The Shrine of Imam Ridho (a.s)

The Shrine of Imam Ridho (a.s)

Haram Imam Ridha

Kemilau dan megah kubah emas menarik hati para peziarahnya. Ketenangan yang disuguhkan sungguh bukan main mampu membuat hati senantiasa merindu. Siapapun kamu, pintu gerbang tempat ini terbuka luas untuk masuk. Beribadah, berbagi rahasia dengan Tuhan, atau semata-mata ingin menenangkan jiwa dan pikiran yang lelah, tidak diragukan, Holy Shrine Imam Ridha ini adalah salah satu tempat yang tepat.

Pada tahun 2017, kota Mashhad terpilih sebagai Ibukota Kebudayaan Islam untuk region Asia oleh ISESCO. Mengingat di kota ini terdapat Haram Suci Imam Ridha, yang merupakan cucu Nabi Allah terakhir Muhammad saw, yang tidak pernah sepi dari peziarah seluruh dunia. Angka peziarah pun kian bertambah. Setiap tahunnya jumlah peziarah yang datang, mencapai 27 juta orang. Sampai sekarang terhitung ada 9 halaman (sahn), yang jika digabungkan luasnya mencapai 225.223 m2. Begitu juga ada beranda (ravaq) yang merupakan aula tertutup. Jumlahnya ada 26, yang juga menjadi tempat-tempat terselenggaranya kegiatan-kegiatan kebudayaan dan pendidikan, baik untuk umum, ataupun khusus wanita.

Haram ini tidak pernah kosong dari acara dan kegiatan spiritual, budaya, dan pendidikan Islami.

Di dalam wilayah Haram Suci ini juga terbangun masjid yang megah dan bersejarah yang sudah dibangun sejak awal abad ke 9 tahun hijriyah. Namanya Masjid Goharshad Pembangunan masjid ini memakan waktu selama 12 tahun. Halaman masjid berbentuk persegi yang dikelilingi 4 beranda yang luas. Diantara 4 beranda tersebut, ada 7 tempat tinggal berupa aula tertutup (shabestan) yang biasa digunakan untuk melaksanakan ibadah I’tikaf dan kegiatan-kegiatan keagamaan lainnya.

Di Haram ini, bisa dikatakan memiliki fasilitas yang melimpah. Terdiri dari Rumah Sakit Subspesialis Razavi, yang berdiri di atas tanah seluas 4.000.000 m2, dengan 5 tingkat dan 320 kamar. Selain itu, untuk menyokong pendidikan para pemuda, Haram Imam Ridha pun membangun Universitas Imam Ridha yang sudah bertaraf internasional. Begitu pula tempat suci ini juga mempunyai Dewan Tinggi Kebudayaan yang memperkuat pondasi kegiatan budaya dan dakwah.

Perpustakaan Razavi yang merupakan bagian dari lembaga pendidikan Haram Suci ini, memiliki jutaan buku dan ratusan ribu anggota. Dinobatkan sebagai salah satu perpustakaan dan pusat dokumen Iran serta dunia yang terkaya dan terbesar.

Tidak berhenti sampai disitu saja, Haram Imam Ridha juga memiliki 3 museum yang selalu ramai oleh pengunjung. Terdiri dari museum Al-Quran, karpet, dan museum pusat Astan Qods Razavi (Mashhad) yang siap menyuguhkan kita dengan barang-barang bersejarah dan bernilai.

Jadi, yakin tidak mau ke Iran dan rasakan sejuknya hawa maknawi di Haram Suci ini?

Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya Kagumi Sistem Pendidikan di Iran

Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya Kagumi Sistem Pendidikan di Iran

Sejumlah guru besar dan dosen dari UIN Sunan Ampel Surabaya dalam kunjungannya ke Iran mengikuti kegiatan short course dan international research di Al-Mustafa International University Qom dari 1-11 Desember 2018 turut mengunjungi kota Esfahan, sekitar 375 km dari kota Qom, Kamis-Jumat (6-7/12).

Selama di Esfahan, rombongan yang dipimpin DR. KH. Imam Ghazali Said mengunjungi beberapa tempat bersejarah seperti Menara Junbon, Masjid Jami’ Allamah Majlisi, Ali Qapu Museum, Masjid Syeikh Luthfullah, Takht-e Foulad (pemakaman bersejarah), Naqsh-e Jahan Square dan salat Jumat di Masjid Mushalla Imam Khomeini.

Dalam kunjungan tersebut, Moh. Zaki Amami salah seorang mahasiswa Indonesia di Esfahan yang juga mejabat sebagai kepala departemen SDM dan Kelembagaan IPI Iran 2018-2019 sempat melakukan wawancara dengan sejumlah guru besar dan dosen dalam rombongan tersebut. Kali ini redaksi akan menurunkan wawancara Moh. Zaki Amami dengan Guru Besar Fakultas Adab UIN Sunan Ampel Surabaya, Prof. Ali Mufrodi, MA.

