IPI Iran Sukses Gelar MUBES IPI Iran VIII

IPI Iran Sukses Gelar MUBES IPI Iran VIII

Perhelatan akbar Ikatan Pelajar Indonesia (IPI) Iran MUBES VIII telah berakhir, berjalan lancar dan sukses, Dibuka oleh Kepala Duta Besar Republik Indonesia untuk Iran bapak Octavino Alimuddin Rabu (20/3) pukul 10.00 seusai memberi sambutan. Turut memberikan sambutan sebelumnya Atase Pertahanan KBRI Tehran Kolonel Marinir Harwin Dicky Wijanarko, Presiden IPI Iran 2018-2019 Muhammad Ghiffari dan Ketua Panitia MUBES Aqilah Zainab. Hadir sekitar 35 peserta MUBES yang berasal dari berbagai wiliyah di Iran seperti dari Tehran, Masyhad, Esfahan, Qom, Larestan, Syiraz dan Kish.

Seusai dibuka oleh DUBES, sarapan dan foto bersama, agenda pertama MUBES yang berlangsung di aula serba guna kantor KBRI Tehran tersebut langsung dimulai dan diawali dengan agenda pembahasan Tata Tertib MUBES IPI Iran VIII yang dipimpin oleh kordinator Stering Commite Kamaruddin Pati. Berlansung alot, pembahasan Tata Tertib menghabiskan waktu dua jam sehingga harus di skorsing untuk istrahat, salat dan makan siang. Usai pembahasan Tata Tertib, kelanjutan MUBES dipimpin oleh Presidium Sidang yang dipilih oleh peserta, Laode Abdul Janat mahasiswa Universitas Ahlulbait Tehran dan Laila Rahma, mahasiswi kedokteran Tehran University of Medical Science.

Agenda berikutnya adalah evaluasi laporan kerja Badan Pengurus Harian IPI Iran periode 2018-2019. Tampil kurang lebih sejam secara bergiliran Presiden IPI Iran Muhammad Ghiffari, Sekretaris Salsabilla Kemangi Ur Rachman, Bendahara M. Alhusaini Ba’bud, Kepala Departemen Kajian Strategis dan Intelektual Ismail Amin, Kepala Departemen HUMAS dan Media Dzikri al-Jihad, Departeman SDM dan Kelembagaan yang diwakili oleh Zainab az-Zahra. Sementara Wapres Behesty Zahra dan Kepala Departemen Pendidikan, Sosial dan Budaya Andi Ahmad Kasyfi yang sedang berada di tanah air hadir secara online via Skype pada agenda ini. Dengan realisasi program kerja mencapai 75%, peserta MUBES menyatakan LPJ Kepengurusan IPI Iran 2018-2019 dinyatakan diterima, setelah sebelumnya sejumlah peserta MUBES menyampaikan saran dan kritikannya.

Agenda-agenda sidang berikutnya tidak kalah alotnya, pembahasan AD/ART, GBHO dan rekomendasi berlangsung sampai pukul 19.00. Ada beberapa pasal yang mengalami amandemen dan perbaikan, diantaranya disepakati MUBES akan dilaksanakan setiap dua tahun sekali. Agenda sidang selanjutnya dilanjutkan di rumah dinas Atase Pertahanan KBRI Tehran bapak Kolonel Harwin Dicky Wijanarko yang mengundang seluruh peserta MUBES untuk makan malam bersama.

