaan publik kepada pemerintah. Puluhan penyebar hoax telah dijebloskan ke penjara, dan hukuman berat telah menanti. Diantara media-media anti Iran seperti BBC-Persia dan Iran International kerap memplintir dan mendistorsi berita untuk menggambarkan bahwa kondisi di Iran lebih parah dari Wuhan. Amerika Serikat sendiri memanfaatkan kasus Corona untuk lebih menghantam Iran. 

Kesebelas, pemerintah meluncurkan tiga proyek baru untuk menciptakan vaksin dan obat ampuh Corona. Para peneliti, dokter dan ilmuan Iran telah berkali-kali mendulang kesuksesan dalam memproduksi sejumlah vaksin penyakit mematikan, termasuk influenza dan penangkal virus HIV-AIDS, karenanya Iran percaya dalam waktu yang tidak lama, vaksin dan obat ampuh penangkal Corona segera ditemukan dan diproduksi besar-besaran.

Iran memang setidaknya tercatat sebagai negara dengan angka kematian akibat virus COVID-19 tertinggi di luar Tiongkok, ini karena transparansi Iran mengenai jumlah warga yang terpapar Corona dan aktifnya tim medis melakukan pengecekan kesehatan bahkan sampai rumah ke rumah, namun tetap harus dicatat bahwa pasien pengidap Corona diluar Tiongkok yang berhasil disembuhkan tertinggi juga terdapat di Iran. Dengan berhasil memulihkan lebih dari 200 penderita, tingkat keberhasilan Iran 20% masih lebih tinggi dari Korea Selatan dan Italia yang tingkat pemulihan pasien hanya di angka 0,8% dan 4,4 % dari total kasus yang ada. Belajar dari Iran, penyebaran Corona tidak semestinya disikapi secara reaktif dan pharanoid namun juga memang jangan sampai meremehkan. Virus COVID-19 tetap virus mematikan dan berbahaya, namun bukan berarti tidak bisa diatasi. 

Aktivitas masyarakat Iran masih berjalan sebagaimana mestinya. Tidak ada kota yang di karantina. Mobilitas warga tetap tinggi. Tidak ada kepanikan warga sampai harus memborong bahan makanan seolah-olah negara menghadapi musim paceklik. Media-media asing yang berkepentingan merusak ekonomi dan mencitrakan Iran negatiflah yang sibuk menyebarkan informasi hoax bahwa terjadi kekacauan di Iran bahkan Iran sudah seperti kota mati. Kehidupan masih berjalan normal di Iran, karena rakyat percaya kepada pemerintah yang benar-benar bekerja dalam memerangi Corona. Pemerintah yang tidak hanya meminta rakyatnya mengencangkan doa, namun juga mengencangkan ikhtiar untuk bersama-sama memerangi keganasan Corona. 

Badai Corona, pasti berlalu….

Ismail Amin

Presiden Ikatan Pelajar Indonesia (IPI) Iran 2019-2021

Kolaborasi dengan Gusdurian Tehran, IPI Iran Gelar Diskusi Khazanah Nusantara

Kolaborasi dengan Gusdurian Tehran, IPI Iran Gelar Diskusi Khazanah Nusantara

Bertempat di Markaz Muqadam Tehran yang menjadi tempat perkumpulan WNI di Iran, Departemen Kajian Keilmuan dan Intelektual IPI Iran bekerjasama dengan Gusdurian Tehran menggelar Dikusi Khazah Nusantara dengan tema “Menggali Khazanah Nusantara, Memperkuat Kebangsaan” Kamis (13/2). 

Dengan menghadirkan tiga pembicara Waode Zainab Zilullah Toresano, Mahasiswa Doktoral Program Pemikiran Islam Kontemporer Almustafa International University Tehran, Idin Fasisaka, Dosen Hubungan Internasional Universitas Udayana Bali dan Purkon Hidayat, Koordinator Gusdurian Tehran  serta Octavino Alimuddin Duta Besar Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Iran dan Turkmenistan sebagai keynote speaker, diskusi yang dipandu Rahman Dahlan tersebut dihadiri tidak kurang dari 30 mahasiswa Indonesia dari kota Tehran dan Qom. 