Selama keberadaan bapak di Iran ini, bisa bapak ceritakan bagaimana pandangan bapak mengenai Iran?

Iran Adalah negara muslim yang sejak ribuan tahun lalu, telah memiliki sejarah peradaban yang besar. Peradaban Iran kala itu mejadi contoh bagi berbagai perkembangan peradaban manusia di India, Afghanistan dan negara-negara Timur tengah yang lain. Selama berada di Iran, saya menilai bahwa Iran adalah negara yang sangat aman untuk dikunjungi oleh semua orang. Di bidang pendidikan, Iran adalah negara yang memberi fasilitas pendidikan luar biasa bagi penduduknya dan membuka kerjasama luar biasa dengan negara-negara lain di berbagai bidang.

Saya juga melihat, biaya hidup dan pendidikan di Iran sangat murah jika dibandingkan dengan biaya hidup dan biaya pendidikan di Australia, India, Spanyol bahkan Indonesia.

Kalau mengenai kehidupan masyarakat muslim di Iran, bagaimana tanggapan bapak?

Masyarakat Muslim di Iran yang mayoritas Muslim Syiah, saya lihat hidup rukun dan berdampingan dengan masyarakat Muslim Sunni, Yahudi dan Kristen. Ini merupakan cerminan peradaban Masyarakat Iran yang sudah tinggi dan mampu menjalankan toleransi dengan baik.

Menurut bapak, apa yang menyebabkan masyarakat Iran mampu memiliki toleransi yang tinggi dan hidup rukun?

Menurut saya, pembelajaran filsafatlah yang membuat masyarakat Iran mampu hidup rukun dan menjaga toleransinya hingga saat ini. Pemahaman filsafat dan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari adalah juga menjadi kunci keberhasilan Revolusi Islam Iran.
Adanya ulama-ulama yang memang teguh dan Istiqomah dijalan keilmuan sehingga mampu menjadi panutan umat merupakan faktor lainnya. Saya pikir, di Indonesia perlu diajarkan filsafat sejak dini dan memasukkannya kedalam kurikulum di sekolah sebagaimana yang telah dilaksanakan oleh Iran.

Menurut bapak, hal apa yang kurang bapak sukai seputar kebiasaan orang Iran?

Menurut pendapat saya, masyarakat Iran terlalu mengkultuskan sesuatu, seperti ketika mereka pergi ke makam ulama atau meninggalkan masjid, mereka berjalan mundur untuk menghormati tempat itu, menurut saya hal ini tidak perlu untuk dilakukan.

Hal paling positif apa yang bapak lihat selama berada di Iran?

Hal-hal positif yang saya lihat, pertama, persatuan masyarakat Iran dalam melawan musuh Islam. Kedua, biaya hidup dan biaya pendidikan yang relatif murah. Ketiga, peran aktif Iran dalam membantu umat muslim di negara-negara lain. Keempat, kehidupan rukun dan keramahan masyarakat Iran pada pendatang. Dan kelima, pembelajaran Filsafat yang telah dilalukan sejak dini.

Apa pesan bapak bagi para pelajar Indonesia di Iran beserta tips-tips belajar untuk bisa mencapai keberhasilan?

Pertama, fokuslah dalam mempelajari pengetahuan. Kedua, perkuatlah pondasi keilmuan dalam satu bidang tertentu agar memiliki penguasaan dan pendalaman dalam bidang tersebut. Ketiga, manfaatkan kesempatan dan waktu dengan baik ini untuk menimba ilmu sebanyak-banyaknya. Keempat, bagilah waktu dan berusahalah untuk disiplin agar berhasil dalam menghadapi ujian. Kelima, buatlah rencana yang baik dan matang untuk masa depan kalian.

_______

Disebutkan, rombongan guru besar dan dosen UIN Sunan Ampel Surabaya selain mengunjungi Tehran, Esfahan dan Qom juga dijadwalkan untuk melakukan kunjungan ke kota Masyhad dan berziarah ke makam Imam al-Ghazali di kota Thus.

Tochal Mountain : Surganya Para Pendaki dan Penggemar Ski Gunung

Tochal Mountain : Surganya Para Pendaki dan Penggemar Ski Gunung

Iran bukan hanya dipenuhi dengan situs-situs bersejarah dan tempat-tempat wisata

yang memukau. Tetapi, Iran juga punya keindahan alam yang gak kalah mempesona dan

memanjakan siapa saja yang datang. Salah satunya adalah Tochal Mountai ini. Mari,

sama-sama kita nikmati putih dan indahnya hamparan salju!

 

Puncak Gunung Tochal adalah puncak gunung tertinggi di Tehran, Iran. terletak di

sebelah selatan Tehran dengan ketinggian 3363 meter. Gunung ini merupakan bagian

dari pegunungan terkenal itu, Alborz. Gunung Tochal adalah surganya pendaki gunung

dan penikmat ski. Tidak heran jika gunung yang bergaunkan salju ini adalah tujuan

utama bagi mereka yang suka menikmati pemandangan langit. Dari atas sana, kita juga

bisa menghibur pemandangan dengan menikmati kota Tehran dari atas. Hiruk pikuknya

di siang hari dan kemilaunya di waktu malam.