Sebelum menyantap makan malam, Kolonel Harwin sempat berbagi pengalaman saat bertugas di Sudan dan Liberia. Bertugas dikemilteran TNI angkatan laut, ia menceritakan suka duka saat harus menjalankan tugas negara di luar negeri, jauh dari keluarga dan menemukan banyak kebiasaan yang berbeda dengan kehidupan keseharian di tanah air. Pukul 22.00 agenda pembahasan tata tertib dan mekanisme pemilihan Presiden IPI Iran dimulai. Dikarenakan, tidak ada yang mencalonkan diri sebagai calon presiden, maka peserta MUBES mengajukan calonnya masing-masing. Terjaring sejumlah nama diantaranya: Muhammad Ghiffari, Ismail Amin, Laode Abdul Janat, Kamaruddin Pati, Aqilah Zainab, Laila Rahma, Muhammad Jawad, Jodi Firmansyah dan Muhammad Mehdi. Dari kesejumlah nama tersebut, setelah melalui penyeleksian sesuai persyaratan dan menanyakan kesediaan untuk dicalonkan, tersisa dua nama Ismail Amin dan Laode Abdul Janat.

Sebelum dilakukan proses pemilihan, Ismail Amin sempat menyatakan pengunduran diri untuk tidak mengikuti proses pemilihan namun dikarenakan pengunduran dirinya ditolak maka berlangsunglah proses pemilihan Presiden melalui voting. Dari 33 suara, Ismail Amin meraup 21 suara, Abdul Janat 11 suara, dan satu suara tidak sah. Unggul dari Abdul Janat, Ismail Amin dinyatakan menjadi Presiden IPI Iran 2019-2021. Setelah konsideran penetapan MUBES IPI Iran VIII mengenai pengangkatan Presiden IPI Iran dibacakan Laila Rahma, Ismail Amin pun menyampaikan orasi pertamanya. Dalam orasinya, mahasiswa Universitas al-Mustafa Qom tersebut menyatakan melalui kerjasama dan kolaborasi seluruh anggota IPI Iran, ia optimis IPI Iran akan bisa memberi kontribusi lebih baik buat pelajar Indonesia di Iran khususnya, dan masyarakat Indonesia umumnya.

Tepat pukul 1.30 dini hari MUBES IPI Iran VIII dinyatakan selesai dan dilakukan foto bersama yang menutup perhelatan akbar IPI Iran tersebut. Salam kolaborasi 🙂

IPI Iran Bahas Identitas Sejati Perempuan di Era Kontemporer

IPI Iran Bahas Identitas Sejati Perempuan di Era Kontemporer

Bertempat di Gedung Kebudayaan Haram Imam Ali Ridha as kota Masyhad Republik Islam Iran, Departemen Sosial Budaya Ikatan Pelajar Indonesia Iran (IPI) Iran periode 2018-2019 menggelar Seminar Internasional “The True Identity of Woman in Contemporary Era”. Acara yang berlangsung selama dua hari 7-8 Maret 2019 tersebut dibuka oleh Kepala Duta Besar Indonesia untuk Iran Octavino Alimuddin.

Dalam sambutannya, Dubes Indonesia tersebut menegaskan pentingnya perempuan untuk juga terlibat dalam urusan publik tidak hanya dalam lingkup domestik rumah tangga. “Kita bisa belajar banyak dari kaum perempuan di Iran. Banyak peneliti di Iran dari kaum perempuan, menunjukkan mereka tidak hanya menghabiskan waktu di pusat-pusat perbelenjaan, namun juga aktif dalam bidang pendidikan dan penelitian. Diluar itu mereka tetap tidak melalaikan tanggungjawabnya dalam kehidupan rumah tangga mereka.” Ungkap Octavino.

Lebih lanjut Octavino menyambut baik penyelenggaraan seminar tersebut. Menurutnya seminar tersebut tidak hanya memberikan pencerahan namun juga memperat hubungan antar bangsa dengan adanya interaksi ilmiah dan diskusi bersama.

Usai menyampaikan sambutannya, didampingi Presiden IPI Iran 2018-2019 Muhammad Ghiffari, Kedubes Indonesia Iran Octavino Alimuddin menggunting pita sebagai simbol seminar internesional perempuan tersebut resmi dibuka.

Turut memberi sambutan, Kepala Departemen Kebudayaan dan Hubungan Internasional  Astan Quds DR. Hasyemi Nejad dan Kepala Maktab Nargis Universitas Internasional al-Mustafa DR. Shateshtekhooi.