Turut hadir pula  Atase Pertahanan KBRI Tehran Kol. Harwin Dicky Wijanarko yang memberikan sambutan dan Pejabat Fungsi Penerangan dan Sosial Budaya KBRI Tehran Tety Mudrika Hayati beserta beberapa pejabat dan staff KBRI Tehran lainnya. 

Dalam sambutannya Presiden IPI Iran 2019-2021 Ismail Amin menyebut diskusi menyoal khazanah nusantara yang digali dari para pemikir Indonesia menjadi pemicu kebanggaan anak bangsa pada bangsa yang khazanah pemikirannya tidak kalah kaya dari bangsa lain.  Acara diskusi dibuka oleh Kepala Departemen Kajian Keilmuan dan Intelektual IPI Iran Salsabilah Kemangi Urrachman yang juga bertindak sebagai pembawa acara.

Diskusi santai yang kerap diwarnai gelak tawa tersebut berlangsung selama 4 jam dan berakhir pada pukul 22.30 waktu setempat. Oleh semua yang hadir bersepakat untuk menyelenggarakan diskusi yang berkelanjutan agar atmosfer intelektual yang bagus di antara para pelajar Indonesia di Iran khususnya, serta keakraban sesama warga negara Indonesia di Iran pada umumnya tetap terbangun.

Kemenangan Revolusi Islam Iran dan Proxy AS

Kemenangan Revolusi Islam Iran dan Proxy AS

Iran pada Selasa 11 Februari kemarin memperingati hari kemenangan revolusinya yang ke-41. 11 Februari 1979 silam adalah hari dimana rakyat Iran dibawah komando seorang ulama Ayatullah Sayid Ruhullah Khomenei, menjatuhkan penguasa depostik yg berusia 2500 tahun. Hari itu dunia menjadi saksi, kekuatan rakyat jelata ketika bersatu, mampu merontokkan pengaruh dan cecokan asing dinegara mereka. Hari itu oleh Imam Khomeini disebut sebagai hari kemenangan revolusi Islam Iran dan menjadi awal terbentuknya Republik Islam Iran. Semboyan mereka, kebebasan, kemerdekaan dan Republik Islam.

Setiap memperingati hari kemenangan revolusi Islam Iran, pemimpin-pemimpin Iran baik oleh Presiden maupun pemimpin terbesarnya, akan memamerkan keberhasilan dan pencapaian-pencapaian Iran pasca menjadi Republik Islam. Mereka juga dengan bangga menunjukkan ketidak berdayaan Amerika Serikat dan negara-negara digdaya lainnya dalam menghadapi kekeras kepalaan mereka. Iran saat ini tercatat, sebagai salah satu negara paling mandiri di dunia, dari segi politik, ekonomi dan pertahanan keamanan. 

Pasca revolusi Islam di Iran, Islam menjadi lebih dikenal sebagai agama perlawanan dan perjuangan. Islam menjadi ancaman bagi penguasa yang otoriter dan zalim. Islam membawa pesan kematian bagi kerakusan dan kesewenang-wenangan. Oleh karena itu, AS dan Zionis berkepentingan besar untuk menghentikan itu. Rentetan gerakan Islam Phobia dimulai dari berhasilnya revolusi Islam di Iran. Penguasa-penguasa zalim menjadi phobia terhadap Islam sejak saat itu, sehingga gerakan-gerakan Islam diwaspadai, diberangus dan dilawan. 

Hakikatnya, Iran tdk pernah mendakwahkan Syiah sebagai mazhab mayoritas penduduk di Iran. Yang mereka usung adalah bendera Islam. Republik yang mereka bentuk diberi label Islam, bukan label mazhab, agar yang dikenal di dunia adalah Islam, apapun kemudian mazhabnya. Kalau ideologi kapitalis, sosialis, komunis, Kristen bahkan zionis bisa mendirikan Negara, maka dunia mengenal lewat Iran sebagai sebuah Negara demokrasi yang maju, Islam juga bisa melalukannya.

