Sejumlah guru besar dan dosen dari UIN Sunan Ampel Surabaya dalam kunjungannya ke Iran mengikuti kegiatan short course dan international research di Al-Mustafa International University Qom dari 1-11 Desember 2018 turut mengunjungi kota Esfahan, sekitar 375 km dari kota Qom, Kamis-Jumat (6-7/12).

Selama di Esfahan, rombongan yang dipimpin DR. KH. Imam Ghazali Said mengunjungi beberapa tempat bersejarah seperti Menara Junbon, Masjid Jami’ Allamah Majlisi, Ali Qapu Museum, Masjid Syeikh Luthfullah, Takht-e Foulad (pemakaman bersejarah), Naqsh-e Jahan Square dan salat Jumat di Masjid Mushalla Imam Khomeini.

Dalam kunjungan tersebut, Moh. Zaki Amami salah seorang mahasiswa Indonesia di Esfahan yang juga mejabat sebagai kepala departemen SDM dan Kelembagaan IPI Iran 2018-2019 sempat melakukan wawancara dengan sejumlah guru besar dan dosen dalam rombongan tersebut. Kali ini redaksi akan menurunkan wawancara Moh. Zaki Amami dengan Guru Besar Fakultas Adab UIN Sunan Ampel Surabaya, Prof. Ali Mufrodi, MA.

Selama keberadaan bapak di Iran ini, bisa bapak ceritakan bagaimana pandangan bapak mengenai Iran?

Iran Adalah negara muslim yang sejak ribuan tahun lalu, telah memiliki sejarah peradaban yang besar. Peradaban Iran kala itu mejadi contoh bagi berbagai perkembangan peradaban manusia di India, Afghanistan dan negara-negara Timur tengah yang lain. Selama berada di Iran, saya menilai bahwa Iran adalah negara yang sangat aman untuk dikunjungi oleh semua orang. Di bidang pendidikan, Iran adalah negara yang memberi fasilitas pendidikan luar biasa bagi penduduknya dan membuka kerjasama luar biasa dengan negara-negara lain di berbagai bidang.

Saya juga melihat, biaya hidup dan pendidikan di Iran sangat murah jika dibandingkan dengan biaya hidup dan biaya pendidikan di Australia, India, Spanyol bahkan Indonesia.

Kalau mengenai kehidupan masyarakat muslim di Iran, bagaimana tanggapan bapak?

Masyarakat Muslim di Iran yang mayoritas Muslim Syiah, saya lihat hidup rukun dan berdampingan dengan masyarakat Muslim Sunni, Yahudi dan Kristen. Ini merupakan cerminan peradaban Masyarakat Iran yang sudah tinggi dan mampu menjalankan toleransi dengan baik.

Menurut bapak, apa yang menyebabkan masyarakat Iran mampu memiliki toleransi yang tinggi dan hidup rukun?

Menurut saya, pembelajaran filsafatlah yang membuat masyarakat Iran mampu hidup rukun dan menjaga toleransinya hingga saat ini. Pemahaman filsafat dan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari adalah juga menjadi kunci keberhasilan Revolusi Islam Iran.
Adanya ulama-ulama yang memang teguh dan Istiqomah dijalan keilmuan sehingga mampu menjadi panutan umat merupakan faktor lainnya. Saya pikir, di Indonesia perlu diajarkan filsafat sejak dini dan memasukkannya kedalam kurikulum di sekolah sebagaimana yang telah dilaksanakan oleh Iran.

Menurut bapak, hal apa yang kurang bapak sukai seputar kebiasaan orang Iran?

Menurut pendapat saya, masyarakat Iran terlalu mengkultuskan sesuatu, seperti ketika mereka pergi ke makam ulama atau meninggalkan masjid, mereka berjalan mundur untuk menghormati tempat itu, menurut saya hal ini tidak perlu untuk dilakukan.

Hal paling positif apa yang bapak lihat selama berada di Iran?

Hal-hal positif yang saya lihat, pertama, persatuan masyarakat Iran dalam melawan musuh Islam. Kedua, biaya hidup dan biaya pendidikan yang relatif murah. Ketiga, peran aktif Iran dalam membantu umat muslim di negara-negara lain. Keempat, kehidupan rukun dan keramahan masyarakat Iran pada pendatang. Dan kelima, pembelajaran Filsafat yang telah dilalukan sejak dini.

Apa pesan bapak bagi para pelajar Indonesia di Iran beserta tips-tips belajar untuk bisa mencapai keberhasilan?

Pertama, fokuslah dalam mempelajari pengetahuan. Kedua, perkuatlah pondasi keilmuan dalam satu bidang tertentu agar memiliki penguasaan dan pendalaman dalam bidang tersebut. Ketiga, manfaatkan kesempatan dan waktu dengan baik ini untuk menimba ilmu sebanyak-banyaknya. Keempat, bagilah waktu dan berusahalah untuk disiplin agar berhasil dalam menghadapi ujian. Kelima, buatlah rencana yang baik dan matang untuk masa depan kalian.

_______

Disebutkan, rombongan guru besar dan dosen UIN Sunan Ampel Surabaya selain mengunjungi Tehran, Esfahan dan Qom juga dijadwalkan untuk melakukan kunjungan ke kota Masyhad dan berziarah ke makam Imam al-Ghazali di kota Thus.