Pada hari pertama, hadir sebagai pembicara utama, DR. Allamal Huda peneliti di Islamic Research Foundation Masyhad dan DR. Mujdeghan Sukhooi pengajar di Universitas Islam Azad Iran. Seminar berlangsung dari pukul 8.00 sampai 14.00 waktu setempat. Pada seminar ini juga terdapat sesi diskusi terbuka yang semua peserta dibagi beberapa kellompok kemudian membahas problematika wanita modern dari berbagai penjuru dunia. Hasil diskusi pada hari pertama akan dipresentasekan pada hari berikutnya.

Ketua panitia seminar, Suroyya Salehah dalam penyampaiannya mengatakan pentingnya tema “Identitas Sejati Perempuan di Era Kontemporer” diangkat dan diskusikan dikarenakan banyak fenomena sosial yang terjadi pada era modern dikarenakan terjadinya krisis identitas pada kaum perempuan.

Mahasiswi jurusan filsafat-teologi Maktab Nargis Universitas Internasional al-Mustafa Masyhad tersebut lebih lanjut menyebut penyelenggaraan seminar tersebut diharapkan akan menjadi sarana yang mampu merumuskan solusi secara kongkret atas persoalan-persoalan yang kerap dihadapi wanita serta menjelaskan kembali tentang kesetaraan gender antara pria dan wanita.

Disebutkan seminar tersebut tidak hanya dihadiri mahasiswa Indonesia di Masyhad namun juga dari mahasiswa asing lainnya, seperti mahasiswa India, Pakistan, Afghanistan, Azerbaijan, Turki, Aljazair, Thailand, Afrika, Arab Saudi, Lebanon dan Cina.

IPI Iran akan Gelar Seminar Internasional di Mashhad

IPI Iran akan Gelar Seminar Internasional di Mashhad

Departemen Sosial Budaya Ikatan Pelajar Indonesia (IPI) Iran priode 2018-2019 akan menyelenggarakan Seminar International “The True Identity of Woman in Contemporary Era” di Mashhad, timur laut Republik Islam Iran.

Seminar yang akan mengupas secara mendalam mengenai identitas asli wanita dari berbagai aspek khususnya Islam dan sosiologi ini akan digelar selama dua hari, Kamis-Jumat, 7-8 Maret 2019 di Gedung Kebudayaan Imam Ali Ridha as.

“The True Identity of Woman in Contemporary Era” akan diisi oleh para pakar dan peneliti terkemuka dalam rangka menemukan solusi atas beragam problem yang dihadapi kaum hawa seperti penerapan stigma buruk terhadap wanita, pelecehan fisik dan verbal, misogini, perilaku ketidakadilan terhadap wanita, kekerasan dan berbagai persoalan serupa lainnya.

Menurut Humas Panitia Seminar Zainab Zahra, Duta Besar Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Republik Islam Iran Octavino Alimudin akan memberikan sambutan dalam senimar yang bertujuan membangkitkan kesadaran peran wanita terhadap nilai budaya, masyarakat dan kemajuan bangsa ini.

Seminar yang mengupas “Identitas Sejati Perempuan di Era Kontemporer” tersebut juga diharapkan akan menjadi sarana yang mampu merumuskan solusi secara kongkret atas persoalan-persoalan yang kerap dihadapi wanita serta menjelaskan kembali tentang kesetaraan gender antara pria dan wanita.

Selain itu, melalui seminar yang akan dihadiri oleh mahasiswa Indonesia, India, Pakistan, Afghanistan, Azerbaijan, Turki, Aljazair, Thailand, Afrika, Arab Saudi, Lebanon dan Cina ini, wanita diharapkan akan lebih mengenal kembali keistimewaan dirinya, menerapkan peran dan tugasnya sesuai dengan kodrat wanita dan menyebarluaskan nilai positif sebagai seorang wanita.