Percayalah jika sebuah negara tidak terdapat begitu banyak permasalahan  maka negara tersebut akan menjadi negara yang unggul serta salah satu cara untuk mengantisipasi dan juga mengatasi  segala bentuk masalah adalah dengan mempunyai penduduk yang cerdas, baik itu cerdas dari sisi intelektualnya, emosionalnya, serta spiritualnya.

Apa Yang Dimaksud Dengan Mambangun Bangsa?

Adapun yang dimaksud dengan membangun Bangsa adalah para pemuda diharapkan mampu membawa bangsanya dalam setiap sisi ke arah positif. Dari sisi ekonominya, infrastrukturnya, sosialnya, ketentramannya, demokrasinya, dan sisi yang lainnya.

Mereka yang membangun Bangsa hakikatnya adalah para pahlawan di masa kini. Dalam artian bahwa para pahlawan di jaman dahulu berjuang untuk meraih kemerdekaan Bangsa dan hari ini, para pahlawan Bangsa hidup untuk mempertahankan kemerdekaan dan juga membangun Indonesia.

Semoga saja di Hut Republik Indonesia yang 74 ini banyak terlahir para pemuda yang cinta tanah air serta mempunyai itikad yang kuat dalam membangun Bangsa.

Siapa Saja Yang Dimaksud Dengan Istilah Pemuda?

Dulu penulis pernah membaca sebuah buku saku dari Syahid Muthahari perihal definisi Pemuda. Beliau punyai definisi yang sempurna mengenai hal ini. adapun definisi pemuda menurutnya yaitu tidak ada batasan usia mengenai pemuda. Pemuda adalah sesosok pribadi yang mempunyai semangat untuk bekerja dan membawa sesuatu ke arah positif.

Menurut definisi di atas bisa dipahami bahwasanya pemuda bukanlah mereka yang telah beranjak dari fase remaja menuju fase pemuda dan bukan pula mereka yang berada di antara usia 17 hingga 30. Akan tetapi pemuda menurut syahid Muthahari adalah mereka yang punya gairah untuk membangun ke arah positif  baik itu mereka yang berusia 17 hingga 30 atau yang lebih dari itu. Jadi menurut Syahid Muthahari pemuda tidak terbatas oleh usia.

Menurut penulis sendiri, definisi yang diangkat oleh Syahid Muthahari adalah definisi yang pas dan sempurna. Selain itu juga definisinya lebih umum dan mencakup banyak kalangan. Jadi sekarang kita sudah punyai definisi pemuda yaitu mereka yang punya gairah dan semangat untuk membawa sesuatu ke arah positif.  

Karakter Apa Yang Harus Dimiliki Oleh Seorang Pemuda Indonesia Jika Hendak Membawa Indonesia Menuju Indonesia Unggul?

Sudah penulis jelaskan di atas bahwa pemuda yang dimaksud oleh penulis di sini bukanlah penduduk Indonesia yang berusia 17 hingga 30 tahun saja melainkan mereka, entah itu usia 12 atau 69 tahun, yang punyai gairah untuk membawa Negeri tercinta Indonesia menuju Indonesia yang unggul serta menjadi sebuah bangsa yang bermartabat dan disegani oleh negara-negara dunia.

Menurut penulis salah satu hal yang mesti dimiliki oleh seorang pemuda untuk membawa Indonesia menjadi Indonesia unggul adalah pemuda-pemudi haruslah cerdas. Yakni pemuda-pemudi harus mempunyai kecerdasan intlektual, emosional, dan spiritual.

Macam-Macam Kecerdasan

Nabi Muhammad saw pernah bersabda , “Seorang mukmin tidak akan pernah jatuh pada lubang yang sama untuk yang kedua kalinya. Maka dari itu ia harus cerdas dan tidak mudah tertipu.”[1]

Seorang pemuda Indonesia yang hendak membangun dan membawa Bangsanya menjadi Negara yang unggul haruslah punyai karakter orang cerdas. Dalam artia bahwa ia harus punyai kecerdasan baik itu kecerdasan otak atau intelektual, kecerdasan emosional, dan juga kecerdasan spiritual.

Ketiga jenis kecerdasan ini sangat berperan penting dalam membawa Indonesia menjadi Indonesia yang unggul. Karena penulis sangat yakin bahwa jika dimiliki maka ia mampu mengatasi segala masalah yang ada di negara Indonesia.

Kecerdasan Intelektual

Kecerdasan intelektual (bahasa Inggris: intelligence quotient, disingkat IQ) adalah istilah umum yang digunakan untuk menjelaskan sifat pikiran yang mencakup sejumlah kemampuan, seperti kemampuan menalar, merencanakan, memecahkan masalah, berpikir abstrak, memahami gagasan, menggunakan bahasa, daya tangkap, dan belajar.[2]

Dengan kecerdasan intelektual maka pemuda bisa menciptakan hal-hal baru. Menemukan penemuan-penemuan baru yang bisa digunakan dan dimanfaatkan oleh masyarakat. Sehingga dengan segala penemuan yang bermanfaat, maka masyarakat akan menjadi sejahtera sehingga ketika masyarakat sejahtera maka negara pun akan sejahtera.

Rosalie Holian pernah berkata “Ketika seseorang dengan IQ tinggi juga memiliki tingkat pengetahuan yang tinggi, yang dapat diperoleh dari pengalaman serta kualifikasi pendidikan formal, maka mereka cenderung memiliki berbagai keterampilan,”[3]

Lalu apakah kecerdasan intelektual saja cukup untuk membawa Indonesia menjadi Negara yang unggul? Tentu saja tidak. Mari kita bahas perkara ini di jenis kecerdasan kedua, kecerdasan emosional.

