Bertempat di Aula Gedung Pusat Bahasa Universitas Jordan di kota Amman Yordania Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Timur Tengah dan Afrika menggelar Simposium Kawasan dengan tema “Dari Indonesia untuk Palestina menuju Perdamaian Dunia”, Kamis (20/6). Dibuka oleh Kepala Duta Besar Indonesia untuk Yordania merangkap Palestina, Andy Rachmianto yang sebelumnya memberikan sambutan dengan mengatakan digelarnya simposium tersebut memang telah semestinya dan pada waktu yang tepat. Menurutnya kepedulian dan pembelaan pada Palestina bukan sesuatu yang bisa ditawar oleh bangsa Indonesia sebab telah menjadi amanat UUD 1945.

“Indonesia selalu berada di garda terdepan jika terjadi krisis di Palestina dan terus bersuara keras menentang pendudukan Israel. Dukungan Indonesia kepada Palestina merupakan panggilan dan mandat konstitusi.” Tegasnya.

Andy Rachmianto selanjutnya menjelaskan dukungan yang telah diberikan dan akan terus diberikan mencakup politik, ekonomi, kemanusiaan dan penguatan kapasitas. “Secara ekonomi, Indonesia telah mengeluarkan kebijakan bebas tarif bagi dua produk asal Palestina yaitu minyak zaitun dan kurma, dan akan menyusul produk-produk lainnya. Kebijakan ini diharapkan dapat mendorong peningkatan ekspor Palestina ke Indonesia yang akan berdampak pada perekonomian Palestina.” Jelasnya.

Di bagian lain sambutannya, Duta Besar Andy memberikan apresiasi tinggi kepada HPMI Yordania atas penyelenggaraan simposium yang tidak secara khusus membicarakan Palestina saja namun juga membahas mengenai radikalisme yang telah menjadi ancaman laten bagi keutuhan NKRI. Ia berkata, “Radikalisme, terorisme dan ekstrimisme telah menjadi masalah bagi semua negara. Keterlibatan pelajar dan mahasiswa dalam upaya mencegah berkembangnya paham ini sangat kami apresiasi dan dukung sepenuhnya.”

Turut memberikan sambutan, Direktur Mesjid Al-Aqsa Kementerian Wakaf Yordania, Dr. Abdullah Abbady yang menceritakan mengenai sejarah Masjid Al-Aqsa dan kewajiban untuk menjaganya. Opening ceremony juga diwarnai aksi teatrikal dari anak-anak Palestina yang mengibarkan bendera Indonesia Yordania dan Palestina, serta  persembahan tarian Aceh dari mahasiswa Indonesia di Yordania.  

Hadir sebagai pembicara pada diskusi panel pertama yang secara khusus membahas isu mengenai Palestina dengan tema “Palestina dan Perdamaian Dunia”, Sekretaris Jenderal Kementerian Wakaf dan Situs-situs Suci Kerajaan Yordania, Dr. Abdul Sattar al-Qudah. Dalam pemaparan materinya, secara umum al-Qudah menyampaikan berbagai langkah kongkret  yang telah dilakukan Kerajaan dan Pemerintah Yordania di tengah situasi yang semakin tidak berpihak untuk Palestina, yang diperparah oleh keputusan-keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang membuat Palestina semakin terpojok. Pembicara berikutnya, Aktivis dan pejuang Palestina Mrs. Abeer Zayad yang membagikan pengalamannya telah keluar masuk penjara bersama suaminya sebab terus menyuarakan pembelaan pada Palestina dan tidak berhenti menentang kesewenang-wenangan Rezim Zionis. Pembicara ketiga, Kepala Duta Besar Indonesia untuk Yordania merangkap Palestina, Andy Rachmianto yang secara khusus menyampaikan langkah-langkah konkrit Pemerintah RI dalam upaya mewujudkan perdamaian dan kemerdekaan di Palestina.

Pada diskusi panel kedua, dengan tema “Dukungan kemanusiaan untuk Palestina dan Yerusalem”, pembicara yang hadir dari kalangan pemerintah, LSM dan organisasi internasional. Direktur Program Pendidikan UNRWA Yordania, Dr. Oroba Labadi; Perwakilan LSM Kemanusiaan Indonesia Aksi Cepat Tanggap, Syuhelmaidi Syukur dan Direktur Pelaksana Nusantara Palestina Centre (NPC) Ihsan Zainuddin, serta dari pihak KBRI Amman Nico Adam mewakili pemerintah RI yang masing-masing mempresentasekan kegiatan-kegiatan yang telah dan yang akan dilakukan untuk membantu menyelesaikan persoalan kemanusiaan di Palestina.

Simposium yang akan berlangsung selama dua hari tersebut dihadiri lebih dari 100 mahasiswa Indonesia yang terdiri dari mahasiswa Indonesia di Yordania, delegasi sejumlah PPI Negara di kawasan seperti PPI Tunisia, IPI Iran, PPMI Arab Saudi, PPMI Mesir, PPI Lebanon dan PPI Sudan, serta diikuti perwakilan mahasiswa dari negara-negara ASEAN. Pada hari ketiga, para peserta Simposium Kawasan berencana melakukan kunjungan ke penampungan pengungsi untuk memberikan secara langsung bantuan kemanusiaan yang dilakukan melalui Jordan Hashimite Charity Organization (JHCO), sebagai otoritas resmi penyaluran bantuan kemanusiaan yang ditunjuk Kerajaan Yordania.

Sebagaimana Simposium Kawasan sebelumnya yang terselenggara di Pakistan tahun 2018, pada Simposium 2019 ini, atas dukungan penuh dari KBRI Tehran, IPI Iran kembali mengirimkan delegasi. Ismail Amin, Laila Rahmah dan Dzikry al-Jihad hadir pada Simposium Kawasan di Amman Yordania ini sebagai delegasi IPI Iran. Pada hari kedua, Jumat (21/6) akan dilanjutkan diskusi panel ketiga yang membahas mengenai isu radikalisme yang dilanjutkan oleh rapat internal PPI Timur Tengah dan Afrika yang meminta laporan pertanggungjawaban pengurus PPI Timur Tengah dan Afrika tahun 2018-2019 sekaligus mengangkat kordinator PPI Timur Tengah dan Afrika untuk periode kepengurusan 2019-2020. Perwakilan dari PPI Tunisia dan PPI Lebanon disebut sebagai kandidat koordinator yang baru.