Kalau AS, China, Rusia dan Korut bisa mengembangkan tekhnologi nuklir, maka dunia mengetahui lewat Iran, ilmuan- ilmuan Islam juga bisa melakukan hal yang sama. Kalau ditingkat Asia, Jepang, Korsel dan China merajai panggung olahraga, maka dunia jadi paham lewat Iran, atlit-atlit muslim juga bisa meraih prestasi yang membanggakan. Kalau perempuan- perempuan Barat bersaing dalam menemukan karya-karya dan prestasi yang mengagumkan, dunia melihat melalui Iran, muslimah-muslimah juga mampu mempersembahkan hal serupa.

Kalau AS dan Eropa memiliki segudang negarawan dan politikus yang disegani di kancah percaturan politik internasional, dunia juga mengenal melalui Iran, Islam juga mampu mencetak negarawan- negarawan dan politikus yang mampu melakukan diplomasi tingkat tinggi. Kalau AS dan Negara-negara Barat memiliki kekuatan militer yang ditakuti, dunia mengenal melalui Iran, bahwa Islam juga bisa melakukan lebih dari itu.

Inilah tujuan Imam Khomeini membentuk Republik Islam Iran, inilah sasarannya menonjolkan pelabelan Islam pada nama Negara yang didirikannya. Membangkitkan kembali izzah Islam, sejak keruntuhan kekhalifahan Turki Utsmani. Inilah yang kemudian membuat musuh-musuh Islam menjadi panik. Kebangkitan Islam dengan kemenangan revolusi Islam Iran sudah di depan mata, jika tidak dihentikan akan menjadi air bah yang akan menenggelamkan mereka.

Melalui media-media mainstream internasional dimulailah strategi pembusukan terhadap Iran. Iran dicitrakan sebagai negara teroris, radikal dan mengancam perdamaian dunia. Syiah melalui fatwa-fatwa ulama atas suruhan raja Arab Saudi -yang merupakan kaki tangan AS- disebut sesat, kafir dan bukan Islam. Fatwa-fatwa ulama klasik yang sudah terkubur lama, diangkat kembali meskipun tidak ada kaitannya dengan Syiah yang diyakini rakyat Iran. Fatwa Imam Syafi’i misalnya, yang dikecam adalah Rafidhi, namun teks fatwanya dipelintir untuk mengecam Syiah.

Iran dan Syiah difitnah sedemikian rupa melalui berita-berita hoax dan tuduhan-tuduhan tendensius untuk menghasut umat Islam terutama di Indonesia untuk memusuhi Iran. Jenderal Qassem Soleimani Komandan Korps Brigade Alquds yang mendapat perintah khusus dari pemimpin tertinggi Iran untuk membuka jalan demi pembebasan Alquds tidak dikenal di dunia Islam karena pengaruh AS yang mencitrakan sang Jenderal sebagai teroris nomor satu. Padahal Pemimpin HAMAS, Ismail Haniyah menggelarinya, Syahidul Alquds, yang syahid dalam membela Alquds, karena merasakan dari dekat peran perwira militer Iran tersebut dalam kemenangan-kemenangan yang dicapai HAMAS. 

Sejak keruntuhan Uni Soviet, AS merasa satu-satunya negara super power dan merasa bisa mendikte bahkan degan leluasa melanggar kedaulatan negara-negara lain. Namun ternyata tidak dengan Iran. Karena itu AS melakukan konspirasi dan ajakan untuk memusuhi Iran. Meski menderita berat dengan embargo ekonomi dan pengucilan politik, ternyata Iran masih tetap bisa survive. Kekuatan militer Iran bahkan menunjukkan tajinya dengan mampu meluluhlantakkan Ainul Assad, pangkalan militer terbesar AS di Irak, dan membuat Trump ngeri dan melunak dengan tidak ingin berkonrontasi langsung dengan Iran.

Intinya, Iran dengan Republik Islamnya bisa menunjukkan, Islam bisa menjadi kekuatan yang diperhitungkan.  Ulama-ulama Islam di Iran berhasil meyakinkan rakyatnya, bahwa Islam yang mereka usung adalah Islam yang memberi kekuatan pendorong untuk maju, bukan Islam yang sibuk dengan urusan iktilaf dan perbedaan yang akhirnya malah mengarahkan negara ke jurang kehancuran. 

Dirgahayu kemenangan revolusi Islam Iran ke-41, selamat untuk bangsa Iran.

Ismail Amin

Presiden IPI Iran 2019-2021