Adapun cara untuk meningkatkan kecerdasan intelektual tiada lain adalah dengan rajin belajar dan rajin bereskperimen.

Kecerdasan Emosional

Adapun tentang kecerdasan emosional penting dimiliki oleh pemuda Indonesia, karena banyak sekali sekarang orang yang cerdas otaknya atau katakan saja tinggi IQ-nya namun mereka mempunyai pribadi dan karakter yang buruk.

Definisi dari kecerdasan emosional (bahasa Inggris: emotional quotient, disingkat EQ) adalah kemampuan seseorang untuk menerima, menilai, mengelola, serta mengontrol emosi dirinya dan orang lain di sekitarnya.[4]

Menurut Hordward Gardner (1983), terdapat lima pokok utama dari kecerdasan emosional seseorang, yakni mampu menyadari dan mengelola emosi diri sendiri, memiliki kepekaan terhadap emosi orang lain, mampu merespon dan bernegosiasi dengan orang lain secara emosional, serta dapat menggunakan emosi sebagai alat untuk memotivasi diri.[5]

Tentu saja mereka yang mempunyai kecerdasan Intelektual akan mempunyai berbagai keterampilan sehingga mereka bisa dengan mudah mengatasi setiap masalah yang menimpa masyarakat khususnya dari masalah-masalah yang bersifat materi. Namun apakah ini cukup? Jawabannya adalah tidak cukup.

Bisa dikatakan untuk menyempurnakan keterampilan IQ yang dipunyai maka pemuda-pemudi Indonesia haruslah mampu mengontrol emosi diri mereka sendiri. Misalnya mereka haruslah tahu bagaimana cara mengontrol diri mereka ketika marah. Karena sepertinya akan ada yang kurang ketika mereka pintar tapi mereka pemarah.

Berhubungan dengan pemarah, Baginda Nabi saw pernah bersabda, “Wahai Ali! Sekali-kali janganlah engkau marah. Namun tatkala engkau marah, duduklah dan renungkanlah Kekuasan Tuhan serta bagaimana Dia bersabar dalam menghadapi mereka!”[6]

Menurut penulis, dengan membaca riwayat-riwayat tentang moral bisa menguatkan kecerdasan emosional kita. Maka dari itu bagi kalian yang ingin jadi pemuda-pemudi bangun Bangsa, harus lebih dekat dengan riwayat-riwayat yang bertemakan moralitas.

Kecerdasan Spiritual

Kecerdasan spiritual (bahasa Inggris: spiritual quotient, disingkat SQ) adalah kecerdasan jiwa yang membantu seseorang untuk mengembangkan dirinya secara utuh melalui penciptaan kemungkinan untuk menerapkan nilai-nilai positif.[7]

Atau menurut Khalil A Khavari, kecerdasan spritual dapat diartikan sebagai fakultas dimensi yang non material atau dapat dikatakan sebagai jiwa manusia. Khalil mengibaratkannya dengan intan yang belum terasah sama sekali serta dimiliki oleh setiap manusia. Kita sebagai manusia harus mengenalinya seperti pada adanya, menggosoknya hingga terlihat mengkilap dengan adanya tekad yang besar, serta menggunakannya untuk menuju kearifan serta mencapai kebahagiaan abadi.[8]

Dengan menggunakan kecerdasan spritualnya diharapkan pemuda-pemudi Indonesia mampu menerpa dirinya dan mempersiapkan dirinya untuk menyebarkan hikmah dan kebijaksanaan pada sosial nantinya. Menilik peribahasa bahwa sebelum mendidik orang lain maka kita harus mendidik diri kita sendiri.

Diharapkan dengan kecerdasan spiritual yang dimiliki setiap pemuda-pemudi Indonesia, mereka tidak akan menciptakan permasalahan. Karena diri mereka telah dididik untuk selalu menjadi pribadi yang baik.

Kesimpulan

Dari pembahasan kali ini, penulis mendapatkan bahwa memiliki pemuda-pemudi yang cerdas dari sisi intelektualnya, emosionalnya, serta intelektualnya adalah sesuatu yang urgen dan penting. Karena dengan memiliki kecerdasan, dari setiap pemuda-pemudi akan lahir penemuan-penemuan, jalan keluar yang bermacam-macam untuk mengatasi masalah selain itu juga mereka akan mampu menyebarkan hikmah dan kebijaksanaan melalu kecerdasan spiritual mereka. 


-Sutiawan-

Artikel ini meraih predikat terbaik III dalam Lomba Artikel Kemerdekaan RI 74 yang diadakan Departemen Keilmuan dan Intelektual IPI Iran 2019-2021

[1] Kitabul Mawaidz, hal 52.

[2] https://id.wikipedia.org/wiki/Kecerdasan_intelektual

[3] https://tirto.id/kecerdasan-emosional-itu-penting-kenali-cara-melatihnya-c6qG

[4] https://id.wikipedia.org/wiki/Kecerdasan_emosional

[5] https://id.wikipedia.org/wiki/Kecerdasan_emosional

[6] Tuhaful Uqul, hal 21.

[7] https://id.wikipedia.org/wiki/Kecerdasan_spiritual

[8] https://dosenpsikologi.com/kecerdasan-spiritual