Suasan tenang dan hening dari tempat ini, terutama ketika hari-hari biasa, benar-benar

menjadi penawar dan obat bagi jiwa-jiwa yang lelah akan kesibukan ibukota. Udara yang

bersih serta hawa yang menyegarkan seakan menghidupkanmu kembali.

Jangan khawatir. Buat kalian yang tidak ingin mendaki dan bermain ski, tersedia juga

tempat-tempat wisata dan hiburan. Bukanlah pilihan yang buruk bagi mereka yang

hanya ingin berjalan di sekitar pegunungan Tochal. Berjalan kaki menuju pemberhentian

pertama Telecabin sambil menikmati pesona alam yang disuguhkan. Disana juga

tersedia club memanah, wahana bermain ZipLine yang akan membawa kita terbang dan

memacu adrenalin, bioskop lima dimensi, Escape Room, dan tentu saja fasilitas

Telecabin. Telecabin di pegunungan Tochal merupakan telecabin dengan jarak tali

terpanjang di dunia loh!. Secara keseluruhan panjang talinya mencapai 7500 meter.

Setiap jamnya Telecabin ini mampu menampung 600 penumpang. Wow!

 

Di pemberhentian telecabin yang ketujuh alias yang paling atas, Hotel Tochal yang

bernuansa kayu seakan menjemput kita. Kita pun bisa menikmati hamparan salju putih,

pemandangan indah dari atas gunung, bermain ski, naik Car Snow, pokoknya seru-

seruan deh!

 

Kalau mau berkunjung kesini, jangan lupa baju hangat dan perlengkapan untuk musim

salju. Waktu yang tepat untuk berwisata kesini adalah har-hari biasa. Jadi bisa lebih

tenang dan puas menikmati.

 

Jadi, berhenti pikir-pikir buat traveling ke Iran! Biyo berim Iran!

Naqsh-e Jahan One of the Most Beautiful UNESCO Heritage Sites

Naqsh-e Jahan One of the Most Beautiful UNESCO Heritage Sites

Siapa sih yang gak tau Candi Borobudur dan Candi Prambanan? Ya, kedua tempat itu masuk dalam situs warisan dunia UNESCO di Indonesia. Nah, Negara Iran pun juga memiliki beberapa situs warisan dunia tersebut, kali ini kita akan membahas Naqsh-e Jahan yang merupakan salah satu situs warisan budaya UNESCO yang paling indah. Penasaran? Yuk simak ulasan singkatnya!

Pada tahun 1598, ketika Shah Abbas 1 (Raja Iran) memutuskan untuk memindahkan ibu kota kekaisarannya dari kota Qazvin ke pusat kota Isfahan, dia memulai apa yang akan menjadi salah satu program terbesar dalam sejarah Persia yaitu renovasi lengkap kota. Alun-alun ini dibatasi oleh gedung-gedung bertingkat dua dan berlabuh di setiap sisi oleh empat bangunan megah: ke timur, Masjid Sheikh Lotfallah; ke barat, paviliun Ali Qapu; ke utara, the portico of Qeyssariyeh; dan ke selatan, The Royal Mosque. Tempat ini dibangun dengan luas 160 meter, lebar 560 meter,  dan panjangnya seluas 89.600 meter. Ini adalah salah satu alun-alun kota terbesar di dunia dan contoh luar biasa arsitektur Iran dan Islam.

Dikenal sebagai Naqsh-e Jahan(Gambar Dunia), tempat ini ramai dikunjungi turis. Disana mereka bisa melihat indahnya Arsitektur masjid Iran, megahnya Kerajaan Persia zaman dahulu, atau hanya sekedar duduk-duduk di taman. Berada di tempat ini rasanya seperti menjadi anggota Kerajaan Persia yang sedang berlibur di hari Jumat. Suasana yang damai tentram ditemani suara air mancur di tengah Alun-alun.

Ada tips nih buat kalian yang ingin berkunjung ke tempat ini. Musim semi adalah musim yang paling pas untuk jalan-jalan kesini,kenapa? Ya selain cuacanya yang hangat, pemandangan di taman pun semakin indah karena bunga-bunga mulai tumbuh cantik.

Nah terus kalo mau beli oleh-oleh dimana? Tenang aja, silahkan berkunjung ke Bazaar Isfahan. Tempat ini adalah pasar sejarah dan salah satu pasar tertua dan terbesar di Timur Tengah. Meskipun struktur masa kini berasal dari era Safawi, sebagian darinya berusia lebih dari seribu tahun!

 

 

 

 

Jadi tunggu apalagi? siapin kameramu dan saatnya berkunjung ke Iran!