IPI Iran Bahas Identitas Sejati Perempuan di Era Kontemporer

IPI Iran Bahas Identitas Sejati Perempuan di Era Kontemporer

Bertempat di Gedung Kebudayaan Haram Imam Ali Ridha as kota Masyhad Republik Islam Iran, Departemen Sosial Budaya Ikatan Pelajar Indonesia Iran (IPI) Iran periode 2018-2019 menggelar Seminar Internasional “The True Identity of Woman in Contemporary Era”. Acara yang berlangsung selama dua hari 7-8 Maret 2019 tersebut dibuka oleh Kepala Duta Besar Indonesia untuk Iran Octavino Alimuddin.

Dalam sambutannya, Dubes Indonesia tersebut menegaskan pentingnya perempuan untuk juga terlibat dalam urusan publik tidak hanya dalam lingkup domestik rumah tangga. “Kita bisa belajar banyak dari kaum perempuan di Iran. Banyak peneliti di Iran dari kaum perempuan, menunjukkan mereka tidak hanya menghabiskan waktu di pusat-pusat perbelenjaan, namun juga aktif dalam bidang pendidikan dan penelitian. Diluar itu mereka tetap tidak melalaikan tanggungjawabnya dalam kehidupan rumah tangga mereka.” Ungkap Octavino.

Lebih lanjut Octavino menyambut baik penyelenggaraan seminar tersebut. Menurutnya seminar tersebut tidak hanya memberikan pencerahan namun juga memperat hubungan antar bangsa dengan adanya interaksi ilmiah dan diskusi bersama.

Usai menyampaikan sambutannya, didampingi Presiden IPI Iran 2018-2019 Muhammad Ghiffari, Kedubes Indonesia Iran Octavino Alimuddin menggunting pita sebagai simbol seminar internesional perempuan tersebut resmi dibuka.

Turut memberi sambutan, Kepala Departemen Kebudayaan dan Hubungan Internasional  Astan Quds DR. Hasyemi Nejad dan Kepala Maktab Nargis Universitas Internasional al-Mustafa DR. Shateshtekhooi.

Pada hari pertama, hadir sebagai pembicara utama, DR. Allamal Huda peneliti di Islamic Research Foundation Masyhad dan DR. Mujdeghan Sukhooi pengajar di Universitas Islam Azad Iran. Seminar berlangsung dari pukul 8.00 sampai 14.00 waktu setempat. Pada seminar ini juga terdapat sesi diskusi terbuka yang semua peserta dibagi beberapa kellompok kemudian membahas problematika wanita modern dari berbagai penjuru dunia. Hasil diskusi pada hari pertama akan dipresentasekan pada hari berikutnya.

Ketua panitia seminar, Suroyya Salehah dalam penyampaiannya mengatakan pentingnya tema “Identitas Sejati Perempuan di Era Kontemporer” diangkat dan diskusikan dikarenakan banyak fenomena sosial yang terjadi pada era modern dikarenakan terjadinya krisis identitas pada kaum perempuan.

Mahasiswi jurusan filsafat-teologi Maktab Nargis Universitas Internasional al-Mustafa Masyhad tersebut lebih lanjut menyebut penyelenggaraan seminar tersebut diharapkan akan menjadi sarana yang mampu merumuskan solusi secara kongkret atas persoalan-persoalan yang kerap dihadapi wanita serta menjelaskan kembali tentang kesetaraan gender antara pria dan wanita.

Disebutkan seminar tersebut tidak hanya dihadiri mahasiswa Indonesia di Masyhad namun juga dari mahasiswa asing lainnya, seperti mahasiswa India, Pakistan, Afghanistan, Azerbaijan, Turki, Aljazair, Thailand, Afrika, Arab Saudi, Lebanon dan Cina.

IPI Iran akan Gelar Seminar Internasional di Mashhad

IPI Iran akan Gelar Seminar Internasional di Mashhad

Departemen Sosial Budaya Ikatan Pelajar Indonesia (IPI) Iran priode 2018-2019 akan menyelenggarakan Seminar International “The True Identity of Woman in Contemporary Era” di Mashhad, timur laut Republik Islam Iran.

Seminar yang akan mengupas secara mendalam mengenai identitas asli wanita dari berbagai aspek khususnya Islam dan sosiologi ini akan digelar selama dua hari, Kamis-Jumat, 7-8 Maret 2019 di Gedung Kebudayaan Imam Ali Ridha as.

“The True Identity of Woman in Contemporary Era” akan diisi oleh para pakar dan peneliti terkemuka dalam rangka menemukan solusi atas beragam problem yang dihadapi kaum hawa seperti penerapan stigma buruk terhadap wanita, pelecehan fisik dan verbal, misogini, perilaku ketidakadilan terhadap wanita, kekerasan dan berbagai persoalan serupa lainnya.

Menurut Humas Panitia Seminar Zainab Zahra, Duta Besar Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Republik Islam Iran Octavino Alimudin akan memberikan sambutan dalam senimar yang bertujuan membangkitkan kesadaran peran wanita terhadap nilai budaya, masyarakat dan kemajuan bangsa ini.

Seminar yang mengupas “Identitas Sejati Perempuan di Era Kontemporer” tersebut juga diharapkan akan menjadi sarana yang mampu merumuskan solusi secara kongkret atas persoalan-persoalan yang kerap dihadapi wanita serta menjelaskan kembali tentang kesetaraan gender antara pria dan wanita.

Selain itu, melalui seminar yang akan dihadiri oleh mahasiswa Indonesia, India, Pakistan, Afghanistan, Azerbaijan, Turki, Aljazair, Thailand, Afrika, Arab Saudi, Lebanon dan Cina ini, wanita diharapkan akan lebih mengenal kembali keistimewaan dirinya, menerapkan peran dan tugasnya sesuai dengan kodrat wanita dan menyebarluaskan nilai positif sebagai seorang wanita.