Kembali terjadi tragedi kemanusiaan, kali ini rentetan ledakan bom mengguncang sejumlah gereja dan hotel di Colombo, ibukota Srilanka pada Minggu, 21 April 2019. Kami mahasiswa Indonesia yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Indonesia di Iran menyikapi aksi brutal yang tidak berprikemanusiaan tersebut dengan mengeluarkan pernyatan sikap sebagai berikut:

Pertama, mengecam dan mengutuk keras aksi teror bom yang menelan korban jiwa dan luka-luka yang terjadi di sejumlah gereja dan hotel di Colombo Srilanka pada Minggu, 21 April 2019.

Kedua, sangat menyayangkan terjadinya aksi teror tersebut disaat umat Kristiani merayakan Hari Paskah dan umat Islam sedang merayakan Hari Nisfu Sya’ban.

Ketiga, aksi peledakan bom tersebut bukan dari ajaran agama Islam dan bukan dari ajaran agama manapun.

Keempat, meminta semua pihak untuk memberikan penghargaan pada perbedaan keyakinan dan mendorong setiap pemerintah disemua negara agar memberi jaminan keamanan dan kenyamanan pada setiap pemeluk agama menjalankan ibadah sesuai agama dan keyakinan masing-masing terutama pada hari-hari besar keagamaan serta mendorong semua pemerintah di dunia dan lembaga-lembaga keagamaan internasional agar melakukan perlawanan terhadap kelompok-kelompok yang mengatasnamakan agama dalam melakukan aksi-aksi kekerasan.

Kelima, mengucapkan belasungkawa kepada para keluarga korban jiwa, dan korban yang luka-luka semoga bisa kembali sehat sebagaimana sediakala.

Semoga pemerintah dan rakyat Srilanka menerima ujian ini dengan teguh dan aparat keamanan setempat bisa kembali memberi jaminan keamanan pada masyarakat.

Ikatan Pelajar Indonesia (IPI) Iran

Periode 2019-2021

Ismail Amin

Presiden