Dalam rangka memperingati HUT TNI yang ke-74, selain upacara resmi, pihak Atase Pertahanan RI mengadakan beragam kegiatan, diantaranya menggelar acara lomba dan doa bersama. Rangkaian kegiatan dibuka pada Rabu (2/10) di gedung KBRI Tehran, pukul 15.30 waktu setempat. Dalam acara pembukaan, Atase Pertahanan (Athan) Republik Indonesia (RI) Kolonel Marinir Harwin Dicky Wijanarko, SE memberikan sambutannya disusul sambutan oleh Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Iran merangkap Turkmenistan Octavino Alimudin sekaligus membuka acara secara resmi. 

Di antara perlombaan dan pertandingan yang digelar untuk menyambut HUT TNI bertema “TNI Profesional Kebanggaan Rakyat” ini adalah lomba Dart, pertandingan catur, lomba mewarnai dan Fun Bike. Beragam lomba dan pertandingan menarik tersebut diikuti oleh Warga Negara Indonesia yang berada di Republik Islam Iran, baik dari kalangan diplomat, staf KBRI, mahasiswa, maupun diaspora. 

Sementara doa bersama digelar Atase Pertahanan RI dengan mahasiswa Indonesia di kota Qom Malam Jumat (3/10) pukul 19.00 waktu setempat. Bertempat di Sekretariat HPI Iran, acara doa bersama seusai salat Isya berjamaah  yang dimoderatori oleh Sayid Mahdi Alatas diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars TNI disusul dengan membaca surah Yasin dan doa bersama untuk keselamatan negeri yang dipimpin oleh Muhammad Haidir. 

Seusai doa dan dzikir bersama, Atase Pertahanan RI untuk Iran Kolonel Marinir Harwin Dicky Wijanarko, SE menyampaikan sejumlah pesan dalam pengantarnya untuk mengawali dialog dan diskusi yang dipandu oleh Yopi Dani Saputra. Kolonel Harwin dalam pengantarnya mengatakan upaya TNI sejak awal berdirinya sampai saat ini adalah menjaga kedekatan dengan rakyat. “Alhamdulillah sampai saat ini TNI masih tetap menjaga netralitas dan tidak memiliki kepentingan politik. Dengan netralitas tersebut, TNI tetap memberikan pengabdiannya pada rakyat. Sebab TNI aslinya berasal dari rakyat dan sebisa mungkin memberikan yang terbaik untuk rakyat.”

“Profesional TNI menurut kami baru bisa terbangun dengan menjalin kedekatan yang sangat intens dengan rakyat. Karena itu Panglima TNI mengintruksikan agar dalam peringatan HUT TNI tahun ini harus sebanyak mungkin melibatkan rakyat khususnya rekan-rekan mahasiswa bahkan Pramuka sebagai komponen cadangan. Jadi bersatu dengan rakyat, berdoa bersama, kita silaturahim, adalah bagian dari kegiatan upacara memperingati HUT TNI.”

Ia juga menyebutkan, menjadi kebahagiaan setelah kurang lebih 10 bulan bertugas di Iran bisa bersilaturahmi dengan warga negara Indonesia dalam jumlah yang lumayan banyak, sebab sebelumnya saat bertugas di Liberia dan Nigeria, kolonel Harwin menyebut sangat minim bisa melakukan banyak interaksi dengan WNI karena jumlah WNI di kedua negara tersebut memang terhitung sangat sedikit. “Yang sangat membahagiakan juga, dengan keberadaan kami di Iran, ternyata banyak hal yang bisa kami pelajari. Dalam bidang militer setidaknya kami berupaya melakukan tiga bentuk kerjasama soft power militer dengan Iran yaitu, yang pertama dalam bentuk saling mengunjungi antara pejabat-pejabat militer. Yang kedua, kerjasama pendidikan. Dan yang ketiga, transfer of technology tentang industri pertahanan kita. Semoga dalam waktu dekat kita bisa banyak menimba ilmu dari Iran terutama dari sisi tekhnologinya yang mengalami kemajuan pesat.”

“Yang memudahkan kita bekerjasama dengan negara lain karena tidak pernah punya masalah dengan negara manapun. Alhamdulillah dengan Amerika Serikat, ayo. Sama Iran, ayo. Sama Korea Utara, ayo. Sama Korea Selatan, ayo. Karena negara kita negara nonblok. Dan ini adalah salah satu kekuatan bagi negara kita. Jadi dengan keberadaan kami di Iran, semoga kerjasama militer dengan Iran bisa jadi lebih intens dan memberi manfaat bagi negara khususnya bagi TNI.” Tambahnya perwira dari Angkatan Laut tersebut. 

Pada sesi dialog dan tanya jawab, Kolonel Marinir Harwin memberikan jawaban dari berbagai pertanyaan yang diajukan beberapa mahasiswa. Diantaranya memberi penjelasan mengenai mungkin tidaknya terjadinya perang Amerika Serikat dan Iran dari sudut pandang militer, menyebut berbagai kemajuan yang berhasil dicapai TNI termasuk mampu memproduksi sendiri berbagai jenis alutsista di tengah keterbatasan anggaran pertahanan Indonesia serta menjawab pertanyaan mengenai bagaimana kemampuan kekuatan militer Indonesia dalam menjaga keamanan dan keutuhan NKRI dari ancaman musuh baik dari dalam maupun dari luar. 

Pada bagian penutup, Atase Pertahanan RI memberikan pesan dan nasehat kepada semua mahasiswa yang hadir untuk memanfaatkan waktu di Iran untuk menuntut ilmu sebanyak-banyaknya. “Saudara-saudara sekalian, belajarlah sebaik-baiknya, karena menuntut ilmu adalah juga bagian dari upaya memperjuangkan tanah air.” Pesannya. 

Acara doa bersama yang dihadiri lebih dari seratus WNI di Qom tersebut ditutup dengan membaca Doa Wahdat sambil bergandengan satu sama lain membentuk lingkaran, sebagai simbol persatuan dan kesatuan. Acara kemudian dilanjutkan dengan makan malam bersama. Pada saat yang sama, di kota Esfahan, juga diadakan doa bersama dalam rangka memperingati HUT TNI oleh 10 mahasiswa Indonesia di kota tersebut. 

Sementara upacara resmi memperingati HUT TNI ke74, berlangsung di gedung KBRI Tehran pada Jumat (4/10) pukul 15.00 waktu setempat. Upacara HUT TNI tersebut dihadiri oleh diplomat, staf KBRI, mahasiswa, maupun diaspora di Iran.